Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
curiga


__ADS_3

"Bagaimana kabar Mamih apa sudah mendingan?" tanya Rey, Dia sudah berada di rumasakit.


"Mamih sudah sehat, kata Dokter sore ini juga bisa pulang," jawabnya.


"Syukurlah," ujar Rey, selama beberapa bulan ini Ibunya berobat ke Singapura dan sekarang sudah bisa berjalan lagi meski masih memakai tongkat.


Dokter pun masuk untuk memeriksa kembali keadaannya.


"Bagaimana Dok apa ada masalah?" tanya Rey.


"Tidak ada, Nyonya baik-baik saja dan bisa segera pulang," jawab Dokter cantik itu.


"Baiklah Dok, terimakasih banyak," ucap Rey Dokter itu mengangguk dan segera keluar dari ruang rawat.


Rey pun segera membayar administrasi nya setelah itu Dia membantu Ibunya keluar dari sana.


.


Icha sudah lama menunggu suaminya di depan kantor namun belum juga datang.


"Kemana sih kok lama banget gak biasanya kaya gini, dari sana ke sini kan dekat 10 menit juga nyampe," gumannya melirik jam tangannya sudah setengah jam Dia menunggu.


Icha terus saja menelpon suaminya itu namun tidak aktip.


"Kebiasaan deh kalo genting kaya gini, malah suka ngilang," Icha pun semakin kesal.


Dia pun menelpon Boy menanyakan ke adaan suaminya itu.


"hallo Asalamualaikum,


"Walaikum salam,"


"Boy, apa kamu masih di Disto?"


"Masih Bu Bos, ini baru mau pulang."


"Apa Bos kamu masih di sana?"


"Kan sudah pulang dari tadi Bu, apa belum sampai?"


"Masa sih, aku udah nunggu dari tadi ko belum datang juga yah,"


"Mungkin macet kali bu, tunggu aja bentar lagi,"


"Baiklah."


Icha pun mematikan ponselnya dan memasukannya ke dalam tasnya.


"Cha kamu belum pulang?" tanya Ivan yang tiba-tiba datang.


"Belum Kak, nunggu suami tapi belum datang juga," ucapnya.


"Aku anterin ke Disto suami kamu gimana?"

__ADS_1


" Udah Otw katanya, tapi gak nyampe-nyampe," jawabnya.


"Oh ya udah kalo gitu, aku duluan ya kamu hati-hati sudah mulai gelap," ucap nya, dan Icha pun mengangguk.


Ivan pun pergi mengendarai mobil nya,meninggalkan Icha sendirian di depan kantor.


"Ya Tuhan, Aa kemana sih ko lama banget," gerutu nya kesal.


Icha pun terus menunggu hingga satu jam berlalu, Dia juga sempat sholat Isya dulu di musola dekat kantor nya namun Abang masih belum juga datang.


"Pak apa tadi ada yang datang kemari," tanya Icha pada Security.


"Tidak ada Bu, kami dari tadi berjaga tidak ada yang masuk kemari,"


"Ya sudah terimakasih, boleh saya duduk di sini saya sedang menunggu suami saya," ucapnya.


"Boleh Bu silahkan," jawab mereka serempak, para security itu mengelilingi kantor dan mengunci pintu.


Icha duduk di pos menunggu sambil menelpon suaminya itu yang masih tidak aktip.


"Tau gini gue bawa mobil dari rumah," gumannya kesal karna sudah menunggu lama.


"Apa Ibu masih lama, kami mau mengunci gerbang, karna sudah tidak ada lagi orang di sini," ujar mereka yang baru saja datang .


"Oh begitu ya Pak, saya permisi kalo gitu," jawab Icha, pamit meninggalkan mereka.


Icha pun memesan Taxi, karna sudah terlalu lama menunggu.


Setelah beberapa menit Dia pun sampai di depan rumah nya yang tampak gelap tak ada cahaya.


"Kemana sih Dia gak jelas banget," ujarnya, segera masuk ke dalam rumah dan meyalakan lampu-lampu.


Dia masuk ke dalam kamar segera membersihkan diri.


"Udah jam 9 lebih masih belum pulang kemana sih kalo lembur juga paling sampe jam 8," ujarnya.


Setelah itu Icha memasak di dapur takut nya Abang belum makan malam.


"Masak udah padahal dari tadi laper banget, tapi ko sekarng gak nafsu ya," gumannya hanya minum susu.


Icha pun kembali ke kamar dengan raut wajah yang kesal, Dia menyimpan kalung dalam laci yang tadi siang putus tiba-tiba saat di kantor.


"Eh apa nih ko banyak banget," ujarnya melihat kertas kecil berserakan di sana.


"Bukti trasfer,tapi buat siapa?"


Icha pun meneliti nama tersebut dan semua itu atas nama yang sama.


"Anita Zara,siapa Dia ko aku gak pernah dengar nama itu," Pikirnya.


Icha pun mengambil buku tabungan suaminya yang berada di lemari dan membawanya .


"Aku harus cari tau siapa yang Aa kirim uang yang lumayan banyak ini," ujarnya, untung saja Icha punya banyak teman yang bekerja di Bank jadi Dia bisa meminta bantuan mereka mengecek nya.

__ADS_1


Icha pun mengirimkan no rekening suaminya dan juga nama itu kepada temannya itu, setelah menunggu beberapa menit temannya itu menelpon.


"Hallo Amel gimana?"


"Beneran ini punya suami loe Cha?" ujar Amel di sebrang sana.


"Beneran emang kenapa?"


"Gue kirim rincian nya lewat email loe biar jelas, jangan syok ya gue cuma ngasih tau doang," ujarnya.


"Iya cepetan ah, gue tunggu."


Icha pun mematikan ponselnya dan bergegas mengecek email dileptop nya.


Icha pun menutup mulut nya karna begitu banyak yang Abang kirim ke no rekening itu.


"Sebenarnya siapa wanita itu?" gumannya melihat Icha rincian tanggalnya yang sudah lama.


"Ini kira-kira 8 bulan yang lalu, berati sebelum gue nikah Abang udah tranfer ke no itu, sedangkan gue nikah baru 3 bulan yang lalu,"


Icha pun mematikan leptop nya, Dia benar-benar kesal dengan suaminya itu yang tidak jujur dan terbuka padanya.


Dia segera merebahkan tubuhnya di atas kasur dan tak lama Dia terlelap.


.


Di sisi lain Abang sedang di rumasakit mengantar seorang wanita yang baru saja melahirkan.


"Saya sudah membayar semua administrasi nya dan besok saya kembali lagi, maaf tidak bisa menemani karna istri saya pasti sudah menunggu di rumah," ujarnya, Abang lupa kalo Icha hari ini tidak membawa mobil, karna biasanya Dia akan lembur di Distro bersama Karyawan yang lain.


"Tidak masalah terimakasih banyak Kak," ujar wanita itu dan Abang pun mengangguk.


Setelah itu Dia keluar dari rumasakit dan segera pulang.


Jam 10 Dia sampai di rumah dan langsung masuk ke dalam kamar mencari istrinya, biasa nya Icha masih bekerja bila dirinya datang terlambat.


"Sayang aku pulang," ucap nya membuka pintu, dan kamar sudah gelap hanya lampu tidur saja yang menyala remang-remang.


"Eh udah tidur ya, gak biasanya," ujarnya segera masuk ke kamar mandi.


Dia pun makan malam dulu karna belum sempat makan dari sore karna terlalu sibuk.


"Maafkan aku sayang, pasti kamu nungguin aku terlalu lama," ujarnya melihat makanan yang masih utuh.


Setelah itu Dia ikut merebahkan tubuhnya bersama Icha.


.


Pagi pun menyapa, Icha bangun pagi sekali karna merasakan mual yang luar biasa, Dia melirik suaminya masih tertidur di sebelahnya.


Dia pun segera masuk ke kamar mandi, memuntahkan isi perutnya, setelah itu Dia pergi ke dapur menyeduh teh hangat karna sudah beberapa hari Dia seperti itu.


"Aku harus ke Dokter kaya nya, mana mungkin masuk angin sampe lama kaya gini," gumannya.

__ADS_1


Dia pun mandi dan segera sholat di Musola belakang, tak seperti biasanya mereka akan berjamaah.


__ADS_2