Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Ada apa?


__ADS_3

Ifa pun berlari membuka pintu sedangkan Icha dan Abang saling melirik, dan mengkori Ifa di belakang.


"Loh Ibu sama Bapa dari mana ko bawa tas dan koper besar?" Tanya Icha heran melihat Bapak mendorong koper besar.


"Icha kalian sudah pulang berlibur nak?" Ujar Ibu memeluk Icha sambil menangis , Icha pun semakin bingung karna Ibu tidak menjawab.


"Sebenarnya ini ada apa? Nabila, Naura kalian di sini? " Ucap Icha heran, Icha pun melepasakan pelukan Ibunya dan memeluk kedua keponakannya itu.


" Tante Icha... Hik.. hik.. ," Naura pun menangis memeluk Icha erat, sedangkan Nabila mengusap air mata nya menahan tangis Dia sedikit tegar di banding Naura adiknya .


"Kalian kenapa mana Mamih sama Papih kalian?" Icha masih bingung melihat mereka bungkam.


"Mamihhh... hik.. hik.., " Naura tambah histeris.


"Ibu, Bapak ada apa ini?" Tanya Icha, sedangkan suaminya sama bingungnya.


"Ifa bawa keponakanmu ke kamar nak, Ibu mau bicara dulu sama Tetehmu, " Ucap Ibu dan Ifa pun mengangguk.


Icha pun melepas pelukannya menatap wajah orang tuanya yang terlihat sedih.


"Ayo sayang kalian ikut ateu Ifa dulu ya, kalian pasti cape butuh istirahat, " Seru Ifa, menggandeng tangan kedua keponakannya itu .


Mereka pun mendorong koper masing-masing mengikuti Ifa masuk ke kamar tamu.


Setelah kepergian Ifa, mereka pun mengajak Icha dan suaminya duduk.


"Ayo kamu duduk dulu , Bapa akan menjelasakan semuanya, " Ucap Pa Harun.


Icha pun melirik suaminya, mereka pun duduk di kursi besebrangan dengan orang tua Icha.

__ADS_1


"Icha, sebenarnya Aulia dan suaminya kecelakaan pesawat beberapa hari yang lalu dan baru kemarin di temukan janazahnya, kami kemarin pagi sekali pergi ke Jakarta, dan saat kami tiba mereka baru saja akan di makam kan, Ibu sama Bapak juga tidak menyangka akan seperti ini, begitu juga Ibu nya Farhan beliau terus saja pingsan selama pemakaman begitu juga Nabila dan Naura yang terus histeris, jadi kami memutuskan menginap satu malam, Icha kamu harus kuat ya demi mereka ya, " Ujar Pa Harus mengelus pundak istrinya yang masih segukan.


Icha pun masih diam tanpa exspresi mambuat Abang bingung dan memegang pundak istrinya itu.


"Sayang kamu gak papa kan?" Ujar Abang membuyarkan lamunan Icha.


"Ini cuma mimpi kan? ini gak nyata kan? semua bohong kan? jawab Bu, Pak? " Tanya Icha histeris.


"Istigfar nak, " Ucap Ibu.


Icha pun melepaskan tangan Abang dan berdiri." Sayang mau kemana? " Tanya Abang tak berapa lama Dia pun terjatuh pingsan untung saja Abang segera menangkap nya.


"Icha..., " Teriak mereka melihat keadaan Icha.


"Sayang bangun, " Ucap Abang.


Abang pun meletakan Icha di atas kasur nya,dan segera mencari kayu putih untuk menyadarkan istrinya itu.


"Sayang bangun, " Bisik Abang memberikan aroma pada hidung Icha.


Tak lama kemudian Icha pun mengerjapkan matanya, Dia pun bangun dan memeluk suaminya sambil menangis.


" Aa... Hik.. hik... , ini bohong kan kenapa teteh Aulia bohongin aku, kenapa?" Ucap nya, sedangkan Orang tua Icha ikut menangis.


"Sabar sayang, semua sudah takdir yang kuasa, kamu yang tenang yang tegar kasian keponakan kamu, " Ucap Abang mengingatkan Icha.


"Aku masih ingat saat malam pernikahan kita, teteh sempet vidio call Dia dan suaminya janji akan segera pulang dari sana dan menemuiku, tapi mana? " Isaknya.


Orang tua Icha pun keluar kamar meninggalkan mereka berdua, biar suaminya saja yang menenangkannya pikir mereka.

__ADS_1


"Sudah takdir sayang kamu yang ikhlas ya,ingat ada Aa di sini ," Ucap nya mengelus kerudung Icha.


.


Di kamar tamu Naura masih saja menangis, sedangkan Kakaknya merebahkan tubuhnya di kasur.


"Sabar ya cantik, Tuhan pasti memberi hikmah pada semua kesabaran kita, " Ujarnya mengelus kepala Naura.


Kedua keponakan nya itu akhirnya tertidur setelah itu Ifa keluar kamar menemui Orang tuannya di ruang tamu.


"Loh teh Icha kemana? " Tanya Ifa yang hanya melihat orang tuanya saja.


"Di kamar, tadi Dia syok dan sempat pingsan mungkin Icha butuh waktu nerima semua ini, " Ujar Ibu meneguk segelas air putih.


"Kasih tau Bi Asih sama Enin sekalian biar mereka tidak syok, dan nanti kamu langsung pulang kuliah jangan lemons mana, bantu acara tahlilan untuk mereka habis Isya ," Ifa pun mengangguk.


"Baik kalo gitu, gimana sama Teh Irma apa sudah tau? "


"Irma sudah Ibu telpon Dia bilang nanti akan ke sini dengan Hermawan, " Ucap Ibu.


"Apa teh Irma sudah tau? " Tanya Ifa.


"Belum nanti saja kita kasih tau sekalian takut nya jadi kepikiran, " Seru Pa Harun.


"Ya sudah kalo gitu, Ifa ke kamar dulu mau siap-siap kuliah bentar lagi, " Seru Ifa meninggalkan orang tuannya.


" Ibu juga harus istirahat ayo masuk kamar dari semalam Ibu cuma tidur sebentar, " Seru Pa Harun, mengajak Istrinya itu masuk kamar.


Mereka pun merebahkan tubuhnya, menghilangkan rasa pusing akibat kurang tidur.

__ADS_1


__ADS_2