
Setelah makan mereka memutuskan untuk pulang karna sebentar lagi jam lima sore.
"Tunggu bentar ya aku ketoilet dulu," ujar Andra.Kaila pun hanya mengangguk Dia menunggu Andra di tempat parkir sambil melihat ponsel nya.
"Ehh ngapain kak Revan telpon gue, miskol nya banyak banget," gumannya.
Saat Kaila akan membuka chat dari Revan ternyata Andra sudah kembali, Dia hanya melihat nya sekilas dan jadi membalas nya.
"Kakak Bawa apa?" tanya Kaila melihat Andra membawa kotak kecil di tangan nya.
"Ini hadiah pertama dari aku semoga kamu suka," ujar nya.
Kaila pum menerima nya dengan senyuman lebar, apapun itu Dia sangat bahagia sekali menerima nya.
"Makasih banyak kak,"
"Iya sama-sama, ayo aku bantu kamu pake helm nya," ujar Andra membantu memakai helm di kepala Kaila.
Setelah itu mereka pun meninggalkan Mal tersebut menuju tempat tadi dimana Satria pasti sudah menunggu nya.
Ternyata benar Satria sudah menunggu nya di atas motor, untung saja Andra sedikit ngebut.
"Sorry loe udah lama?" tanya Kaila melirik jam tangan nya jam lima lebih lima menit.
"Gue juga baru sampe, ayo cepetan bunda udah sampe rumah nungguin loe," ujar nya.
"Ya udah kak aku pulang dulu yah, makasih untuk hari ini," ucap nya tersenyum.
"Iya sama-sama kalian hati-hati,"
"Iya Kakak juga hati-hati, kabarin kalo udah sampe rumah Asalamuaikum," ucap Kaila melambaikan tangan meninggalkan Andra.
"Walaikumsalam," jawab nya sambil tersenyum.
Lantas Andra pun segera pulang mengendarai motor sport nya.
***
Kaila akhirnya sampai di rumah Satria terdengar suara orang tua mereka sedang tertawa di ruang tv ada Aldian juga yang asyik dengan ponsel nya.
"Asamualaikum," sapa mereka.
"Walaikumsalam," jawab mereka serempak.
"Kalian baru pulang?" tanya Mega.
"Iya maaf telat tadi macet," jawab Satria.
"Kalian dari mana jam segini baru pulang?" tanya Icha.
__ADS_1
"Loe mah curigaan amat, ya habis main lah biarin anak-anak nikmatin masa remaja nya, jangan sampe mereka stres karna di rumah terus, loe juga kan pernah muda," ucap Mega menuding Icha yang terlalu over tehadap anak gadis nya.
"Bukan gitu ihh, gue kan cuma nanya gue khawatir sama Kaila dari semalam gak pulang malah nginep di sini,"
Kaila pun menuduk Dia takut melihat bunda dan Mama nya adu mulut.
"Maafin Kaila bun, kalian jangan bertengkar ya Kaila tahu Kaila salah maaf,"
"Ya udah gak papa bunda juga minta maaf ya sini peluk bunda," ujar Icha merentangkan tangan nya.
Kaila pun berhamburan memeluk Bunda nya, Sedangkan Satria ikut duduk bersama Ayah dan juga Papa nya.
"Udah sekarang kalian bersih-bersih sana, Kai baju kamu udah Mama masukin di kamar tamu jangan tidur lagi di kamar Satria gak baik cewek sama cowok tidur satu kamar," ucap Mega.
"Dari dulu juga tidur satu kamar malahan satu kasur kenapa sekarang gak boleh?" tanya Satria.
"Kalian sekarang udah gede gak baik sayang, udah pokok nya jangan protes," timpal Icha.
Kaila dan Satria pun masuk kamar masing-masing, Kaila langsung masuk ke kamar mandi segera membersihkan tubuhnya.
Setelah mandi dan rapi Dia membuka kotak yang di berikan Andra tadi.
"Kak Andra so sweet banget sih pake ngasih jam tangan segala, pasti mahal banget nih sama kaya yang di kasih tante Irma," ujar nya.
Menurut Kaila harga segitu cukup mahal karna Dia biasa membeli yang harga nya cuma ratusan ribu, sedangkan ini seperti nya lebih dari satu juta.
"Kai.. cepetan di tunggu di musola," teriak Satria di depan pintu kamar nya.
Terdengar bisik-bisik orang tua mereka sebelum berjamaah di mulai.
"Bang kalo loe mau ke rumah Kak Arif bareng sama Mas Iqbal ya biar Icha sama anak anak nunggu di sini," ujar Dini.
"Oke kalo gitu kita berangkat setelah magrib aja takut nya macet," ujar Abang.
Mereka pun sholat berjamaah dengan Abang yang menjadi imam mereka, setelah itu Abang dan Iqbal bergegas pergi kerumah Arif.
"Kita pamit ya, Asalamualaikum," ucap Iqbal dan Abang barengan.
"Walaikumsalam," jawab mereka.
"Hati-hati," ujar Kaila dan di angguki mereka.
"Ayo masuk jangan berdiri diluar terus, kita makan duluan, kalo nunggu Papa sama Ayah kalian pasti lama," ucap Mega mengajak mereka ke ruang makan.
"Iya bener kalian pasti udah laperkan Bunda tadi udah masak bantuin Mama Mega," ucap Icha.
"Wihh kaya nya enak nih, aku belum makan siang soal nya laper banget,"
"Emang kalian tadi ngapain aja sampe lupa makan siang," ujar Mama Mega.
__ADS_1
"Main games nonton," ucap mereka barengan.
Kaila pun mencubit paha Satria yang duduk di sebelah nya.
"Kok gak kompak gitu?" selidik Aldian sambil mengangkat kedua alis nya.
"Ya kita nonton setelah itu main games,iya kan Tria," ucap Kaila tersenyum memberi kode.
"Iya makanya kita gak sempet makan siang saking asyik nya, apalagi tadi Kaila ada temen nya jadi aku di cuekin bun," goda nya.
Kaila pun menendang kaki Satria."Aduhh sakit Kai," bisik Satria menahan sakit di kaki nya.
"Kenapa bisik-bisik?" tanya Mega heran.
"Enggak papa Ma ini Satria katanya lagi gak makan daging jadi mau di kasih ke aku," ujar nya mengambil daging yang ada di piring Satria.
"Ehh kok gitu sih," ujar Satria merajuk.
"Kenapa Tria gak enak ya daging nya?" tanya Mega.
"Enggak ko Ma, cuma lagi gak pengen aja," jawab nya.
Sedangkan Kaila menahan tawa nya sambil terus mengunyah makanan nya.
"Awas aja loe kai gue bales nanti," batinnya.
Mereka pun makan dengan lahap, di iringi canda tawa anak-anak mereka.
Setelah makan mereka berbincang di dekat kolam renang.
"Loe tuh apa-apaan sih pake kaya gitu segala?" tanya Satria kesal.
"Gue cuma bales aja apa yang loe lakuin ke gue, loe kuras abis uang saku gue cuma buat tutup mulut kan sebel banget," ujar nya.
Memang benar Satria meminta uang yang di berikan Mama Mega pada nya tapi tidak semua hanya 200 ribu.
"Jadi loe dendam cuma gara-gara itu, huhh dasar emang loe gak ikhlas banget sama gue,"
"Ya kan loe juga di kasih nya sama 300 gue tadi nya pengen beli sesuatu buat besok tapi loe malah abisin,"
"loe mu beli apa sih sebenernya?"
"Gue mau beliin Shovia sepatu baru kasian tahu sepatu nya udah rusak,"
"Ya udah nanti gue ganti deh sekalian gue tambahin," ujar nya.
"Serius loe,"
"Kapan sih gue bohong sama loe,"
__ADS_1
"MakasihTria loe emang selalu menjadi yang terbaik," ujar nya memeluk Satria dari samping.
Sedangkan Satria hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya melihat Kaila yang terlalu lebay.