Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Kekesalan Kaila


__ADS_3

Semua tamu yang hadir mengucap selamat pada mereka hingga Kaila tak sengaja menatap sosok pria yang selama 2 tahun lebih menemani nya.


"Kak Andra," ucap nya lirih.


Sungguh perasaan nya sesak, melihat pria yang selama 2 setengah tahun ini menemani hari nya, Kaila pernah sekali berharap akan berjuang mempertahan kan cinta nya.


Namun kenyataan nya Andra bukan jodoh nya, tak kuasa dia menahan air mata nya agar tidak jatuh, bayangan kebersamaan mereka membuat kaila semakin kesal.


Revan pun langsung mengikuti pandangan dari istrinya itu, Revan mengepalkan tangan nya dia lupa kalo sepupu nya itu hadir di acara mereka.


"Selamat ya Kai, semoga kamu selalu bahagia," ucap Andra mengulurkan tangan nya.


Andra pun sama, masih begitu besar cinta nya kepada gadis manis itu, namun apa daya semua telah terjadi, sekarang mereka harus menerima takdir masing-masing.


Dengan ragu Kaila pun menerima uluran tangan Andra dan segera melepas nya, dia hanya mengangguk dan tersenyum kaku.


Setelah menyalami Kaila lantas Andra mendekati sepupu nya itu dan menepuk pelan bahu nya.


"Gue harap loe bisa nerima Kaila, dan bisa bahagia kan dia, tapi jika loe satu kali saja nyakitin dia gue gak segan-segan rebut dia dari loe," bisik nya memeluk Revan sebentar.


"Makasih Andra loe udah jagain jodoh gue selama ini," ucap Revan tersenyum menyebalkan seolah berkata kalo dia pemenang nya.


Andra mengepalkan tangan nya menahan kesal dengan sepupu nya itu, dulu aja ogah-ogahan sama Kaila tapi sekarang malah semangat.


Kaila nampak mengerutkan kening kenapa Andra ada disana apa sebenar nya hubungan Andra dengan suaminya itu, dia tidak tahu saja kalo mereka bersaudara.


Setelah acara selesai semua tamu pamit undur diri begitu juga dengan orang tua Revan mereka kembali ke Apartemant Revan.


"Sayang kalian istirahat sana," ucap Icha mengelus pundak anak kesayangan nya itu.


Kaila yang sudah lelah pun akhirnya melangkah menuju kamar dan di ikuti Revan di belakang nya.


"Maafin bunda sayang, semua demi kebaikan kamu bunda gak mau lihat kamu kecewa dengan pria lain, semoga kamu bahagia sayang." batin Icha sendu melihat punggung Kaila yang sudah tak terlihat.


"Udah lah sayang nanti lama lama Kaila juga bakalan terbiasa, kita juga terpaksa melakukan ini semua," ujar nya membawa Icha dalam pelukan nya, Abang tahu saat ini Icha sangat sedih melepas kan anak nya untuk orang lain.


Abang teringat 18 tahun lalu saat Icha melahirkan Kaila, dia pendarahan dan memerlukan darah yang banyak Harun sudah menyumbangkan 1 kantong namun itu masih kurang.


Ayah Icha tidak bisa memberikan darah lebih karna kondisi nya yang lemah, untung saja Dini dan Icha memiliki golongan darah yang sama.


Dini memberikan darah nya kepada Icha, dengan syarat Icha harus menikah kan anak nya dengan Revan yang kala itu sudah berumur 5 tahun.

__ADS_1


Perjanjian konyol itu yang awal nya candaan menjadi nyata, apalagi Icha tidak mau berhutang budi dengan siapa pun.


Kaila nampak masuk ke dalam kamar nya dia langsung masuk ke dalam kamar mandi, Kaila menangis sejadi-jadinnya.


Sedangkan Revan hanya duduk diam menunggu Kaila di kamar mandi.


Tiga puluh menit berlalu, namun Kaila tak kunjung keluar membuat Revan khawatir dan mengetuk pintu kamar mandi.


Tok


Tok


Tok


"Kai kamu baik-baik aja kan?" tanya Revan di balik pintu.


ceklek


Pintu pun terbuka, Kaila nampak segar mungkin dia baru selesai mandi nampak rambut na basah terbungkus handuk sedangkan dia sudah memakai baju tidur lengkap.


Kaila hanya melewati Revan, tak ingin berbicara apapun.


Revan tahu Kaila pasti habis menangis bagai mana tidak wajah nya terlihat sebab juga mata nya masih merah.


Kaila menambilkan handuk baru dalam lemari, dan segera memberikan nya kepada suami nya itu tanpa bicara.


Revan pun masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Kaila mengeringkan rambut nya dengan hair dryer setelah dirasa tak terlalu basah dia pun merebahkan tubuh nya di kasur dengan selimut sampai dada.


Tak lupa membatasi dengan bantal di tengah-tengah.


"Gue harus cari tahu apa yang Revan rencanakan, gak mungkin dia nerima perjodohan ini pasti dia meminta syarat kepada orang tuanya, setidak nya gue harus waspada."batinnya.


Revan pun keluar dari kamar mandi, mengambil baju nya di dalam koper dan segera memakai nya di kamar ganti, serta menyeret koper nya kesana.


setelah memakai kaos dan trening dia kembali kekamar, melirik Kaila sudah tertidur membelakangi nya.


Revan pun tersenyum dan ikutan tidur di sebelah istrinya itu, Revan membiarkan bantal itu tak berniat memindahkan nya.


Dia tahu kalo istri nya itu pasti belum siap menerima kenyataan yang baru saja dia hadapi.


Keesokan harinya Kaila sangat nyaman sekali tidur malam ini sampai-sampai bangun kesiangan.

__ADS_1


Dia merasa ada yang yang menimpa tubuh nya."Aaaa... !!" teriak nya saat merasakan deru nafas di rambut nya.


Ternyata mereka tidur saling berpelukan, Revan pun langsung membuka matanya saat mendengar teriakan istri nya itu.


Sedangkan kaila nampak bingung kenapa Revan ada di dalam kamar nya."Ngapain loe ada di sini? bunda...!!" teriak nya.


Revan hanya terkekeh, untung saja Abang sudah membuat peredam suara jadi mau jerit-jerit gimana pun gak bakalan terdengar keluar.


"Kenaoa sih loe malah senyum-senyum gak jelas, pergi sana loe," ujar nya langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Revan malah tertawa melihat tingkah lucu istrinya itu, Kaila nampak cantik sekali dengan wajah bantal.


Kaila pun langsung keluar kamar meninggal kan Revan, dia lupa kalo Revan sudah menjadi suami nya sejak semalam.


"Pagi bun." sapa nya langsung duduk bergabung dengan yang lain.


"Loh suami kamu mana, kenapa gak di ajak sarapan?" tanya Icha.


Jderr...


Kaila nampak bengong mendengar pertanyaan bunda nya itu.


'Sial jadi semua itu nyata gue sama dia udah nikah.' batinya.


"Ahh itu dia.. dia..," belum sempat Kaila mencari alasan Revan sudah datang menghampiri mereka.


"Pagi semua," sapa nya, sedangkan kaila memutar bola mata nya malas.


"Pagi juga," jawab mereka, sudah ada Abang dan juga Aldian yang ikut sarapan.


"Ayo sarapan dulu nak, gimana tidur nya nyenyak?" tanya Icha menyerahkan satu piring nasi goreng padanya.


"Nyenyak bun," jawab nya tersenyum.


"Ayah aku izin bawa Kaila ya, aku mau tinggal di Apartemant sementara sebelum kembali ke jakarta," ujar nya.


Abang pun mengangguk."Baik lah Kaila tanggung jawab kamu sekarang, maaf kalo nanti nya akan bikin kamu repot," ujar nya.


"Ayah, tapi Kaila gak mau ikut dia Kaila mua di sini aja," rengek nya membuat Revan gemas.


Abang pun membujuk anak kesayangan nya itu, dan memberikan nasehat kalo wanita yang sudah menikah harus nurut kepada suami nya.

__ADS_1


__ADS_2