
Iqbal pun menceritakan pertemuan nya dengan Amanda,Icha dan Putra tadi siang dan tak ada yang terlewat satu pun.
Mega nampak menghela napas, kenapa juga harus bertemu Amanda di saat seperti ini, pasti Icha sangat merasa bersalah kepada Desta.
"Aku yakin Icha gak mungkin bisa membenci orang lain walau pun orang itu sudah menyakitinya," ujar Mega.
Dia sangat tahu saat Icha terpuruh mendengar berita itu, walau pun Mega tak menyaksikan nya tapi dia yakin Icha sangat sedih kala itu.
"Jadi tante Manda orang ke tiga di antara bunda sama om Desta?" tanya Kaila, sedangkan Satria hanya menyimak.
"Iya begitu lah," jawab Mega.
"Kasian ya bunda,"
"Makanya bunda sama mama gak biarin kamu pacaran karna takut kamu sakit hati, bunda sangat menyayangi mu jadi dia menjodohkan kamu dengan Revan agar tak ada wanita lain atau laki-laki lain di antara kalian," ucap Mega.
"Kalian gak tahu aja kalo aku udah pacaran lama sama kak Andra, semoga saja Kak Andra yang akan menjadi jodohku nanti bukan Kak Revan," batinnya.
"Iya aku tahu bunda ngelakuin itu karna bunda sangat sayang padaku," jawab nya.
"Sudah jangan pikirkan tentang orang tuamu, kalian pokus dengan pelajaran sekolah bukannya kalian sebentar lagi ujian sekolah," ujar Iqbal.
"Iya kan aku cuma penasaran, om Desta itu yang ketemu pas acara om Febri bukan ma?" tanya Kaila masih penasaran.
"Iya kamu masih ingat?" tanya Mega tersenyum.
"Ingat dong kan mama yang ngenalin,kalo di liat om Desta ganteng juga ya ma pantas saja tante Manda suka dan rebut om Desta dari bunda,"
"Tapi masih gantengan papa kalo di banding dia, Desta mah lewat," ucap Iqbal tertawa kecil.
"Istt narsis," ujar Kaila.
"Buktinya mama Mega sampe klepek-klepek sama papa," ujar nya melirik Mega sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Ihh papa kok jadi genit gini sih," ucap Kaila.
"Iya papa kamu tuh Kai yang kaya gitu," timpal Satria terkekeh.
"Enak aja papa kamu lah, oyah mama punya mantan pacar?" tanya Kaila kepo dan Mega pun menggeleng.
__ADS_1
"Kalo papa punya gak?"
"Papa juga gak punya, kan dulu nya cuma jagain Icha mana ada waktu cari pacar, hingga akhirnya ketemu mama kamu cinta masa kecil papa," ujar Iqbal menjelaskan.
"Kaya kamu sama Satria saling menjaga sebelum bertemu jodoh kalian," lanjut nya.
Mereka pun mengangguk sebegitu dekat nya Iqbal dan Icha dulu hingga membuat orang lain menyangka kalo mereka benar-benar pacaran.
Setelah ngobrol panjang lebar akhir nya Kaila dan Satria pun masuk ke kamar masing-masing untuk tidur.
***
Keesokan harinya Kaila sudah bangun,karna Mega yang pagi-pagi membangunkan nya.
Mega sudah tahu kalo anak gadis nya itu susah bangun jadi dia lebih dulu membangunkan nya kemudian membangunkan Satria.
"Ayo sarapan dulu, mama udah siapin makan siang untuk kalian jangan jajan sembarangan," ucap Mega memberikan kotak bekal masing-masing.
"Papa mana mah ko gak ikut sarapan?" tanya Satria meneguk susu hangat nya.
"Papa ke bengkel katanya ada hal penting yang harus di urus," ujar nya dan mereka pun melanjutkan sarapan nya.
Setelah selesai sarapan mereka pun pamit mengendarai motor masing-masing,sesampai nya di sekolah Kaila langsung di sambut oleh sahabatnya Desi.
"Emang kenapa sih gue lupa matiin ponsel gue dari semalam," jawab nya.
"Gue liat kak Andra makan malam sama cewek lain, nih liat video nya kalo gak percaya," ujar Desi menyerahkan ponsel nya.
"Loe liat dimana kok bisa kebetulan gini?" tanya Kaila sedikit sedih melihat Andra nampak bahagia dengan wanita yang sama yang Kaila lihat kemarin.
"Gue kemari di ajak papa mampir ke Restoran nya kakek nah gue gak sengaja liat mereka, gue nelponin elo tapi gak aktip ya udah gue video aja biar loe percaya," ucap Desi.
"Sebaiknya loe cari tahu apa yang sebenarnya terjadi jangan dulu berpikir macem-macem," ucap Desi mengingatkan.
"Iya nanti gue tanya sama kak Andra apa yang sebenar nya terjadi," ujar Kaila.
Kaila nampak murung setelah melihat video itu apalagi kemarin dia juga melihat dengan mata nya kalo Andra tertawa bersama wanita itu.
Jam istirahat pun tiba kini mereka sudah berada di kantin.
__ADS_1
"Loe mau pesan apa?" tanya Desi.
"Gue bawa bekal kok,loe aja yang pesan sana," ujar nya, Kaila merasa mood nya sedang buruk dia tidak merasa lapar sama sekali.
"Ya udah tunggu di sini ya gue pesen dulu," ujar nya.
Desi pun meninggalkan Kaila sendiri tak lama kemudia Shovia datang dengan wajah yang sedih.
"Kai..," sapa Via.
"Hay ayo sini duduk," ajak Kaila.
Shovia pun mendekat dan segera duduk di hadapan Kaila, dia pun tanpa basa-basi langsung meminta maaf padanya.
"Kai aku benar-benar minta maaf ya atas kejadian kemarin, aku juga minta maaf atas kesalahan mama aku sama bunda kamu di masalalu mama udah cerita semua nya sama aku," ucap Shovia panjang lebar.
"Kamu gak usah minta maaf, kita cuma anak-anak gak tahu apa-apa kan tentang mereka, jadi jangan merasa bersalah ya lagian bunda juga kan udah maafin mama kamu," jawab Kaila tersenyum.
"Makasih ya Kai," ucap Shovia.
Tiba-tiba Desi datang membuat mereka kaget."Hey lagi bicaraan apa sih serius benget?" tanya Desi kepo.
Desi membawa satu mangkuk baso dan dua gelas jus jeruk,satu untuk nya dan satu untuk Kaila.
Kaila dan Shovia pun saling melirik lalu menggelengkan kepala.
"Gak kok kita cuma bahas kuliah, iya kan Via," ucap Kaila berbohong.
"Iya, jadi kamu mau kuliah dimana Kai?" tanya Via.
"Kaya nya di universitas X bagus,Ayah sama Om Adit juga kuliah di sana," ucap Kaila.
"Aku mau kuliah bareng kalian,papa juga nyaranin aku kuliah di sana," ucap Desi.
Alex dan Abang memang dulu satu kampus hingga sama-sama lulus.
"Kalo kamu Via mau kuliah dimana, kamu kan pinter nih pasti dapet beasiswa ke luar negri," ucap Desi.
"Aku gak tahu kalo pun dapet juga kaya nya aku gak bisa deh ninggalin mama dengan kondisi kaya gitu, paling aku cari yang dekat aja," ujar nya.
__ADS_1
Mereka berbincang sambil menghabiskan makan siang nya, Kaila masih melirik sana sini mencari Satria yang tak terlihat batang hidung nya.
Kaila sudah tidak satu kelas lagi dengan Satria jadi kalo mau ketemu harus nyamperin ke kelas nya.