Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Mencari Kaila


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah mulai malam namun Revan masih saja mencari kaila karna ponsel nya tidak aktip.


"Kemana sih loe, gue khawatir banget apalagi loe baru di sini," ujar nya sambil terus menelusi jalan siapa tahu Kaila ada di sana.


Tiga jam Revan mutar-mutar cari Kaila tapi nihil dia melirik jam tangan nya sudah jam 10 malam.


Revan pun akhir nya pulang dengan wajah yang muram, lantas di pun membanting tubuh nya ke kasur.


Dia pun teringat dengan orang tua nya Kaila, apa mungkin Kaila kembali ke Bandung kalo iya pasti sudah sampai sekarang.


Revan menelpon Icha, untung saja langsung di angkat.


[Hallo Asamualaikum bunda]


[Walaikumsalam nak, ada apa malam-malam telpon apa ada yang penting, apa kalian baik-baik saja] ujar Bunda di sebrang saja.


Deg


Berati Kaila tidak pulang ke sana, kalo pulang pasti Bunda langsung marah pada nya.


[Gak papa kok Bun ini cuma Kaila inget terus kata nya sama Bunda, ini baru aja tidur] bohong nya


[Bunda baik-baik saja, kamu tenangin ya besok Bunda Vc dia]


[Ya udah bun kalo gitu Revan tutup telpon nya yah, maaf mengganggu waktu istirahat nya selamat malam]


[ Iya gak papa, maaf juga ya kalo Kaila suka bikin repot kamu asalamualaikum]


[Walaikumsalam]


Setelah telpon mati Revan tambah frustasi kalo gak ke Bandung dimana dong dia?


Revan terus menelpon Kaila namun tetap tidak aktip dia juga menelpon Nadia pura-pura menanyakan kabar Oma dan Nadia menyuruh Kaila datang ke sana kalo libur kuliah.


Fix berarti dia juga gak ke Jogja, lantas kemana takut terjadi apa-apa dengan gadis yang sudah membuat nya kelimpungan, Revan sangat takut kalo sampai Kaila pergi dan tak kembali.


Revan benar-benar sudah nyaman dengan nya, dia benar-benar sudah mencintai Kaila dari awal bertemu namun dia gengsi mengatakan nya.


Di sisi lain Icha nampak terdiam mendengr ucapan Revan, apa mungkin Kaila tahu tentang penyakit nya?


"Sayang kamu kenapa kok melamun sih?" tanya Abang suami nya.

__ADS_1


"Apa Kaila tahu yah kalo Bunda sakit, masa jam segini dia belum tidur karna kepikiran Bunda," ujar nya.


"Sayang ini baru dugaan kamu kan belum periksa lagi siapa tahu ini cuma keliru, besok kita ke Dokter Syam biar gak ada yang salah, aku yakin kamu baik-baik saja," ucap Abang menengkan.


Iya kemarin Abang tak sengaja menemukan hasil laboratorium kalo Icha sakit kangker namun dia tak yakin karna Icha selama ini baik-baik saja.


Icha bilang kalo dia sudah tahu penyakit nya sebelum Kaila menikah, dan Abang menyimpul kan pernikahan itu di percepat karna Icha sakit.


Maka dari itu Abang harus mencari tahu kebenaran nya, takut nya ada kesalahan dia akan bertanya pada Dokter Sam dan juga Dokter Rita tentang masalah ini.


***


Keesokan hari nya Kaila sudah bangun dari tidur nya hari ini ada kelas pagi, untung saja dia membawa leptop nya jadi gak harus balik dulu ke rumah.


"Kai loe yakin mau masuk kuliah, sebaik nya loe di rumah aja dulu mata loe juga masih sedikit bengkak," ucap Cerry yang juga ikut tidur di sana.


Semalam saat Cerry sedang makan malam Kaila nampak bangun, untung saja Cerry memesan banyak makanan jadi bisa di makan berdua.


Dia tahu pasti Kaila juga lapar, walau pun sedih Kaila tidak pernah lupa makan.


"Gue baik-baik aja Cerr emang gue sakit apa?" tanya Kaila terkekeh.


"Ya kirain aja, kan hati loe yang lagi sakit Kai," ujar nya Cerry juga mau ke kampus hari ini namun dia harus pulang dulu mengambil tas dan leptop nya.


"Pake, itu kacamata gaul Kai, buat nutupin mata loe," ujar nya dan Kaila pun tersenyum.


"Makasih Cerry loe emang terbaik," ucap nya.


Mereka pun keluar dari unit Apartemant mereka naik mobil Cerry menuju rumah nya yang tak jauh dari sana.


"Udah lupain aja masalah loe itu, lagian kalo pun jadi janda juga pasti banyak yang ngantri," canda nya.


"Sial*n loe emang gue mau apa jadi jamur," jawab nya.


"Apa tuh jamur gue baru denger?" tanya Cerry heran.


"Janda di bawah umur bego," ucap nya sambil terbahak.


Cerry juga langsung terbahak mendengar itu."Bisa aja loe ngeb," jawab nya.


Namun dalam hati nya Cerry nampak senang melihat Kaila sudah bisa tertawa lagi seperti ini.

__ADS_1


Tibalah mereka di depan rumah Cerry, rumah nya besar namun tak sebesar rumah Revan.


Mereka pun turun dan langsung menemui orang tua Cerry yang sedang sarapan.


"Pagi semua," ucap Cerry.


"Pagi sayang ayo sarapan dulu, Mommy udah bikin nasi goreng nih," ujar nya.


Cerry semalam bercerita kalo sahabat nya sedang ada masalah dan mereka menginap di Apartemant nya tak lupa Cerry juga mengirimkan poto mereka agar Mama nya percaya.


Cerry selalu bercerita apa pun kepada Mama nya, walau pun sibuk bekerja mama nya Cerry selalu memperhatikan anak-anak nya seperti hal nya Bunda Icha.


Kaila pun duduk di sebelah Cerry ikut sarapan bersama.


"Ayo makan yang banyak patahati juga butuh tenaga," ucap Mommy Merry.


Kaila hanya tersenyum mendengar ucapan Mommy nya Cerry, pasti dia cerita kalo Kaila baru putus cinta maka nya Mommy Merry berkata seperti itu.


"Siapa yang patahati nih?" tanya Miko yang baru saja datang, dia adalah kakak nya Cerry yang sama cerewet nya.


"Apaan sih bang datang-datang pake nyamber segala," ucap Cerry sewot.


"Hey manis nya Abang udah di sini aja pasti kangen sama Abang ya," ucap Miko mengabaikan ucapan Cerry dan malah duduk di sebelah Kaila.


"Udah bang jangan godain Kaila lagi patahati," ujar Merry.


"Tante, Mommy," ujar Kaila dan Cerry barengan.


"Sorry keceplosan," jawab Merry sedangkan Papih Bagas hanya geleng-geleng kepala.


"Serius nih kamu udah putus sama si kampret Revan?" tanya Miko, karna dia tahu kalo Kaila pacar nya Revan.


Kala itu ada pertandingan basket tak sengaja mereka bertemu dan Revan mengenalkan Kaila sebagai pacar nya pada sahabat-sahabat nya termasuk Miko yang juga ikut bermain.


"Abang apaan sih udah jangan godain dia, ayo Kai kita berangkat," ajak Cerry menarik Kaila untung saja sarapan nya sudah habis.


"Sayang apaan sih kamu Kaila kan masih sarapan, biarin dia makan dulu," ucap Merry.


"Gak papa kok tan aku udah selesai makasih untuk sarapan nya kami berangkat dulu," ucap Kaila tersenyum sambil mencium tangan mereka masing masing di susul Cerry juga.


Sedangkan Miko nampak menumpang dagu melihat senyum Kaila yang membuat nya meleleh.

__ADS_1


Cerry dan Kaila pun akhirnya pergi meninggalkan mereka semua


__ADS_2