
Kaila mengerjapakan matanya saat merasakan silau mengenai mata nya, Dia pun segera bangun.
Dia pun melirik tempat tidur Satria sudah kosong."Hahhh gila setengah 9, pantas saja Satria udah bangun ternyata udah siang," gumannya.
Dia pun bangun sambil geleng-geleng kepala melihat tempat tidur nya yang berantakan.
"Huhh apa gue selincah itu yah saat tidur kenapa berantakan banget," Kaila pun segera membereskan tempat tidur nya setelah itu Dia membereskan bekas tidur Satria.
"Huhh gerah banget, ada baju gue gak yah di sini?" gumannya sambil melihat lemari tempat menyimpan selimut biasanya Dia akan menemukan baju-baju nya di sana.
"Ahh untung saja gue gak jadi bawa balik baju-baju ini ternyata berguna juga,"
Kaila pun segera masuk ke dalam kamar mandi segera membersihkan diri setelah itu Dia memakai baju yang dulu di belikan Mega untuk nya.
Biasanya Mega selalu membelikan baju untuk nya jika Dia belanja untuk Satria, namun Kaila suka lupa membawa nya pulang.
Setelah mengikat rambut nya Kaila pun turun ke bawah untuk menemui Satria yang sedari tadi di cari nya.
"Sayang kamu udah bangun?" tanya Mega meletakan makanan di atas meja, Satria juga sudah duduk di sana dan tersenyum manis pada nya.
"Lohh Mama bukannya ke Jogja kapan datang?" tanya Kaila mencium tangan Mega dan memeluk nya sebentar.
"Tadi pagi Mama pulang, kamu sama Satria masih pules saat Mama masuk kamar," ujar nya.
"Aduhh maaf Ma Kaila lagi gak sholat jadi kebalasan tidur nya, aku udah beresin kok kamar nya maaf aku tidur nya muter," jawab nya sambil cengengesan.
"Gak papa padahal ada bibi yang beresin, kenapa harus repot-repot,"
"Gak papa kok Ma aku udah biasa ko beresin tempat tidur, Oyah Papa kemana kok gak ikut makan bareng kita?"
"Udah berangkat ke bengkel kata nya ada urusan mendadak, udah jangan pikirkan Papa aya kalian makan yang banyak," ujar nya.
"Oyah tadi Bunda kamu telpon kata nya mau jemput kamu kesini,"
"Ohhh gitu ya, baru aku mau nyuruh Satria anterin pulang tapi syukur lah kalo Bunda mau kemari,"
"Lagian gue gak bisa anterin loe Kai, gue mau main ke rumah Fazri," ucap Satria.
"Ohh gitu yah, kirain mau ajak gue jalan-jalan,"
"Males ah jalan sama loe bisa habis duit gue terus jajanin loe," ujar nya dan Kaila pun hanya cengengesan.
__ADS_1
"Kamu jalan sama Mama aja mau gak?" tanya Mega.
"Gak ahh palingan ke pasar kalo gak kesalon," jawab nya.
"Terus mau nya kemana?" tanya Mega tersenyum.
"Nonton ke apa ke masa sama orang tua kan gak seru," ujar nya mengembungkan pipi nya.
"Ya sudah kamu ajak Desi aja Dia kan mau aja di bawa kemana pun nanti Mama deh yang bilang ke bunda kamu," ujar nya.
"Makasih Ma, mama memang terbaik," ujar nya.
"Heh itu emak gue yah bukan emak loe jangan deket-deket," ucap Satria Iri.
"Biarin wle.. lagian pelit amat loe gue aja gak iri loe dekat sama bunda,"
"Udah gak usah berantem, Satria kamu antar Kaila dulu ke rumah Desi setelah itu kamu baru ke rumah Fazri,"
"Tapi Ma,"
"Gak ada tapi-tapian, nanti Mama tambahin uang jajan kamu," ujar nya.
"Nah ini buat Satria beli bensin, dan ini buat Kaila bekal ya kamu kan pasti butuh buat jajan sama Desi," ujar nya.
"Ahhh Mama memang pengertian banget, makasih banyak Ma," ucap Kaila.
Kaila memang orang kaya bahkan tabungan di Atm nya pun terbilang banyak namun Dja tak pernah memakai nya karana selalu di berikan uang cast oleh orang tua nya.
Mereka pun selesai makan dan pamit pergi kepada Mega.
"Kalian hati-hati yah, pulang nya jangan. sore-sore,"
"Iya Ma," jawab mereka barengan.
Satria pun melajukan motor nya setelah Kaila duduk rapi di belakang nya, mereka menuju rumah Desi.
Setelah sampai ternyata rumah nampak sepi seperti nya Desi dan keluarga na sedang pergi.
"Loe telpon gih mungkin Dia lagi keluar," ujar Satria.
Kaila pun segera menelpon Desi menanyakan nya dimana.
__ADS_1
"Gimana Kai dimana Dia?" tanya Satria melihat Kaila memasukan lagi ponsel nya ke dalam tas kecil nya.
"Lagi ke rumah Eyang nya kata nya, loe anter gue ke Alfa depan gue mau ke rumah shovia aja," bohong nya.Padahal Dia sudah janjian dengan Andra di depan sana.
"Biar gue anterin loe sekalian deh takut nya kenapa-napa," ujar Satria namun Kaila nampak diam Dia tidak bisa terus berbohong pada Satria tentang hubungan nya dengan Andra.
"Loe kok malah diem sihh mau gue antar kemana?" tanya Satria heran.
"Sat gue mau jujur sama loe tapi loe jangan marah ya, dan loe janji gak kasih tahu siapa-siapa,"
"Loe mau jujur apa sama gue, apa ada yang leo sembunyiin dari gue selama ini?"
"Gue.. emm gue udah jadian sama Kak Andra 3 bulan lalu, cuma Desi yang tahu tapi gue juga gak bisa nutupin ini dari loe Sat, gue mohon jangan kasih tahu siapa pun," ujar nya.
Kaila pun diam ingin melihat reaksi Satria yang mungkin akan marah padanya namun Dia salah Satria malah tersenyum sambil memegang pundak nya.
"Gue udah tahu kok," jawab nya.
"Lohh tahu dari siapa, apa Desi yang kasih tahu loe?" tanya Kaila heran.
"Gue tahu sendiri lah, Satu bulan lalu gue liat postingan di Ig loe gue kira itu Haikal yang rangkul loe tapi gue salah saat gue gak sengaja liat loe ngobrol sama Kak Andra di perpus gak mungkin kan kalo kalian agak ada hubungan sedangkan Kak Andra terus genggam tangan loe, gue jadi tahu kalo pria yang bersama loe di poto itu adalah Kak Andra,"
"Loe gak marah sama gue?"
"Buat apa marah gue gak bisa menghalangi cinta yang datang nya kapan aja, gue harap loe hati-hati jangan sampe Ayah sama Bunfa tahu soal perjodohan itu kita gak tahu kedepan nya kaya gimana, dan loe jangan pikirkan itu yah,"
"Satria loe emang saudara terbaik gue," ucap nya memeluk tangan Satria erat.
"Ya udah bukannya loe mau ke rumah Shovi jadi gak?" Kaila pun menggelengkan kepala nya.
"Ya udah loe mau kemana sih gue anterin,"
"Gue mau nonton sama Kak Andra, loe jangan kasih tahu bunda ya, nanti kalo mereka tanya gue jalan sama loe,"
"Udah pinter bohong loe ya sekarang, tapi baiklah gue bakal bantuin loe kali ini, kaliam janjian dimana gue anterin dulu?"
"Di alfa depan,"
"Ya udah yukk,"
Mereka pun meninggalkan kediaman Desi menuju tempat yang di janjikan nya kepada Andra.
__ADS_1