
"Makan lah gue tahu loe pasti lapar," ucap Riko memberikan beberapa piring makanan yang di sediakan salah satu nya bronies kesukaan Kaila.
"Makasih banyak kak maaf merepotkan," ujar nya membuat Riko terkekeh.
"Anggap saja gue sedang menyambut loe, gue tidak mau loe pulang kelaparan," ucap nya membuat Kaila geleng-geleng kepala.
"Ah bisa aja loe, o-yah ka cobain deh ini tuh enak banget," ujar nya sambil mengunyah makanan nya namun Riko menggelengkan kepala nya karna dia tidak suka yang manis.
"Loe tuh ternyata kecil-kecil gini suka yang manis ya, gak takut gemuk loe Kai?" tanya Riko heran.
"Ya gimana dong gue udah suka dari dulu, tapi alhamdulilah sih badan ku tetap aja segini," ujar nya.
Kaila memang apa ada nya dia makan sepuas nya, Riko hanya geleng-geleng kepala melihat nya.
'Gila dia gak ada jaim-jaim nya kalo makan bikin gemes aja pengen gue kurung di kamar,' batinnya.
Saat sedang asyik makan tiba-tiba seorang pemuda datang menghampiri mereka.
"Boleh gabung!?" tanya pemuda itu.
Kaila yang sedang makan pun menautkan kedua alis nya, dia seperti pernah melihat pemuda yang ada di hadapan nya itu tapi dimana pikir nya.
"Duduk kak," ucap Riko mempersilah kan pemuda itu duduk di samping nya.
"Kai kenalkan dia kakak gue, namanya Rifki," ucap Riko dan Rifki pun mengulurkan tangan nya.
"Gue Rifki, salam kenal," ujar nya ramah sambil terus menatap Kaila membuat sang empu nya risih.
"Oh-iya Kak gue Kaila," jawab nya tersenyum kaku.
'Ternyata loe manis sekali Kai bila di lihat dari dekat,' batinnya.
Mereka pun berbincang sambil sesekali bercanda, Kaila memang anak nya ceria dan gampang akrab dengan banyak orang.
__ADS_1
Saat sedang bercanda tak sengaja dia melihat Sean di sana, Kaila pun bingung kenapa Sean ada di sana Kaila pun melebarkan mata nya apa mungkin Sean ke sana bersama Revan.
Pikiran nya menjadi tidak enak mungkin Revan melihat nya bersama Riko dan Rifki, pasti dia akan marah sekali pada nya.
"Kak aku ke toilet bentar ya," ujar nya dan mereka pun mengangguk.
"Mau gue anter?" ucap Riko namun Kaila menggelengkan kepala nya.
"Gak usah nanti gue tanya sama pelayan, " ujar nya segera berdiri menginggalkan mereka.
Ternyata Bukannya ketoilet dia malah menghampiri Sean yang lumayan agak jauh dari sana.
"Bang Sean," ujar nya menepuk tangan Sean pelan.
Sean yang sedang melamun pun lantas menoleh dia kaget melihat Kaila ada di sana.
"Loh kamu ada di sini Kai sama siapa?" tanya Sean melirik kiri kanan namun tak menemukan Revan.
"Harus nya aku yang tanya Bang Sean lagi apa di sini, kalo aku di ajak sama Oma Sarla," jawab nya.
"Aku salah satu cucu nya Kakek Atmaja," jawab Sean enteng dan Kaila pun hanya mengangguk.
"Sean kamu di sini Mama cari-cari juga dari tadi, apa kamu baru datang?" ucap bu Siwi.
"Maaf Ma tadi aku ada urusan dulu jadi sedikit telat," ujar nya.
Sedangkan Kaila nampak diam menatap wanita yang ada di hadapan nya dia ingat wanita itu yang tadi menyambutnya dan Oma Sarla.
"Sean kamu kenal sama cucu nya Oma Sarla ini?" tanya Siwi dan Sean pun mengangguk.
"Oh syukur lah, o-iya nak kamu belum bertemu Om Wira kan dia tadi sudah datang bersama Anya mereka nyariin kamu," ucap Siwi.
"Udah lah Ma gak usah bahas mereka, aku sudah bilang aku tidak mau dengan gadis itu, aku sudah mempunyai pilihan sendiri," ujar nya membuat Mama Siwi geram.
__ADS_1
"Siapa hem wanita murahan itu iya, sampai kapan pun Mama gak akan pernah setuju dulu aja saat dia masih gadis Mama gak terima apalagi sekarang dia sudah janda mau di taro dimana muka Mama ini kalo mempunyai menantu seperti dia sudah miskin janda pula, kamu harus nya berfikir kalo wanita itu gak pantas ada di keluarga kita" omel nya membuat Kaila melebarkan mata nya dia tak menyangka kalo Mama nya Sean sejahat itu.
"Cukup Ma, dia pilihan ku dan Mama harus menerima itu bukan kah dari dulu Mama sama Papa yang selalu menghalangi jalan kami kenapa sih Ma apa yang salah dengan Naura dia wanita yang baik," ujar nya kesal.
"Pokok nya Mama gak akan setuju kamu sama dia sampai kapan pun, Mama gak sudi melihat kamu menikah dengan dia" ujar nya lantas pergi meninggalkan Sean.
Sean pun mengguyar rambut nya dia sangat kesal dengan Mama nya.
Namun dia baru sadar kalo ada Kaila di sana sudah pasti dia mendengar semua perkataan Mama nya.
"Kai maaf kan Mama aku ya, aku gak tahu kenapa Mama tak menyukai Naura dari dulu padahal keluarga kami tak pernah membeda-bedakan soal harta, bahkan Om Dewa dulu menikah dengan orang biasa," ucap nya menjelaskan.
Ya Dewa adalah Kakak nya Siwi yakni Ayah nya Riko dan Rifki.
Kaila nampak diam menyimak dia tidak tahu harus bagaimana, apa dia bujuk Naura agar tak mau menikah dengan Sean takut nya bu Siwi akan jahatin dia.
Namun Kaila nampak nya bingung dia takut membuat Kakak nya itu sedih, apalagi Sean adalah cinta pertama nya, namun harus bagaimana lagi bu Siwi seperti nya serius sekali tidak merestui mereka.
"Kamu tenang ya Kai aku akan bujuk Mama agar menyetujui hubungan kami, dan kamu jangan bilang apa-apa sama Naura soal barusan,," ujar nya dan Kaila pun mengangguk.
"Iya kak semangat kalian pasti bisa lewatin ini semua, mungkin tante Widya bisa membantu meyakinkan tante Siwi," ucap Kaila.
Sean juga berpikir seperti itu, dia tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa agar bisa bersama dengan wanita yang di cintainya.
"Makasih ya Kai kamu memang adik yang baik," ujar nya membuat Kaila tersenyum.
Sean pun iseng mengambil poto mereka berdua dan mengirimkan nya kepada Revan.
'Gue yakin pasti dia lagi ngereog di rumah, apalagi di sini ada Rifki gimana kalo dia liat Kaila ngobrol sama Rifki yah, ' batinnya.
Sean pun mengajak Kaila menemuai para sepupu nya Sean tidak tahu saja kalo dari tadi Kaila sudah bersama mereka.
"Kai kamu udah ketemu sama sepupu ku?" tanya Sean dan Kaila pun mengangguk.
__ADS_1
Mereka pun sampai di meja Riko ternyata mereka asyik dengan ponsel nya masing-masing.