
Selama Dua hari Icha dan suaminya, berada di sana, hari ini mereka izin pulang.
"Kenapa cuma bentar? katanya mau lama di sini?" ucap Nenek sari memeluk Icha.
" mMaafin kita Nek, Icha sama Aa harus kembali kerja nanti kapan-kapan kita kembali lagi," ujarnya.
"Kalian hati-hati ya kapan-kapan main lagi ke sini, jaga kandungan kamu baik-baik jangan kecapean, harus terbuka apapun itu," Nasehat nya.
"Makasih banyak Nenek, kapan-kapan Nenek yang main ke Bandung ya," ujarnya.
"Nanti kalo Icha lahiran Insya Alloh Nenek ke Bandung do'akan saja semoga Nenek selalu sehat," ujarnya dan Icha pun mengangguk, Abang pun ikut berpamitan mencium tangan Nenek.
"Kami berangkat ya Nek, Asamualaikum," ucap mereka, Abang pun mendorong koper Icha dan memasukannya ke dalam Taxi.
"Walaikum salam," jawab Nenek melambaikan tangan nya.
Mereka pun pergi meninggalkan kota itu dan berlanjut ke Sidoarjo.
"Sebenarnya mau ngapain sih ke sini? " tanya Abang, kini mereka sudah sampai karna selama perjalanan Icha tertidur.
"Ada acara kantor tenang aja cuma aku dan kak Ivan yang wakilin dan aku akan ajak Aa nanti malam," ujarnya sambil tersenyum.
Setelah menanyakan kepada Bos nya, Icha pun sampai di Hotel yang Hermawan maksud mereka langsung masuk ke dalam kamar yang sudah di siapkan oleh Perusahaan.
"Akhirnya bisa rebahan," ucap Icha, setelah membuka pintu kamar Dia langsung menuju kasur.
"Sayang bersih-bersih dulu kalo mau tidur," ucap Abang menaruh tas pungung nya dan juga koper istrinya di dekat ranjang.
Icha pun bangun dan segera masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya setelah itu Dia ganti baju hanya memakai celana pendek dan kaos strit.
"Sayang jangan di biasaan pake baju gini ah Aa takut ada yang liat kamu," ucapnya melihat tubuh putih istrinya itu.
"Iya aku pake cuma di kamar doang, nanti kalo keluar Aku doble pake gamis," jawabnya mengeluarkan makanan ringan yang tadi di belinya saat perjalanan.
"Ya sudah istirahat sana Aa mau mandi dulu, Aa udah pesan makanan buat makan siang kita nanti di antar ke sini, kalo ada yang ngetuk pintu doble baju nya ya," ujarnya dan Icha pun mengangguk.
Abang pun masuk ke kamar mandi, dan segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Setelah beberapa menit Abang pun sudah segar, Dia memperhatikan istrinya yang sedang ngemil sambil nonton tv.
"Sayang makanannya udah datang belum?" ucapnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Belum, mungkin masih di jalan," jawabnya sambil mengunyah, membuat Abang gemas.
"Makan dulu baru ngomong," ucapnya memberikan segelas air putih dan Icha pun tersenyum.
__ADS_1
"Manis banget sih kalo gini," ujarnya Abang pun mencium istrinya gemas.
"Diem ihh.. ," ucap Icha di sela tawanya.
Abang pun mencium bibirnya gemas dan **********, namun saat akan berlanjut suara ketukan pintu menggangu mereka, Abang pun terpaksa berhenti.
"Shitt.. Siapa sih ganggu aja," Gerutunya kesal, Dia pun berjalan ke arah pintu dan membukanya.
Sedangkan Icha tersenyum senang, karna gangguan itu dirinya bisa terlepas dari suami mesumnya.
"Sayang siapa?" teriaknya.
Abang pun datang membawa makanan yang di pesannya.
"Enak nih kaya nya," ucap Icha.
"Banyak banget A, beli makanannya," ujarnya.
"Biar kamu kenyang sayang, Ayo sini Aa suapin," ucap nya, namun Icha menggelengkan kepalanya.
"Mau makan sendiri ah gak seru kalo di suapain," ujarnya.
Mereka pun makan dengan lahap, di iringi dengan canda tawa.
Liburan kali ini sangat berkesan bagi Icha, bisa keliling ke tempat-tempat yang menyenang kan juga bisa wisata kuliner di sana.
Tak terasa hari sudah mulai gelap, Icha pun bersiap menghadiri pesta tersebut bersama suaminya dan janjian dengan Ivan di lobby hotel.
"Sayang udah jangan cantik-cantik nanti banyak yang lirik Aa gak suka," ujarnya memeluk Icha dari belakang, sungguh Dia sangat cemburu kalo ada laki-laki yang memuji istri nya itu.
"Aa mah suka gitu ah, lagian kan ada Aa yang dampingin mana mungkin ada yang mau godain, Udah yuk berangkat," ucapnya, namun Abang malah mencium bibir istrinya itu.
"Aa ihh, tuh kan liptiknya jadi belepotan," ujarnya sedangkan Abang hanya tersenyum.
"Udah gak usah terlalu merah, yang simple aja Aa gak suka," ucap nya mau tak mau Icha pun menurut saja.
Mereka pun keluar kamar hotel dan bertemu Ivan di loby.
"Hay Kak apa kabar?" tanya Icha ramah.
"Baik ayo berangkat, udah malam," ujarnya Ivan pun duduk di depan bersama supirnya.
__ADS_1
Sedangkan Icha dan suaminya duduk di belakang.
"Gimana Cha kamu siap balik lagi ke kantor kan," ucap Ivan.
"Iya," jawabnya.
"Syukurlah kalo begitu kerjaanku tidak terlalu menumpuk kalo kamu balik," ucapnya.
"Oya Bang gimana kerja sama loe sama Heru?" tanya Ivan.
"Lumayan lancar dan banyak peminat," jawabnya.
"Gue seneng denger nya, Sorry bukannya gue gak mau bantu loe waktu itu loe tau sendiri Heru kan mantannya Irma mana mau Awan di ajak kerja sama," ucapnya, sedangkan Abang bingung karna baru tahu masalah itu.
"Sayang..," ujar Abang berbisik.
"Maaf aku lupa jelasin," jawab Icha cengengesan.
"Pantas saja si Ifot langsung akrab," gumannya, sedangkan Icha hanya tersenyum.
Mereka pun akhirnya sampai di gedung Acara, Ivan dan Icha membawa masing-masing undangan karna satu undangan untuk satu atau dua orang.
"Rame banget ya sayang," bisik Abang yang tidak terlalu suka ke tempat seperti itu.
"Iya makanya aku suka males kalo di ajak ke acara seperti ini," jawabnya, kini mereka mengikuti Ivan dan Duduk di kursi yang tersedia.
"Sini aja ya duduknya jangan jauh-jauh," ujar Ivan dan mereka pun mengangguk.
Acara pun di mulai dan beberapa sabutan , acara yang di hadiri para pengusaha dari berbagai daerah itu berjalan lancar.
Setelah itu mereka pun makan malam bersama.
"Loh kalian di sini juga?" tanya Bunda Cici, ternyata kedua orang tua Abang ikut serta dalam acara tersebut mereka datang bersama orang tuanya Mita.
"Iya Bunda sama Ayah pasti di undang juga ya?" tanya Icha setelah berpelukan dengan Bunda dan bersalaman dengan yang lain, Icha sudah menduga karna Mertuanya sama-sama pengusaha.
"Malam om,tante," ucap mereka.
"Malam juga sayang kamu makin cantik aja," ucap Tante Fatma dan Pak Ali hanya tersenyum.
"Tante bisa aja, tante juga makin cantik,ayo duduk," ujarnya .
Kini mereka duduk bersama, di satu meja mereka pun berbincang seputar bisnis.
"Ayah sama Bunda mau ke sana dulu ya ngucapin selamat kalian nanti nyusul ya," ujarnya dan Icha pun menggangguk.
__ADS_1
Kini tinggal mereka berdua yang ada di sana, karna Ivan juga tak tau kemana.