Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Revan bikin masalah terus


__ADS_3

Kaila mengerjapkan matanya, dia merasakan sakit badan nya namun dia ingat kalo dia harus ke apartemen Cerry menemui Naura.


"Ya Tuhan jam berapa ini?" gumannya segera bangun dari tidur nya dan mengangkat selimut nya namun dia sangat syok saat melihat tak tubuh nya yang tak memakai apa-apa.


"Apa tadi itu bukan mimpi? astaga kenapa rasanya sakit sekali," guman nya saat ingin melangkah kan kaki nya ke kamar mandi.


"Stttt... mengapa sesakit ini sih," gerutu nya kesal, dia memakai kemeja Revan yang ada di atas kasur berjalan sedikit demi sedikit menuju kamar mandi.


"Seperti nya berendam membuatku lebih baik," ujar nya.


Kaila pun menyalakan air hangat dan memenuhi bathtub, dia berendam di sana untuk menyegarkan tubuh nya dia pun memejamkan mata.


Namun pikiran nya malah terbayang saat percintaan tadi, sungguh dia sangat malu sekali apalagi Revan sudah melihat seluruh lekuk tubuh nya dengan jelas.


"Kenapa sih harus sekarang, kenapa gak nanti aja dia minta MP nya," gumannya kesal.


Kaila pun lantas mengguyur badan nya dengan shower, pikiran nya sangat kacau sekali hari ini.


Selesai mandi dan keramas di keluar dari kamar mandi, dan segara memakai pakaian nya.


Lalu menyisir rambut nya setelah itu mengeringkan nya dengan hairdryer,hari ini dia mau bertemu dengan Naura setelah itu dia akan pergi ke rumah tante Rima.


Pintu kamar pun terbuka terlihat Revan masuk ke dalam kamar nya namun Kaila pura-pura cuek saja, sungguh dia masih malu bila harus bertatap muka dengan suami nya itu.


"Sayang kamu udah bangun?" tanya Revan menghampiri nya tak lupa melingkar kan tangan nya di perut Kaila memeluk nya dari belakang.


"Lepasin ihh aku mau ikat rambut nya susah," ucap Kaila menundukan pandangan nya ke bawah sungguh dia sangat malu sekali.


"Biar aku saja yang bantu ikatin rambut kamu," bisik Revan membuat Kaila merinding.


Namun saat Revan mengangkat rambut nya dia tersenyum melihat mahakarya nya yang ada di leher Kaila.


Kaila yang tak sengaja melihat dari kaca Revan tersenyum dia jadi curiga, kenapa dengan nya pikir Kaila.


Revan pun masuk kekamar ganti untuk mengganti baju nya karna dia berniat mengantar Kaila ke apartemen.


Kaila sendiri sedang menatap wajah nya di kaca, dia meneliti apa yang membuat Revan tersenyum dan dia pun melotot kala melihat dua tanda merah di leher nya.

__ADS_1


"Apa-apaan ini, apa ini yang membuat dia tersenyum ya?" guman nya.


Kaila pun bingung harus menutupi nya dengan apa dia pun membuka sosial media melihat-lihat cara menghilangkan bekas itu agar cepat pudar.


Lants dia mencoba menutupi nya dengan make up lumayan sedikit menyamarkan.


"Lumyan gak terlihat kan kalo gini, kerah baju ku juga lumayan menutupi nya," ujar nya sedangkan Revan nampak tersenyum melihat Kaila yang sedang kesal.


"Gak jadi pergi?" tanya Revan.


"Jadi lah, kenapa kamu tanya begitu?" tanya Kaila heran.


Kaila pun memperhatikan penampilan Revan yang sudah rapih,mau kemana dia pikir nya?


"Kalo kamu mau ada acara silahkan saya bisa pergi sendiri, saya sudah memesan taxi juga kok," ucap nya formal.


Revan yang mendengar Kaila berbicara seperti itu pun nampak diam, ternyata Kaila masih marah pada nya apalagi di tambah dengan kejadian tadi pagi.


"Ayolah sayang aku minta maaf aku janji gak bakalan ngelakuin hal tadi terkecuali kamu yang minta," ujar nya.


Sedangkan Kaila nampak melotot mendengar ucapan Revan barusan, siapa juga yang menginginkan nya dulu memang dia sempat merayu Revan dengan baju seksi namun Revan tidak tergoda.


"Aku bersedia mengantarkan kamu kemana pun kamu mau, aku janji akan memperbaiki diriku agar kamu nyaman," ujar nya membuat Kaila memutar bola mata nya malas.


"Terserah," jawab nya dan segera mengambil tas nya membawa keluar kamar.


"Biar aku saja yang bawa, untuk jalan saja seperti nya susah," canda nya melihat cara berjalan Kaila yang nampak berbeda.


"Oke terimakasih," ucap Kaila berjalan menuruni tangga dia berusaha menahan sakit di inti nya agar tak membuat mereka curiga.


"Sayang kalian mau kemana, bukannya kamu sedang tidak enak badan?" tanya Mama Dini yang sedang berbincang di dekat tangga.


"Ahh itu...," Revan pun menggaruk belakang kepala nya yang tak gatal.


Kaila yang kasian melihat suami nya pun langsung menjawab Mama nya."Aku udah mendingan kok Ma, ini mau kembali ke apartemen,"


"Syukurlah kalo begitu, Oma tadi menanyakan kamu, apa kamu mau menemui Oma dulu sebelum kembali ke Apartemen?" tanya Dini dan Kaila pun mengangguk.

__ADS_1


Kaila pun pamit kepada Oma Sarla dan setelah itu pamit kepada Dini dan Adam.


Kini dia sudah sampai di depan unit aparteman milik Cerry, dia langsung memencet pin nya, sedangkan Revan nampak bengong.


Jadi selama ini Kaila ada di sekitar nya pikir nya apalagi unit mereka bersebelahan.


Revan mengikuti Kaila masuk ke dalam unit, terlihat Naura sedang berbincang dengan Cerry dan siapa pria yang sedang berbincang itu pikir Kaila.


"Asalamualaikum," sapa Kaila membuat mereka menoleh.


"Walaikumsalam Kai kamu sudah datang? kebetulan kakak mau kenalin kamu sama teman lama kakak," ucap Naura tersenyum.


Kaila pun menghampiri mereka dengan wajah penasaran nya, namun saat melihat pria itu Kaila nampak kaget.


"Loh Bang Sean kok ada di sini? apa kalian saling kenal?" tanya Kaila heran.


"Kamu kenal Sean juga?" tanya Naura, sedangkan Kaila nampak bingung harus menjawab apa.


"Iya dia temen nya suami aku," jawab nya sedangkan Revan nampak bingung siapa wanita yang di panggil Kaila kakak itu, karna ini baru pertama kali bertemu.


"Oh iya kak kenalin ini Mas Revan suami aku, dan Mas kenalin ini Kak Naura sepupu aku," ujar nya.


Revan pun nampak mengangguk dan sedikit tersenyum.


Sedangkan Naura menyambut nya ramah, belum sempat Naura bicara Sean sudah menyela nya.


"Dia calon istri saya," ucao Sean, membuat semua orang terkejut sedangkan Naura jangan di tanya dia sangat malu mendengar pengakuan Sean barusan.


"Apa Bang Sean bilang apa tadi? jangan macem-macem sekarang Kak Naura tanggung jawab aku, dan aku gak mau Bang Sean deketin dia," ujar nya tegas.


Membuat Sean diam membeku dia sangat berharap Naura membela nya saat ini.


"Kai dia cuma becanda jangan di dengar ya, kita hanya berteman saja," ucap Naura menengkan sedangkan Kaila memperhatikan Sean mata nya memancarkan kekecewaan.


Sebenar nya Kaila hanya bercanda mengatakan itu karna dia bisa melihat di mata Sean bisa ada begitu banyak cinta untuk Naura.


Namun sebelum Naura resmi bercerai Kaila mau Naura tak menanggapi apapun dan pria mana pun.

__ADS_1


Takut nya nanti Naura yang akan di salahkan dan tak bisa cerai dengan damai.


__ADS_2