
15 tahun berlalu.....
"Bunda mana sepatu aku?" teriak Kaila berlarian dari dalam kamar.
"YaTuhan Kai apa yang kamu lakukan na, ayo cepat pake sepatu mu liat Ayah mu sudah menunggu di luar," ucap Icha.
"Tapi Bun sepetu ku gak ada sebelah," rengek nya.Sudah jadi rutinitas setiap hari akan ada saja yang membuat nya kesal.
Apalagi ini awal diri nya masuk SMA, Kaila anak yang pintar Dia bisa masuk ke sekolah negri paforit di sana.
"Sayang kenapa lama sekali sih, Ayah ada metting jadi kita harus cepat," ucap Abang yang baru saja datang dari luar.
"Sepatu ku gak ada Hik.. hik..," ucap nya mendrama.
Icha sendiri geleng-geleng kepala melihat anak nya seperti itu.
"Nih pake sepatu yang baru aja, nanti Bunda cari sepatu yang lama takut nya telat," ucap Icha.
Mau tak mau Kaila pun mengambil nya, sambil cemberut.
"Sudah ya sayang nanti ikatan rambut kamu rusak, ayo kita berangkat," Ajak Abang menggandeng tangan anak nya itu.
Icha juga kembali bekerja namun Dia membuka cabang Distro milik suami nya,Icha membuka Fashion perempuan lumayan pikirnya dari pada di rumah, apalagi anak nya sudah mulai besar.
Icha dan Abang di karuniai dua anak yaitu Kaila, dan Aldian.Dua tahun setelah melahirkan Kaila Icha hamil lagi dan melahirkan anak laki-laki yang di beri nama Aldiansyah putra.
"Liat tuh adik kamu udah berangkat dari tadi," ujar Abang.
Mereka kini sudah duduk di dalam mobil, Icha duduk di sebelah Abang sedangkan Kaila di belakang.
"Dia mah deket yah sekolah nya juga, gak kaya aku jauh," jawabnya.
Abang pun segera melajukan mobil nya membelah jalan raya yang sudah mulai padat.
"Besok bawa motor saja ya gak usah bareng kita," ucap Icha terkekeh.
"Kenapa sih Bunda ini, apa terganggu sama kehadiran aku," jawabnya.
"Ya iya lah kamu kan sudah besar sekarang gak perlu di antar jemput lagi, liat adik kamu juga bawa motor sendiri, kan kalo ada kamu disini kita gak bisa mesra-mesraan iya kan Bun?" tanya Abang mengerlingkan sebelah matanya.
Sedangkan Icha hanya tersenyum melihat anak dan suami nya yang selalu saja ribut.
__ADS_1
"Ayah tuh gak tahu diri, udah tua juga gak mikirin umur," ujar nya kesal.
"Sudah-sudah jangan bertengkar terus, sayang ini makan siang kamu jangan lupa di makan ya," ucap Icha memberikan kotak bekal padanya.
"Aku kan udah besar Bun kenapa harus bawa bekal sih?" tanya Kaila sambil memasukan bekal itu kedalam tas nya.
"Sayang kamu tuh butuh makanan sehat, jangan terlalu sering jajan di luar ya gak baik buat kesehatan," ujar Icha.
Kaila pun hanya diam saja, dari dulu setiap hari pasti Dia membawa bekal dari rumah alasannya biar gak jajan sembarangan, karna dulu Kaila pernah sakit perut saat jajan sembarangan di sekolah nya.
Mobil pun berhenti di depan gerbang sekolah, Kaila pun turun setelah mencium tangan kedua orang tuanya.
"Hati-hati ya sayang, jangan nakal," ucap Icha memberikan uang 25 ribu untuk bekal nya.
"Iya Bunda sama Ayah juga hati-hati ya, Kaila sayang kalian, Asamualaikum." ucap nya sambil melambaikan tangan setelah keluar dari mobil.
"Walaikum salam," jawab mereka.
Kaila pun masuk ke dalam sekolah, sedangkan Abang melajukan lagi mobil nya menuju Distro.
Kaila pun mengikuti upacara bendera di sekolah nya, setelah itu Dia bergabung dengan sahabatnya nya Desi.
"Masasih kok gue gak lihat ya," ujarnya.
Satria adalah anak dari Mega dan Iqbal, Kaila pasti lah mengenal dekat dengan anak dari sahabat orang tuanya itu.
"Gue tadi liat pas masuk," ujar nya, Desi adalah teman SMP nya dan juga tetangga neneknya.
Desi mengenal Satria karna mereka sering main bareng di rumah Nenek nya Kaila.
Mereka pun masuk ke dalam kelas yang sama, Kaila pun senang bisa satu kelas dengan sahabatnya itu.
"Loh itu kan Satria ko masuk ke sini," ucap Desi melihat ke arah pintu masuk.
"Mungkin Dia satu kelas sama kita," jawab Kaila.
Hari pertama masuk belum ada belajar mengajar, mereka masih dalam fase pengenalan.
Suara kelas nampak riuh dengan candaan para siswa, ada juga yang bermain games di ponsel nya.
Setelah acara pengenalan dan memilih jurusan yang mereka ambil, besok akan di adakan beberapa agenda di sekolah tersebut.
__ADS_1
Tidak seperti tahun-tahun lalu ada acara Most dan lain-lain, tahun ajaran baru seperti sekarang ini sudah jarang di lakukan.
Kini tiba waktu nya pulang, Kaila naik angkutan umum sedangkan Desi sudah di jemput oleh Abang nya naik motor.
"Tau gini tadi bawa motor aja," gumannya, sambil menunggu di depan sekolah menunggu Angkot yang lewat.
"Kai belum pulang loe?" tanya Satria yang menghentikan motor nya.
"Belum,lagi nunggu angkot nya lama banget," jawabnya.
"Ya udah gue anterin deh tapi isin bensinya yah," ujar nya sambil terkekeh.
"Yahh kirain gratis, padahal uang jajan gue tinggal 15 mana cukup," ujar nya.
Biasanya ongkos hanya 5 ribu sampai di depan komplek rumah nya, rugi dong Dia kalo harus isin bensin yang lebih dari 10 ribu.
"Gue cuma becanda kok ayo naik," ujar nya sambil memberikan helm padanya.
Kaila pun tersenyum dan duduk di jok belakang motor Satria.
Hanya 20 menit mereka pun akhirnya sampai di depan rumah Kaila.
"Makasih banyak Tria, loe emang sahabat gue yang paling baik," ujar nya tersenyum manis.
"Kalo ada mau nya baru muji gue loe, gak di ajak masuk nih?"
"Nanti aja yah gak ada orang di rumah takut nya ada yang marah nanti," ujar nya cekikikan.
Kaila tahu kalo Satria dekat dengan seorang gadis teman SMP nya dulu.
"Ya udah gue cabut ya bye," Satria pun melajukan motor nya meninggalkan rumah Kaila.
Kaila pun masuk ke dalam gerbang dan menutup nya kembali, ternyata sudah ada Aldi di sana sedang bermain games.
"Loh bukannya kamu pulang sore kok jam segini udah pulang?" tanya Kaila heran.
Biasa nya Aldi mau pun Dia akan pulang jam 5 sore karna sekolah mereka full day scool mereka sekolah di SMP swasta.
"Biasa lahTeh kalo baru masuk ajaran baru pasti gitu," jawabnya Kaila pun mengangguk dan langsung masuk ke dalam kamar nya yang ada di atas.
Dulu di atas hanya ada satu kamar sekarang jadi 2 kamar karna Aldi juga tidur di lantai atas, yang dulu nya gudang kini jadi kamar Aldi.
__ADS_1