Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Ayo main


__ADS_3

Pagi harinya, seperti biasa Icha bangun lebih dulu, Dia cepat mandi dan setelah itu membangunkan suaminya.


"Aa mandi sana, udah Adzan subuh ," Ucapnya melihat Abang sudah membuka mata.


Abang pun mengangguk dan segera mandi, setelah itu mereka berjamaah subuh.


"Aa tidur lagi ya masih ngantuk nanti bangunin jam 8 mau ke Disto bentar ," Ujarnya merebahkan tubuhnya di kasur.


"Kebiasaan, ya udah Icha ke belakang bentar ya, " Ujarnya.


"Iya... " Jawab Abang memejamkan matanya.


Icha pun membawa keranjang pakaian kotor ke belakang untuk di cuci.


" Karna terlalu sibuk jadi pakaian numpuk, " Ujarnya.


Icha memasukan baju suami nya yang sudah di pisahkan ke dalam mesin cuci, Dia juga merendam baju-baju nya dalam ember besar karna Icha selalu mencucinya dengan tangan dari dulu,hanya mengeringkan saja di mesin cuci.


Dia pun membersihkan rumah memakai penyedot debu tak lupa Dia juga mengepel lantai.


Setelah itu Dia menjemur baju suami nya yang setengah kering lalu mencuci pakaiannya sediri, juga kemeja putih milik suaminya yang sengaja di pisah.


Setelah selesai menjemur, Dia membuka kulkas mencari tau apa saja yang ada di sana.


Icha pun segera masak nasi, Setelah itu Dia mengiris sayuran dan juga mencuci daging.


Dia membuat sayur Asam, tak lupa menggoreng Ayam dan membuat bakwan jagung untuk makan pagi kali ini.


"Sayang kamu udah bangun? maaf aku terlalu sibuk, gak sempat bangunin, " Ucap Icha melihat suaminya sudah rapi Dia pun menata makanan di meja makan.


"Iya gak papa kok, kamu masak apa harum banget, " Ujarnya langsung duduk di kursi makan memperhatikan Icha.


"Masakan rumah biasa, ayo pasti A laper kan udah jam 8, " Ujarnya melirik jam dinding.


Icha pun mengambilkan nasi di piring suaminya, lalu Dia mengambil untuk dirinya sendiri.


Setelah itu Abang pun pamit ke Distronya, Sedangkan Icha akan berbelanja bersama Ifa untuk acara nanti sore.


"Sekalian aku anterin dulu ke rumah Ibu ya, " Ucap Abang.


" Udah gak usah, aku berangkatnya nanti siang ko, Aa duluan aja ya aku nanti naik taxi aja, Nih bawa buat anak-anak oleh-olehnya, lumayan lah bagi-bagi, " Ujarnya menyerahkan Papaebag besar dan mencium tangan suaminya.


"Ya sudah Aa pamit ya, Asamualaikum, " Abang pun mencium kening istrinya itu.


"Walaikumsalam, hati-hati di jalan sayang, " Ucap Icha melambaikan tangannya.


Setelah melihat mobil suamianya keluar gerbang, Icha pun masuk dan mengunci pintu.

__ADS_1


.


Di sisi lain Ifa sedang makan pagi bersama keluarga nya.


" Bu hari ini teteh ngajak aku belanja untuk syukuran nanti sore, " Ujarnya.


" Ajak keponakan mu sekalian, mereka belum pernah kemana-mana kalo ke sini,Ibu juga akan ke sana nanti sore bersama yang lain mungkin habis Zuhur, " Ucap Ibu.


Naura tersenyum Dia sangat antusias mendengarnya, karna orang tuanya sibuk jadi jarang sekali mereka keluar rumah.


" Yeey... Aura boleh ikut kan, nanti beliin es crem ya ateu, " Ucap nya tersenyum manis.


"Iya sayang, habisin dulu makanannya, " Ucap Ifa, mengelus rambut panjang Naura.


" Bila mau ikut gak? Kita mau ke rumah Tante Icha dulu terus kita jalan-jalan, " Ujarnya.


Bila pun hanya mengengguk, gadis manis itu sangat pendiam dan irit bicara sama seperti Ayahnya.


Setelah sarapan, mereka langsung bergegas masuk ke dalam mobil dan melaju menuju kediaman Icha.


"Asamualaikum, " Ucap mereka, langsung di jawab oleh Icha yang berada di depan pintu, Dia mendengar suara mobil masuk ke halaman rumah.


"Walaikum.salam ponakan Ateu ayo masuk dulu, " Ajak Icha membawa mereka masuk ke dalam rumahnya.


" Ko sepi teh, Abang kemana? " tanya Ifa merebahkan tubuhnya di kursi.



"Ayo duduk sayang, ateu ambilin minum dulu..," Icha pun pergi ke dapur mengambil minuman dan cemilan.


" Aura sayang mau nginep di sini gak? di sini kamarnya besar loh, " Ujar Ifa menghasut.


" Masa sih, apa kamar nya lucu kaya kamar putri salju? " Dan Ifa pun mengangguk.


" Nah ayo di minum pasti kalian haus, " Icha pun menyuguhi minuman dingin.


" Ateu.. ?" Ujar Naura.


"Iya sayang kenapa?" Tanya Icha, duduk bersama Naura.


"Aura mau nginep di sini boleh kan? "


" Boleh dong, nanti bobo nya sama Ateu ya, "


" Gak mau, mau sendiri bobo nya kata Ateu Ifa di sini ada kamar putri salju, " Ujar Naura membuat Icha bingung.


Icha pun melirik Ifa yang sedang menahan tawa nya.

__ADS_1


" Apa sih teh ko liat nya gitu amat, kaya singa kelaparan, " Ujar Ifa terbahak.


"Sayang di sini kamar nya cuma ada satu, nanti kita bikin ya kalo Aura mau, " Ucap Icha membujuk, dan Naura pun mengangguk.


"Teh katanya mau belanja ayo dong, udah siang nih, " Ucap Ifa.


" Ayo, teteh juga udah siap ko bentar ambil tas dulu, " Ujarnya.


Mereka pun berangkat bersama menujua Mall terdekat, Icha yang menyetir dan Naura yang duduk di depan.


Mereka bercanda, selama perjalanan hingga tak terasa mereka pun sampai di tempat itu.


"Kita beli apa dulu teh? " Tanya Ifa.


"Biar teteh aja yang belanja, kamu antar mereka main di atas, teteh nanti nyusul kalo udah beres," Ucap Icha.


"Oke lah kalo begitu, ayo anak-anak ikut Ateu Ifa, " Ifa pun menggandeng ke dua keponakannya itu.


"Nah Aura ayo mau main apa? " Tanya Ifa.


" Main itu, " Tunjuknya pada permainan capit boneka.


" Baiklah, " Ifa pun menemaninya begitu pun Nabila.


"Bila kamu kenapa tidak main? " Tanya Ifa melihat Nabila hanya diam saja dan tak lepas dari ponselnya.


"Bila tidak suka main-main kan Bila udah gede, " Jawabnya, Dia duduk menunggu mereka main.


"Ya sudah, jangan kemana-mana ya Ateu mau nemenin adik kamu dulu, " Ujarnya.


Nabila pun mengangguk, mengiakan perintah Ifa.


Sedangkan Icha, membeli bahan-bahan yang sudah di rincinya kemarin, untung saja mertuanya baik jadi tidak perlu masak, karna ada catring dari Bunda Cici.


Icha pun memilih-milih barang dan memasukannya ke dalam troli , biasanya Dia akan di temani Abang jika belanja seperti ini.


Saat mengambil kecap tangannya tidak sampai, hingga seorang yang ada di sana pun mengambilkannya.


"Terimakasih Kak, maaf merepotkan, " Ucap Icha sopan , laki-laki itu meneliti wajah icha.


" Tidak masalah, " Ujarnya laki-laki itu.


"Kenapa? apa kita saling kenal, " Tanya Icha melihat laki- laki itu memperhatikannya.


"Icha bukan ya?" Ucap nya.


" Iya, anda siapa ya maaf saya suka lupa, " Ujarnya

__ADS_1


Icha pun bingung, siapa laki-laki itu perasaan Dia tidak mengenalnya,karna terlalu lama di Jogja jadi Dia suka lupa dengan teman-temannya di Bandung.


__ADS_2