Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Pertemuan dengan calon suami.


__ADS_3

Hari minggu pun tiba, Kaila membantu Bunda nya masak di dapur di bantu Bi Sami yang membantu memasak hari ini.


"Bunda masak nya banyak banget?" tanya Kaila heran.


"Kan kita mau ada tamu sayang, kata tante Dini mereka udah di jalan sebentar lagi sampai, pasti kan mereka lapar apalagi habis perjalanan jauh," ujar Icha.


"Ohh kirain gak jadi kesini, tadi nya aku mau beli buku sama Desi," ujar nya.Kaila merasa kesal kenapa nanti saja sih kesini nya baru juga aman Haikal udah pulang ke rumah nya ehh sekarang ada lagi yang bikin mood nya hilang.


"Udah kamu mandi sana ini udah hampir selesai biar bi Sami yang bantu Bunda di sini," ucap nya.


"Jangan lupa pake baju yang bunda kasih semalam," ujar nya.


Kaila pun hanya mengangguk pasrah dia melangkah menaiki tangga menuju kamar nya.


"Andai aja gue bisa memilih pasti gue udah jadian sama Kak Andra, dari dulu Dava sama Satria yang terus gangguin gue agar gue gak bisa dekat dengan cowok mana pun sekarang kak Haikal, bener-bener gak ada bebas nya hidup gue," gumannya.


Dia pun langsung mendi dan besiap namun Dia tak memakai baju yang di siapkan Bunda nya karna dia tidak suka memakai dres seperti itu.


"Maaf Bun aku gak nyaman kalo pake gituan," gumannya.


Kaila pun memakai celana lepis kebesaran dan baju rajut yang pas di badan nya yang ramping tak lupa mengikat rambut nya tinggi.


"Bunda mana?" tanya nya kepada Bi Sami yang sedang menyiapkan minuman di dapur.


"Di depan Neng sepertinya tamu nya Ibu sudah datang," jawab Bi Sami dan Kania pun mengangguk.


Dia pun berjalan menghampiri tamu orang tuanya itu dengan senyum yang mengembang.


"Sayang sini," ucap Icha melambaikan tangan nya dari ruang tamu.


"Nah Din ini anak gue, dulu waktu loe kesini Kaila masih tk," ucap Icha.


Ya tamu Icha adalah Dini sahabat nya waktu SMA, dia datang bersama Adam suaminya dan kedua Revan anak nya.


Kaila pun tak lupa menyapa mereka dan mencium tangan Adam dan Dini.


"Selamat siang om, tante senang bertemu kalian," ucap nya tersenyum manis.


"Kami juga sama senang sekali bertemu dengan kalian, kamu masih ingat kan ini Revan anak Om dan tante, dulu kalian pernah ketemu," ucap Dini.

__ADS_1


Namun Kaila hanya mengangguk dia lupa kalo sudah pernah bertemu dengan mereka.


Berbeda dengan Revan yang sudah besar kala itu dia mengingat pertemuan mereka yang sampai saat ini belum bisa di lupakan nya.


Dulu saat Revan akan menjahili Kaila tak sengaja menabrak Revan sampai tercebur ke kolam renang.


Disitu lah Revan mulai benci dengan gadis nakal itu.


Revan menatap Kaila tanpa exspresi, dia terlihat sangat arogant di mata Kaila.


Bi sami pun datang membawa minuman untuk mereka, untung saja makanan nya sudah di siapkan dari tadi di meja jadi tidak terlalu repot.


"Eh ko gue gak liat Risa apa dia gak ikut?" tanya Icha.


"Dia ada acara sekolah besok jadi gak bisa di tinggal kami akan dua hari di sini menengok cucu anak nya kak Arif yang melahirkan," ucap Dini.


"Terus dia sama siapa di rumah?"


Revan mempunyai adik yang bernama Clarisa dia seumuran dengan Kaila.


"Gue titipin sama Omanya,rumah kami kan dekat cuma beda blok saja," jawabnya.


"Kalian udah datang?" tanya Abang memeluk Adam sahabat nya itu.


"Kita baru datang kok," jawab Adam tersenyum.


"Ya sudah ayo kita makan dulu, kalian pasti laperkan lama di perjalanan," ujar Abang.


Memang benar Jakarta Bandung lumayan jauh mereka langsung ke rumah Icha sebelum ke rumah orang tua Adam.


Mereka pun makan siang bersama, Kaila nampak malas berada di sana apalagi ada Revan di sana, sepetinya laki-laki itu sama dengan nya terpaksa menerima perjodohan ini.


Setelah itu mereka pun berbincang di depan kolam renang.


Adam dan Abang membicarakan soal bisnis mereka, sedangkan Icha berbincang dengan Dini.


"Nah Revan ini calon istri kamu di masa depan jangan sampai kamu mengecewaan Mama dan menyakiti Kaila, dia sudah seperti anak Mama sendiri," ucap Dini. sedangkan Revan hanya mengangguk.


"Sebaiknya kalian berbincang agar bisa mengenal satu sama lain," ujar nya.

__ADS_1


Kaila pun hanya melirik nya saja tanpa ada niat memulai pembicaraan setelah Icha dan Dini meninggalkan mereka.


Dini dan Icha masuk ke dalam rumah mereka sengaja memberi kan mereka kesempatan untuk ngobrol berdua.


Hening tak ada satu kata pun yang terucap dari mulut mereka, hingga Kaila pun memberani kan diri memulai pembicaraan.


"Gue harap loe bisa bujuk nyokap loe agar membatalkan perjodohan ini," ujar Kaila menatap lurus kedepan.


"Kenapa gak loe aja yang bilang ke mereka, lagian gue juga gak mau kali sama bocah kaya loe," jawab Revan


"Udah gue udah bilang tapi nyokap gue gak dengerin ya siapa tahu aja kalo loe yang bilang mereka akan dengerin loe," ujar Kaila.


"Loe tenang aja gue akan bujuk mereka, lagian apa-apaan sih harus pake jodoh-jodohan segala gue udah punya cewek yang gue suka,"


"Gue juga sama punya cowok yang gue suka, yang pasti yang seumuran lah sama gue,"


"Ya emang harus gitu lagian gue mana bisa suka sama loe udah kerempeng dada loe juga cuma sebesar lemon," ujar nya menaikan sebelah alis nya.


"Apa loe bilang hemm kurang ajar loe emang," ucap Kaila menyipit kan mata nya kesal dengan omongan Revan yang sedikit menyinggung nya.


"Emang kenyataan nya kaya gitu, loe jauh dari tife gue," ujar nya.


Kaila ingin sekali menampar bibir si Revan yang kurang ajar itu namun dia mengurungkan niat nya ketika melihat orang tua mereka berjalan mendekat,Icha membawa nampan berisi beberapa mangkuk seblak.


"Sayang ambilin dua mangkuk lagi di meja itu buat Revan dan Al, sengaja di pisahin bawanya kerna mereka gak suka pedes," ucap Icha.


"Iya bun," jawab nya Kaila pun lantas berdiri meninggalkan mereka.


Sedangkan Dini tersenyum membawa nampan berisi jus jeruk untuk mereka,dia pun melatakan nya di meja dan duduk di samping Revan.


"Lagi ngomongin apa sih serius banget?" bisik Dini.


"Gak ko ma cuma ngobrol biasa aja lah nanyain sekolah dia," bohong nya.


Sedangkan Kaila sudah sampai di dapur, untuk mengambil seblak yang Icha maksud.


Ternyata di dapur tidak ada siapa-siapa selain diri nya, Kaila pun tersenyum mempunyai ide buat ngerjain si Revan.


"Liat aja apa yang bakal gue lakuin," gumannya sambil cekikikan.

__ADS_1


__ADS_2