Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Kecemburuan Abang


__ADS_3

Icha pun sudah sampai di rumah nya dia di antar pulang oleh Iqbal.


"Kenapa sih bun harus di antar Iqbal segala apa terjadi sesuatu sama mobil kamu?" tanya Abang sedikit tak rela istri nya diantar pulang oleh Iqbal.


"Ceritanya panjang nanti aku cerita sekarang aku mandi dulu yah," ujar nya segera masuk ke dalam kamar mandi.


Terdengar suara mobil, Abang pun segera keluar melihat siapa yang datang ternyata Kaila dan Satria yang datang.


"Asalamualakum," sapa mereka.


"Walaikumsalam," jawab Abang menghampiri mereka.


"Kalian dari mana, kok bunda sampe di anterian Papa Iqbal?" selidik nya.


"Cerita nya panjang yah, terus kita anterin Desi dulu tadi nya Kaila yang mau bawa mobil Bunda cuma Satria kekeh pengen nganter ya udah kita bareng, kalo masalah bunda itu aku yang nyuruh Papa nganter pulang," Mereka pun duduk di ruang tamu.


"Oyah tadi bunda ketemu sama temen lama nya Ayah percaya gak kalo orang tua Shovia itu temen SMA nya bunda," ujar Kaila.


"Kalo temen SMA berati teman ayah juga dong, siapa?" tanya Abang penasaran.


"Iya pasti kenal Papa juga tadi kan langsung kenal pas ketemu mereka," timpal Satria.


"Itu loh yah nama nya Om Putra sama Amanda tapi kaya nya Bunda dulu pernah ada masalah sama tante Amanda, Kai dengar sih soal Desta gitu," ujar kaila menjelaskan.


"Whatt Desta?" tanya Abang sedikit kaget, dia penasaran ada apa sebenarnya yang terjadi.


"Kenapa sih ayah kaya nya kaget gitu Desta itu siapa sih?" tanya Kaila penasaran seperti nya nama itu sangat di hindari pleh orang tuanya.


"Ya sudah lah kamu gak usah tahu,Ayah masuk kamar dulu yah belum sholat ashar kalian juga mandi sana terus sholat," ujar nya langsung bergeges masuk ke dalam kamar dan mengunci nya.


Sedangkan Kaila dan Satria nampak bingung ada apa dengan Ayah mereka kenapa terburu-buru seperti menghindar.


"Gue curiga kaya nya ada seseuatu deh antara bunda dan Desta itu kenapa bunda sampe nangis tadi saat Mama nya Via bahas soal itu," ujar Kaila.


"Iya kaya nya gitu, tapi kalo tanya bunda kaya nya gak mungkin cerita deh gimana kalo kita tanya Papa kaya nya dia juga tahu soal ini,"

__ADS_1


"Oke kita tanya Papa nanti gue nginep di sana gimana?" tanya Kaila, dia benar-benar kepo dengan masalalu orang tuanya itu.


"Oke mandi dulu sana, gue juga mau mandi gerah nanti pake motor loe aja ke rumah gue nya," ujar Satria.


"Siap bos," jawab Kaila sambil tersenyum.


Di kamar Icha baru saja selesai sholat berjamaah dengan suaminya.


"Sayang sini duduk aku kangen sama kamu," ucap Abang menarik Icha kedalam pelukan nya.


Dia sangat takut Icha kembali lagi kepada Desta apalagi sekarang Desta sudah menjadi duda.


"Apaan sih yah kamu tuh aneh-aneh aja,baru di tinggal bentar udah kaya gini, sebenar nya kamu kenapa hmm," ujar nya menyandarkan kelapa nya di dada.


Sedangkan Abang hanya tersenyum mengelus rambut panjang Icha yang tergerai hanya dia yang bisa melihat mahkota Icha saat tak memakai kerudung.


"Sayang kamu tadi mau cerita apa, aku beneran kepo nih?" tanya Abang masih di posisi yang sama seseki dia mencium harum rambut Icha.


Icha pun bingung harus mulai dari mana semua yang di dengar nya begitu banyak.


"Sayang kok diem sih kenapa hemm?"


"Aku tadi ketemu Putra sama Amanda," jawab nya lirih.


"Putra yang mana?" tanya Abang.


"Putra Azkara yang dulu pernah berantem sama kamu," jawab nya.


"Ngapain kamu ketemu sama dia, apa dia berbuat sesuatu sama kamu?" tanya Abang namun Icha menggelengkan kepalanya.


"Enggak kok dia berbeda, dia sudah menikah dengan Amanda aku juga gak nyangka bisa bertemu mereka, mereka orang tua nya Shovia teman Kaila yang sering main kesini," ujar nya sambil terus menggenggam tangan suami nya.


Sungguh dia masih tak percaya dengan apa yang di dengar nya hari ini.


"Amanda yang mana maksud kamu,jangan bilang si Manda yang ngunciin kamu di toilet sekolah?" tanya Abang menatap wajah istri nya itu.

__ADS_1


Icha pun mengangguk memang benar banyak sekali luka yang Amanda berikan pada nya di masa lalu, tapi kalo melihat keadaan nya sekarang mana dia tega membenci nya.


"Kenapa kamu gak telpon aku, udah kamu jangan pernah main lagi ke sana dan aku akan melarang Kaila berteman dengan Shovia pasti anak itu juga licik seperti ibu nya jangan berhubungan lagi dengan keluarga itu, mereka memang pantas yang satu ular dan yang satu bajingan," ujar nya mengingat dulu Icha hampir di cium oleh Putra karna tak mau jadi pacar nya.


"Sayang kamu kok gitu anak-anak gak punya dosa lagian itu masalalu ngapain juga di bahas, aku udah maafin Putra dari dulu aku juga sudah maafin Amanda sekarang walau pun kenyataan yang ingin ku dengar tak sesuai harapan," ujar nya menahan sesak dalam hati nya dia merasa bersalah sekali kepada Desta.


"Apa Amanda ada hubungan nya dengan Desta hingga hubungan kalian putus?" tebak Abang.


"Kamu kok tahu perasaan aku gak pernah cerita," ujar Icha bingung.


"Aku cuma nebak aja,tapi kaya nya aku juga harus berterima kasih padanya kalo gak kaya gitu kamu gak mungkin bersama ku saat ini, mungkin kamu akan meneruskan pertunangan dan nikah, terus aku menjomlo sampe sekarang," ujar nya.


"Ihh apaan sih yah lagian jodoh kan kita gak tahu, walau pun tanpa Amanda pasti kita juga bakal putus apapun jalan nya karna Aa lah pemenang nya Aa jodohku suami terbaik dan Ayah yang baik," ucap Icha memeluk erat suami nya itu.


"Setelah kamu tahu kenyataan nya apa kamu gak ada rencana buat balik lagi sama Desta?" tanya Abang sendu.


"Astagfiruloh gak ih amit-amit aku hanya ingin bersama kamu suami ku tercinta sampai maut memisahkan, aku malah bersyukur ada kejadian itu jadi bisa tahu kalo hati aku gak bisa move dari kamu, aku cinta banget sama kamu I Love U," ujar nya.


"I love u to sayang semoga kita selalu bersama sampai ke Janah," ujar nya.


"Aammin," ucap Icha mengaminkan do'a suami nya.


"Tapi aku juga merasa bersalah sama Kaka Desta, nanti kapan-kapan kalo ketemu aku harus minta maaf sama dia,"


"Iya nanti Ayah anter biar dia gak ke GR ran," ujar nya menyesap leher Istrinya itu.


"Sayang ihh geli tahu," ucap nya.


"Aku kangen ihh kamu mah gak ngerti suka pura-pura padahal kalo udah mulai susah di ajak berhenti," goda nya mencium bibir Icha sekilas.


"Ihh apaan sih, masih siang jangan berpikir macem-macem,"


"Cuma satu macem kok," ujar nya mengerlingkan sebelah matanya dan menarik tangan Icha hingga terlentang di atas kasur.


Namun saat akan mencium nya lagi terdengar pintu di ketuk dari luar.

__ADS_1


"Ckkk siapa sih ganggu aja," ujar nya bangkit dan merapihkan baju nya.


Sedangkan Icha menahan tawa nya melihat itu, Icha pun segera memakai kerudung nya dan berjalan mengikuti suami nya.


__ADS_2