
"Dua kali mandi, dingin tau A, " Ujarnya mengeringkan rambut nya dengan rambut.
Sedangkan Abang hanya terkekeh melihat Istrinya kesal.
Mana Icha gak kesal kalo pas mandi Abang bikin rusuh, padalah baru aja di kasih Abang malah minta lagi dan acara mandi pun jadi lebih lama.
"Maaf Aa hilap hehe.. lagian kenapa juga mandi pintunya di biarin terbuka, "
"Itu mah kebuka sendiri, tadi lupa Icha kunci kirain Aa gak ikut masuk, "
"Haha tapi seru kan? " Ujarnya terbahak.
"Udah ah, Icha mah pengen di pijit badan sakit semua, " Ujarnya seraya mengeringkan rambutnya.
"Sini Aa bantu ngeringin biar cepet, Aa suka banget sama rambut kamu dari dulu, hitam panjang, "
"Pengen potong boleh gak A, ini udah kepanjangan,"
"Boleh tapi cuma dikit ya, rapihin aja nanti Aa antar ke salon pulang kerja, "
"Gak usah, nanti Icha ajak Ifa aja sekalian Spa, "
"Ya udah terserah kamu aja yang, nih pakein dasi Aa, "
"Tumben rapi amat, mau ada acara apa sih biasa nya juga cuma pake kaos. "
"Mau metting, biasa acara bulanan malu tau kalo pemilik Distro nya kucel mah, "
"Hahha.. biasa nya juga kaya gitu, dah tuh rapi, "
"Makasih sayang, " Ucapnya mencium kening Icha gemas.
"Nih Atm yang baru, udah Aa isiin jangan lupa pake jangan kaya dulu di kasih gak pernah di pake, "
"Lupa nyimpen ih tau dimana nanti di cari dulu, "
"Kamu mah da suka gitu, gak ngehargain pemberian Aa, "
"Iya nanti di cari, nih kalung Icha pake ko gak pernah lepas, "
"Ya emang harus gitu lah, Aa sengaja pesan buat kamu cuma ada satu di sini gak ada lagi yang punya kaya gitu, "
"Ya udah kita turun yuk udah jam 7.30 , Aa harus sarapan dulu, nanti Icha mampir ke kantor buat makan siang bereng, "
"Oke Aa tunggu, "
Icha pun memakai gamis, dan segera memakai kerudungnya setelah memeles sedikit wajahnya tak lupa memakai lipstik.
Mereka pun turun ke bawah bergabung dengan yang lain.
"Pagi Pa, Bu," Ucap mereka.
"Pagi juga ayo duduk nak, " Ucap Pa Harun.
"A mau ngopi gak? "
"Gak, bikinin teh manis aja gulanya dikit, "
"oke, " Icha pun membuat teh untuk suami nya dan susu coklat untuknya.
Abang pun sarapan nasi goreng buatan mertuanya.
"Udah mulai kerja gitu Bang? apa gak cuti? " Tanya Pa Harun melihat menantunya sudah rapi.
__ADS_1
"Cuti Pa, tapi hari ini ada Metting bulanan jadi harus ke kantor, kalo kerjaan yang lain mah bisa di bawa ke rumah, " Bapa pun mengangguk.
Setelah sarapan Icha pun mengantar suami nya sampai depan pintu.
"Hati-hati A, jangan ngebut, " Ucap nya mencium tangan suaminya.
"Iya sayang, " Dia pun mencium kening juga pipi Icha. " Aa pamit ya Asamualaikum, "
"Walaikumsalam, "
Setelah kepergian Abang Icha kembali bergabung dengan orang tuanya.
"Bapa juga pamit ya Bu, Asamualaikum, " Ucapnya setelah Ibu dan Icha sun tangan.
"Walaikum salam, hati-hati di jalan. "
"Gak sarapan kamu nak? " Melihat Icha hanya minum susu saja.
"Nanti aja deh Icha pengen bubur yang depan komplek minta bibi beliin, Eh Ifa kemana kok gak keliatan? "
"Ifa masih tidur katanya kuliah nya siang, bangunin sana ajak beli bubur, Bibi lagi ke pasar belum pulang, "
"Ih gitu ya udah Icha bangunin Ifa dulu lah, " Icha pun bergegas naik ke kamar adiknya.
Seperti biasa Icha langsung masuk karna kamar nya gak di kunci.
"Dek bangun!!" serunya mengoyangkan tubuh Ifa.
"Ifa Asifa bangun ihh, "
"Apa ih teteh mah ganggu aja, " Ujarnya masih merem.
"Anter beli bubur yuk, lagian udah jam 8 nih kamu gak kuliah? "
"Masih pagi juga Ifa ngantuk teh, Ifa kuliah siang jam 1 nyantai aja lah masih pagi juga. "
"Bener ya awas bohong, Ifa mandi dulu bentar, " Ifa pun segera bangun dan masuk ke kamar mandi.
"Low di traktir aja baru semangat, " Ucapnya menggelengkan kepala.
"Eh siapa nih yang nelpon gak ada namanya? " ucap Icha melihat ponsel Ifa yang terus berdering.
"Dek ponsel mu bunyi nih, " teriaknya.
"Angkat aja teh, Ifa lagi tanggung nih, " Jawabnya.
Icha pun mengangkat nya tersengar suara laki-laki di sebrang sana.
"hallo Ifa kamu kemana aja sih, kenapa masih di blokir sih no aku bukanya hubungan kita udah membaik ya, aku juga udah jelasin semuanya sama kamu, aku di depan rumah kamu, "
"Asamualaikum, maaf saya tetehnya Ifa, Ifa nya lagi mandi kamu masuk aja dulu nunggu nya di rumah aja, "
"walaikum salam, Aduh maaf teh, saya kira Ifa tadi, gak papa saya nunggu di sini aja, "
"Ya udah saya tutup ya, nanti kalo Ifa sudah selesai saya suruh nemuin kamu,"
"Makasih teh Asamualaikum, "
"Walaikumsalam, "
Setelah Icha memetikan ponselnya, Ifa keluar dari kamar mandi sudah rapi dengan baju nya.
"Siap teh? " Ucapnya melihat Icha berdiri di depan jendela.
__ADS_1
"Pacar kamu tuh nunggu depan gerbang,"Ucapnya menunjuk ke luar.
"Whatt.. siapa? " Ifa pun menghampiri kakaknya melihat ke luar jendela.
"Udah sana temuin dulu kasian tau nunggu di luar lama, "
"Ya udah bentar ya teh Ifa keluar dulu, "
"Eh tunggu tuh rambut gak di sirir dulu berantakan tau, "
"Udah Ifa iket aja lah, lagian cuma bentar, " Ifa pun menggulung rambutnya asal berlari keluar rumah, sedangkan Icha hanya memperhatikan di balik jendela.
"Ngapain sih pagi-pagi udah di sini? "
"Emang gak boleh ya, lagian kenapa sih kamu masih blokir no aku bukannya kita udah baikan? untung aja aku bawa ponsel yang lain, "
"Sorry aku lupa, ngapain pagi-pagi kesini? "
"Katanya semalem suruh jemput bukanya motor kamu masih di bengkel ya, "
"Iya kah, aku lupa hari ini masuk siang maaf ya, " Ucap nya tak enak.
"Ya udah aku duluan, aku ada kelas satu jam lagi nanti kamu telpon aja biar aku jemput," ujarnya.
"Oke, ya udah Hari hati di jalan ya. " Rey pun mengangguk, Dia pun melajukan mobilnya meninggalkan Ifa yang masih berdiri di sana.
"Non lagi apa, ko melamun di sini,"Ujar Bibi keluar dari mobil.
"Eh bibi dari mana? " ucap nya salah tingkah.
"Dari pasar non, misi ya non bibi buka gerbang dulu kasian Mamang nungguin, "
"Eh iya bi silahkan, Ifa masuk duluan ya, "
Ifa pun berlari masuk ke dalam rumah, saat akan menaiki tangga Ibunya datang dari dapur.
"Ifa dari mana kamu? "
"Eh Ibu, tadi dari depan sebentar, "
"Tu teteh nyariin kamu, katanya mau ajak beli bubur, "
"Iya bu ini juga mau berangkat ko, Ifa kekamar bentar ya, "
Ifa pun masuk ke dalam kamar terlihat Icha masih di sana.
"Ayo katanya mau beli bubur? "
"Tangan kamu udah gak sakit? " Ucap nya melihat tangan Ifa masih terbalut perban.
"Lumayan, tapi udah gak terlalu sakit ko kemarin Ifa dah bisa bawa motor lagi, " Jawabnya.
"Sekalian ke rumasakit yuk kontrol teteh juga mau periksa ,"
"Ya Udah ayo berangkat, "
"Kamu gak ganti baju dulu? masa mau pergi kaya gini?" Melihat Ifa yang memakai celana jean sobek dan kaos oblong kebesaran.
"Emang kenapa biasanya juga gini, teteh mah aneh aneh aja, "
"Kamu kan dah punya pacar masa penampilan gini terus? "
"Ya elah teteh, kalo cinta mah gak harus merubah penampilan seseorang kalo cinta mah kudu apa adanya, "
__ADS_1
"Ya udahlah terserah kamu aja, ayo berangkat, "
Mereka pun pamit kepada Ibunya, Icha menyetir mobil nya sendiri karna kasian meliahat Ifa tangannya masih di perban.