
Waktu sudah mulai sore Kaila mengikuti Firman mencari Kayu bakar, sedangkan Desi dan Satria mencari Air di sungai.
Mereka membagi tugas agar semua berjalan lancar, namun saat mencari kayu bakar Kaila nampak kebingungan karna Firman sudah tidak ada di dekat nya.
"Fir,Firman loe dimana jangan jauh-jauh dong gue takut," teriak nya.
"Apa gue tertinggal ya, tadi gue masih denger Firman nyanyi-nyanyi dekat gue tapi sekarang kemana dia," gumannya.
"Ya Tuhan lindungi aku, aku benaran takut sedirian,"gumannya lagi.
Kaila pun berjalan sambil memunguti ranting-ranting pohon, Dia berharap bisa cepat keluar dari sana dan bergabung lagi dengan teman-temannya.
Namun hari sudah mulai mau gelap Dia masih belum menemukan Firman di sana, Dia pun mulai panik dan ketakutan.
"Firman gue mohon jangan tinggalin gue, gue takut," ujar nya mengeratkan ranting kayu yang ada di tangan nya.
Kaila terjatuh karna terus berlari jaket na tak sengaja terkena ranting kayu dan sobek lumayan besar.
"Ahh sial kenapa juga harus jatuh sih," gumannya Kaila pun terpaksa melepas kan jaket nya.
Firman sendiri sudah ada di tempat kemah bergabung dengan yang lain, Desi dan satria juga sudah ada di sana memasak makanan untuk makan malam mereka.
"Ehh Firman mana Kaila dari tadi kita gak liat dia?" tanya Desi baru ingat kalo sahabat nya itu tak ada di sana.
"Loh bukannya Dia udah balik dari tadi, tadi dia marah sama gue karna di kerumini semut gue kira dia balik duluan," jawab nya mulai khawatir.
"Loe yang bener aja, apa jangan-jangan Kaila masih di sana lagi," ucap Satria mulai kesal.
"Bisa jadi ayo cepatan cari, gue ikut kalian," ucap Desi ikutan berdiri.
"Loe sebaiknya tunggu di sini Des, ini udah mau gelap kita aja para cowok yang cari Dia, loe lanjutin aja masak nya loe tenang aja semua akan baik-baik aja," ucap Satria mengelus pundak Desi.
Mau tak mau Desi pun menuruti perintah Satria,Dia hanya bisa menunggu sambil berdo'a semoga Kaila baik-baik saja.
Kaila sendiri masih mencari jalan keluar Dia sekuat tenaga menahan rasa takut nya namun lama-kelamaan air mata nya pun tak bisa di bendung lagi.
"Tolong hik hik.. gue takut," ujar nya melihat hari yang sudah mulai agak gelap.
Kaila pun terus berjalan tak tahu sekarang dia ada dimana, Dia juga lupa tidak membawa ponsel nya jadi tidak bisa meminta bantuan.
__ADS_1
"Tolong siapa pun tolong gue," teriak nya sambil duduk menahan kaki nya yang sakit karna tersandung akar pohon.
Sebuah tangan menyentuh pundak nya, Kaila yang sedang menangis pun berhenti dan meloleh.
"Kai loe gak papa?" tanya pria itu.
"Kak Andra gue takut," ujar nya langsung mememluk Andra dengan erat.
"Kamu tenang ya aku ada di sini buat kamu," ujar nya mengelus kepala Kaila dengan sayang.
Andra teringat tadi sore saat tak sengaja mendengar pembicaraan teman-teman Kaila yang mengatakan Kaila belum kembali dari hutan.
Lantas Dia pun segera pamit kepada teman-teman nya mau ke sungai sebentar padahal Dia akan mencari Kaila ke dalam hutan.
Dia sangat tahu Kaila sangat takut bila di hutan sendirian, jadi Dia berlari mencari Kaila sendiri hampir 30 menit Dia mencari, untung saja suara tangis Kaila terdengar jadi Andra bisa menemukan nya dengan mudah.
Kaila pun masih terisak bukanya Dia cengeng namun Dia benar-benar takut sekali pikiran nya teringat saat kemah dulu yang berakhir di rumasakit.
"Kuat jalan gak, kalo gak kuat aku gendong," tanya Andra.
"Aku masih kuat ko, ayo yang lain pasti nyariin kita," ujar Kaila.
Mereka pun berjalan bersama, mereka bertemu dengan Firman dan Satria tak jauh dari sana.
"Ihh apaan sih loe gue gak papa gak usah lebay juga," ujar nya melepaskan pelukan Satria.
Sedangkan Andra hanya tersenyum melihat nya, Firman sendiri merasa bersalah karna meninggal kan Kaila di sana.
"Kai maafin gue yah, gue beneran gak sengaja nginggalin loe gue kira loe udah pulang duluan," ucap Firman.
"Udah gak papa, ayo balik jangan sampai guru tahu kalo kita ada di sini," ucap Kaila.
Mereka pun berjalan kembali ke tenda, bergabung dengan yang lain.
Desi juga bisa bernafas lega saat melihat Kaila ada bersama mereka.
"Kai loe gak papa kan, loe gak ada yang luka?" tanya Desi memeluk Kaila.
"Iya gue gak papa," ujar nya tersenyum melihat sahabat nya yang nampak menghawatirkan nya.
__ADS_1
"Jaket loe mana, bukannya tadi loe pake jaket pas ke sana?" tanya Desi heran.
Firman pun ingat tadi Kaila memakai jaket barwarna Army, namun sekarang yang di lihat nya Kaila hanya memakai kaos pendek yang sudah kotor dan lusuh.
"Tadi jatuh sobek terkena ranting pohon jadi gue buang," ujar nya.
"Trus loe gimana dong pasti kedinginan, Sat kasih punya loe bawa dua kan loe?" ucap Desi, Dia hanya membawa satu itu pun di pake oleh nya.
"Gue cuma bawa ini doang, tapi gak papa deh nih pake," ujar nya. Satria pun melepaskan jaket nya dan menyerahkan nya pada Kaila.
"Trus loe gimana, loe pasti kedinginan juga kan," ujar Kaila merasa tak enak.
"Kamu pakai jaket ku aja nih aku bawa dua," ujar Andra yang tak tahu dari mana tahu-tahu sudah membawa jaket saja.
Ternyata tanpa sepengetahuan mereka Andra kembali ke tenda nya mengambil jaket di dalam ransel nya.
"Tapi ..
"Udah ambil aja kasian Satria kalo harus kedinginan,"
Kaila pun lantas mengambil nya, dan mengucapkan terimakasih.
"Makasih banyak kak, maaf ya udah ngerepotin," ujar nya sambil menunduk.
"Gak papa kamu nyantai aja yah," jawab nya tersenyum.
"Ya udah loe istirahat dulu sana gue mau siapin dulu makanan buat makan malam kita," ucap Desi.
Kaila pun masuk ke dalam tenda untuk mengganti baju nya yang sudah kotor, Dia juga membersihakan wajah nya dengan tisu basah.
Setelah selesai Dia bergabung dengan Desi, untuk makan malam sebelum acara api unggun.
"Loe masak apa?" tanya Kaila.
"Mie instan tapi kalo loe mau ada nasi kok," ujar Desi.
"Gue mau seperti yang loe makan kaya nya enak,"
"Ya udah tunggu di sini gue bikinin jangan kemana-mana," ujar nya dan Kaila pun mengangguk.
__ADS_1
Setelah menunggu Desi memberikan satu mangkuk mie komplit dengan sawi dan Cabai merah.
Kaila makan dengan lahap, sungguh Dia sangat lapar sekali dari tadi tidak makan siang.