
"Naura Mama udah pilihkan pria yang baik untuk kamu dan Mama harap kamu tidak usah protes," ucap Widya dan itu sukses membuat Naura kaget dan menggelengkan kepala nya.
"Aku gak akan nikah sama siapa pun kecuali Sean," ucap nya sendu namun ibu nya nampak tidak mendengarkan dan malah memberikan sebuah surat undangan kepada nya di sana tertulis nama S Gumilang Atmaja.
Naura langsung pergi begitu saja tanpa membuka surat undangan itu dia hanya melirik ada nama nya dan juga nama pria yang tak di kenal nya.
Widya pun hanya menghela nafas dia benar-benar harus bisa tega kepada anak nya ini demi kebaikan nya.
Selama beberapa hari Naura nampak diam dan jarang bicara, dia benar-benar kesal dengan orang tuanya yang bertindak seenak nya sedangkan Sean sendiri tidak tahu kemana.
Satu minggu berlalu Naura di ajak pergi oleh Mama Widya namun dia bingung karna dia tidak di beri tahu mau pergi kemana.
"Ayolah Ma kita mau kemana sih kenapa harus pake pakaian kaya gini?" tanya Naura heran masa mau ke undangan harus pake gaun mewah seperti ini kaya mau jadi pengantin saja.
Ya memang sebelum pergi Naura diajak ke salon dulu untuk berdandan, dan memakai baju yang sudah di pesan nya di butik.
"Sabar sayang nantu juga kamu tahu dan minumlah sayang kamu pasti haus," ucap Mama Widya memberikan dia satu botol air mineral.
Tak lama kemudian Naura pun terlelap, Widya memang sengaja memasukan obat tidur ke dalam air minum nya.
"Maafkan Mama Naura," ucap nya.
Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah Vila, dan Papa Ivan pun mengangkat tubuh Naura dan membawa nya ke dalam kamar.
Sedangkan Kaila yang sudah ada di sana menatap Naura heran kenapa dengan sepupu nya itu.
"Om Kak Naura kenapa?" tanya Kaila cemas.
__ADS_1
Sedangkan Ivan tidak menjawab dia malah melirik istri nya seolah dia juga tidak tahu apa-apa, Widya yang mengerti pun langsung menjawab.
"Kakak mu gak papa kok dia cuma lagi tidur, gimana persiapan nya sudah siap semua?" tanya Widya dan Kaila pun menganggukan kepala nya.
"Udah tan ada Bunda sama yang lain nya yang urus," jawab nya mengikuti Ivan kekamar Kaila akan menemani Naura di kamar sedangkan Widia akan bergabung dengan yang lain.
Ini adalah kejutan ulang tahun untuk Naura dan semua keluarga dari Bandung pun hadir termasuk kakek dan Nenek nya.
"Aduh kak Wiwid bikin repot aja sih pake acara ginian segala," ucap Icha sedangkan suami nya hanya tersenyum.
Sudah lama sekali rasanya dia tidak melihat istrinya menggerutu seperti itu.
"Bunda gak malu apa sama calon cucu berguman terus," ucap Abang Zaenal mengingatkan.
Icha pun tersenyum ternyata umur nya semakin tua tak terasa bayi mungil nya akan menjadi ibu.
"Rasanya kaya mimpi yah kita mau jadi kakeh sama Nenek gimana tanggapan Mega sama Iqbal nanti yah," ucap nya terkekeh geli.
Sedangkan Bu Yani nampak terkekeh mendengar obrolan anak dan menantu nya itu.
Acara pun akhirnya di mulai keluarga Atmaja pun akhirnya datang mereka semua hadir dalam acara itu termasuk Rizky dan juga Rico ada juga keluarga besar Cerry di sana.
Sedangkan Naura baru saja terbangun dari tidur nya dia kaget saat melihat ada Cerry dan Kaila ada di sana.
"Kalian kok ada di sini, eh aku dimana nih perasaan aku tadi ada di mobil," ujar nya memegang kepala nya yang sedikit pusing.
Cerry dan Kaila nampak saling melirik mereka bingung harus bilang apa, namun Kaila juga gak bisa jujur takut nanti tants Wiwid marah padanya.
__ADS_1
"Kita ada di Vila nya temen Om Ivan ada acara pesta," ucap Cerry melirik Kaila seolah meminta bantuan.
"Kalo gitu ayo kita keluar bergabung sama yang lain," ucap nya.
Kaila dan Carry gelagapan malihat Naura turun dari tempat tidur sedangkan mereka belum di kasih kabar oleh Widya.
"Ehh kakak mau kemana diem di sini dulu yah," bujuk Kaila.
Namun Naura nampak tidak mendengarkan apa yang Kaila kata kan di segera berlari ke arah keramaian namun dia mematung saat melihat Sean duduk di depan penghulu dan mereka ****** mengucapkan sah.
Naura bingung Sean menikah dengan siapa, jadi ini yang Sean lakukan di belakang nya dan Naura pun salah paham dia berlari meninggalkan acara sambil menahan tangis sedangkan Cerry dan Kaila nampak bingung karna tidak menemukan dimana Naura berada.
"Kaila, Cerry kalian kok malakmh disini dimana Naura?" tanya Widya bingung.
Sedangkan Kaila dan Cerry saling melirik mereka bingung harus bilang apa sama Widya.
"Itu emm.. kak Naura kabur tan," jawab Kaila dan itu sukses membuat Widya melebarkan matanya.
"Apa?? kenapa kalian biarin dia kabur," ujar nya membuat Ivan dan yang lain menghampiri nya karna suara Widya memang sedikit keras.
"Ada apa sih Mah kok marah-marah gitu," tanya Ivan mengelus pundak nya pelan.
Sedangkan Kaila dan Cerry sudah menundukan kepalanya mereka merasa bersalah karna sudah membiarkan Naura kabur.
"Maafkan tante ya anak-anak tante kaget mendengar nya, bukan salah kalian kok ini salah tante karna usah nyuruh kalian jagain Naura," ucao nya sendu.
Sedangkan mereka menggelengkan kepala nya karna tak bisa menjaga Naura dengan baik.
__ADS_1
Sedangkan Ivan sudah menyuruh anak buah nya mencari Naura ke seluruh vila, untung saja salah satu diantara mereka ada yang melihat Naura dia nampak berjalan keluar gerbang.
Sedangkan di dalam Vila nampak Sean tersenyum bahagia akhirnya dia bisa menikahi gadis cantik pujaan hati nya itu,dia tidak menyangka akhirnya akan bisa sampai di titik ini.