
"Nduk bawa kudapan nya kemari," ucap Mbah Janur memanggil cucu nya.
Seorang gadis cantik menghampiri mereka membawa satu piring kue lumpur dan meletakan nya di meja depan mereka.
"Duduk lah nak, kenal kan ini cucu kami nama nya Amera," ujar Mbah Janur.
"Iya saya Kaila dan ini suami saya Revan," ujar nya tersenyum.
Sedangkan Revan hampir saja tersedak minum nya mendengar pengakuan Kaila.
"Owalah tak kira itu Mas nya loh, ternyata sudah menikah toh, padahal umur kamu sama Amera seperti nya sama," ucap Mbah Janur tertawa sedangkan Kaila hanya tersenyum samar.
Kaila dari tadi memperhatikan Amera yang mencuri-curi pandang kepada suami nya membuat nya risih jadi Kaila pun memperkenal kan Revan dengan bangga.
"Iya Mbah jaman sekarang kan susah cari yang setia, jadi di percepat aja nikah kalo udah sama-sama pas biar gak ada yang nikung," jawab nya enteng sambil merilik Amera yang salah tingkah.
Membuat Revan geleng-geleng kepala."Ternyata kalo lagi cemburu serem juga, tapi gue seneng ternyata dia mulai tertarik sama gue."batinnya.
Mereka pun meminta bantuan Mbah Janur untuk menghubungi Oma Yati dan setelah meminta di jemput mobil pun akhirnya datang dan hujan pun mulia berhenti.
"Terima kasih banyak maaf merepotkan," ucap Kaila.
"Tidak apa-apa Mbah malah senang, kapan-kapan main ke sini lagi yah nduk," ujar nya dan Kaila pun hanya tersenyum.
"Sampaikan salam kami kepada Bapak ya Mbah kami pamit," ucap Revan karna tadi Bapak pamit mau memberi makan ternak.
Mereka pun segera naik ke dalam mobil, ternyata lumayan jauh rumah Oma Yati dari sana sekitar lima belas menit mereka pun sampai.
Dan sudah ada Icha yang menunggu di teras rumah, dia sangat cemas setelah mendengar telpon dari Mbah Janur.
"Kalian gak papa kan sayang, bunda takut banget kalian kenapa-napa," ujar nya.
"Kami gak papa kok bun, tadi berteduh di rumah Mbah Janur jadi gak sampe kehujanan," jawab Revan.
Mereka pun masuk ke dalam rumah di sana mereka sudah selesai makan malam, tinggal Kaila dan Revan saja yang belum.
Namun Kaila nampak mengeratkan tangan nya saat melihat Faisal sudah ada di sana mengobrol dengan Ayah nya.
"Kalian bersih-bersih dulu yah terus nanti makan malam, Bunda sama yang lain udah makan malam duluan," ujar nya.
Kaila pun mengangguk dan segera menerik tangan Revan agar mengikuti nya kekamar tanpa menyapa sepupu nya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Aku mandi duluan yah gak lama kok nanti gantian," ujar nya.
Revan pun mengangguk sambil melirik sudah jam 8 malam ternyata.
Lima belas menit berlalu Kaila pun keluar dari kamar mandi sudah memakai baju tidur nya, baju panjang setelan berbahan satin.
Kaila pun sholat Isya duluan karna kalo menunggu Revan pasti akan lama lagi sedangkan perut nya sudah mulai berdemo
"Aku ke bawah duluan ya Kak, nanti nyusul ya," ucap nya di balik pintu kamar mandi.
Dan Revan pun menyahut 'Iya' jawab nya.
Kaila pun keluar dari kamar menuju dapur menyiapkan makan malam untuk nya juga suami nya.
"Sayang kamu lagi apa?" tanya Revan heran melihat Kaila yang hanya duduk bengong di kursi makan.
"Maaf Kak aku gak pokus kakak nanya apa sama aku?" tanya Kaila.
"Gak tanya apa-apa ayo kita makan aku sudah laper," ujar nya.
Kaila pun tersenyum lantas mengambilkan nasi untuk suami nya itu.
"Udah cukup yang kebanyakan ini mah," ujarnnya.
Kaila berpikir kalo Revan tak nyaman dengan pekerjaan nya yang sekarang.
"Emeng badan ku dari dulu udah segini, kamu mau badan ku segede Ayah gitu?"
"Bukan begitu, udah ah lupain aja," jawab nya Kaila pun mulai melahap makanan nya dia benar-benar lapar sekali malam ini.
"Pelas - pelan makan nya sayang," ucap Revan.
Bluss... pipi Kaila merona.
Jadi panggilan nya sayang terus nih bikin Kaila memeleh emang, gak tahu kenapa tadi Kaila beneran seneng.
Selesai makan mereka bergabung di ruang keluarga, ternyata di sana sudah rame ada Om Febri dan tante Nadia.
"Pengantin baru," ujar Febri mengoda, Nadia pun lantas menyenggol tangan nya.
"Gimana kabar nya Om, tante?" tanya Kaila mencium tangan mereka.Revan pun mengikuti apa yang di lakukan Kaila.
__ADS_1
"Kabar baik sayang, gak mau kenalin nih pak su nya?" tanya Nadia terkekeh.
Perasaan baru kemarin deh dia menggendong si cantik Kaila, eh sekarang udah nikah aja.
"Ih iya kenalin Kak ini tante Nadia dan Om Febri anak nya Oma Yati," ujar nya mengenalkan kepada Revan.
"Saya Revan senang bertemu dengan kalian," jawab nya tersenyum.
"Iya kamo juga senang bertemu dengan nak Revan, semoga samawa ya maaf tidak hadir di acara bahagia kalian," ucap Nadia merasa bersalah.
"Gak papa kok asal kado nya aja tan," ujar nya memberi kode dengan tangan nya.
"Beneran anak loe Cha mirip banget sama loe," ujar Febri dan mereka pun terbahak.
Karna Febri sangat tahu bagai mana Icha saat muda.
Setelah berbincang dengan yang lain mereka berpapasan dengan Faisal yang juga akan masuk kamar.
"Kai loe gak mau kenalin dia ke gue?" tanya Faisal melirik nya sekilas.
Kaila semakin mengerat kan tangan nya di tangan Revan, entah apa yang di pikir kan kenapa melihat Faisal seperti nya ketakutan.
"Udah lah Mas Faisal kan udah tau juga ngapain nanya lagi," jawab nya ketus.
Sedangkan Faisal hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Kaila dia pun langsung masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu itu dengan keras.
Mereka pun nampak kaget, Revan tidak tahu kenapa dengan mereka mungkin saja ada sesuatu yang membuat Faisal marah tapi apa?
"Kai dia kenapa?" tanya Revan ikut masuk ke dalam kamar.
"Udah lupain aja dia emang kaya gitu, maka nya aku suka males kalo di ajak ke sini," jawab nya.
Revan pun hanya mendengarkan tak menjawab, namun Revan yakin pasti ada sesuatu diantara mereka.
Kaila duduk di sofa sambil membuka Ig nya melihat-lihat postingan Desi yang sedang berlibur di Bali dengan keluarga nya.
Kaila pun mengulas senyum melihat nya."Semoga loe bisa segera move on dari Dava dan bisa bahagia dengan yang lain," gumannya.
"Kenapa kok senyum-senyum sendiri?" tanya Revan ikut duduk di sebelah nya.
Bukannya menjawab Kaila malah memperlihat kan ponsel nya."Aku bahagia liat nya," ujar nya.
__ADS_1
"Syukurlah dia mungkin udah bisa lupain kejadian kemarin," ucap Revan ikut tersenyum.
Revan bisa melihat Kaila sangat menyayangi sahabat nya itu.