Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Liburan bareng


__ADS_3

Ifa pun berkumpul di rumah Mita, hari ini mereka berencara turing ke rumah Neneknya Zahra di Cianjur jawabarat.


"Fa kamu bawa motor nya Mas Iqbal tuh udah di cek kemarin di bengkel. "Ucap Mita menunjuk motor besar di halaman rumahnya,Iqbal dan Mita bersaudara ,dulu Iqbal tinggal di rumah neneknya yang bersebelahan dengan rumah orang tuanya Mita,namun setelah Nenek nya meninggal Iqbal kembali kepada orang tuanya.


"Oke, Zahra mana sih lama banget? "


"Lagi di jalan kaya nya, aku telpon juga gak diangkat,kamu gak jadi ajak Rey? "


"Enggak lah ngapain juga, pasti kan Dia sibuk mana ada waktu jalan-jalan gini. "Ujarnya.


"Eh Itu Zahra sama Sandi,dan Itu bukanya Rey, ko bisa bereng mereka. "Ujar Mita melihat teman-temanya turun dari motor.


Ifa pun menoleh, sungguh Dia sangat malas sekali kenapa harus ada Rey.


"Kalian udah datang ayo berangkat,Vito sama Agus nunggu di depan Mini market depan. "Ucap Mita menggendong tas ransel di punggung nya,karna ada 2 orang lagi yang ikut bersama mereka .


"Tunggu." ucap Ifa bingung harus bicara apa.


"Kenapa? "Tanya yang lain.


Untung saja Adit segera datang dan langsung bergabung dengan mereka.


"Ifa apa-apaan ini. "bisik Mita sedikit kesal melihat Adit ikut dengan mereka.


"Maaf hehe... "Ucap Ifa cengengesan.


"Ayo berangkat keburu siang."Ujar Zahra menaiki jok motor Sandi.


Ifa pun terpaksa ikut naik motor Rey, dan Mita juga terpaksa bareng Adit karna Dia tidak punya sim Motor.


"Udah gak usah cemberut ayo pake." Ucap Rey memberikan helm pada Ifa.


Mereka pun berangkat bersama ,mereka semua adalah teman satu SMA dan Rey pun sama hanya beda angkatan.


Setelah 2 jam perjalanan akhirnya mereka sampai, sungguh membuat badan pegal.


Mereka pun disambut dengan hangat oleh Nenek dan kakek nya Zahra, mereka masih terlihat muda di usianya yang senja.


"Hayu masuk teteh Aa, punteun rumah nya juga gubuk. "Ujar nenek.


"Gak pa pa nek, makasih maaf udah mgerepotin. "Ujar mereka.


Mereka pun duduk di kursi bambu depan rumah dengan semeliwir angin menembus kulit.


Suasana sangat sepi karna rumah nenek agak jauh dari yang lain, di kelilingi pesawahan dan juga kolam ikan.


"Sejuk juga ya gw baru pertama kali loh main ke tempat kaya gini."Ujar nya tersenyum melihat Ifa.

__ADS_1


Ifa pun salah tingkah di perhatikan seperti itu, sedangkan Mita dari tadi cemberut dan diam saja.


"Ayo masuk, Nenek udah siapin makanan buat kita. "Ujar Zahra .


Mereka pun masuk dan duduk di karpet yang sudah nenek siapkan, sudah tersedia Nasi liwet dan kawan-kawan, karna Zahra sudah menelpon kemarin kalo mereka akan ke sana ramai-ramai,rumah yang luas membuat mereka leluasa.


"Hayu atuh makan dulu, mungpung masih anget sengaja Abah mancing ikan buat kalian. "Ujar nya, melihat ikan bakar dan sambal juga lalaban membuat mereka semakin lapar.


Mereka pun makan dengan dengan lahap di iringi dengan canda tawa, Rey yang tak pernah makan dengan tangan pun merasakan nikmatnya makan siang itu.


Di sisi lain Icha dan Abang masuk ke dalam rumah saat merasa panas mulai terik, setelah sholat Zuhur mereka makan siang bersama yang bi Idah siapkan.


"Enin ko lama ya bi. "Ujar Icha setelah menghabiskan makannya.


"Biasanya sampe Asar teh, tunggu aja atau teteh mau nyusul ke sana? "


"Panas ihh, nanti deh kalo udah gak terlalu terik bi. "


Abang pun hanya geleng-geleng kepala sungguh Dia merasa gemas melihat Icha.


Kini mereka duduk di ruang tv, bercerita dan mendiskusikan rencana mereka.


"Gimana kalo kita langsung nikah aja, biar gak ada lagi yang bikin kamu ragu. "Ujarnya.


"Aku sih terserah orang tua aja gimana baik nya, lagian tanpa lamaran juga gak perting-penting amat ko. "


"Ya aku juga tau ko, kamu kan cinta mati sama aku. "Ujar nya terbahak.


"Emang,aku gak suka ya kamu dekat-dekat dengan cowok lain apalagi sama mantan kamu. "Ujar nya menyenderkan kepalanya di pundak Icha.


"Haha.. emang kamu cemburu sama siapa mantanku kan cuma satu jauh juga. "Ujarnya terkekeh melihat Abang yang manja padanya.


"Sama Ivan lah sama Desta juga, lagian semalam kamu ketemu kan sama mereka. "


"Iya makanya ikut kalo aku pergi biar gak salah paham,emang aku ketemu sama Desta sama orang tuanya juga tapi kami gak ngobrol Apa-apa hanya nanya kabar, dan kalo kak Ivan aku udah angggep kaya kakak sendiri lagian Dia kan sepupunya Mas Awan, jadi jangan cemburu oke. "


"Oke, semoga Alloh meridhoi rencana kita." Mereka berencana menikah 2 bulan lagi, karna rencana baik tidak baik di tunda-tunda, Abang takut kehilangan Icha kalo harus menunggu lama.


Abang pun tertidur di sopa dengan paha Icha yang jadi bantalnya, Icha pun hanya tersenyum seraya mengusap lembut rambut Abang, sungguh Dia tidak menyangka akan jadi seperti ini, dari dulu Icha sangat berharap ini terjadi.


"Terimakasih Tuhan telah menjawab Do'a ku. "Gumannya.


"Asalamuaikum."Ucap Mereka serempak.


"Walikum salam. "Jawab Icha, dan Abang pun mengerjapkan matanya dan terbangun mendengan berisik di sana.


"Eh ada tamu ya, maaf tadi Enin lama di pabriknya. "Ucap Nenek Minah memeluk cucu nya.

__ADS_1


"Gak pa-pa ko nin, gimana kabar kalian? "


"Baik teh. "Ujar Bi Asih memeluk Icha dan menyalami Abang.


"Ya sudah kami bersih-bersih dulu ya, kalian lanjutin ngobrolnya. "Ucap Bi Asih masuk mengantar Nenek minah ke kamar, sedangkan Mang Dadang langsung kembali ke rumahnya setelah bersalaman.


"Kamu bosan gak? " Ujar Icha.


"Emang kenapa? "


"Kita main ke kebun yuk, sekarang udah teduh, kita sholat Asar dulu deh. "


"Oke."Abang pun masuk ke kamar Icha, seperti biasa Dia tidak mau di kamar tamu.


Sedangkan Icha ke kamar Ifa, setelah Sholat mereka meminta Izin kepada Enin dan bergedas meninggalkan rumah.


Kini mereka berjalan kaki bergandengan tangan melihat hamparan kebun teh yang sangat luas.


"Kaya nya kalo tinggal di sini, hati ku tentram deh yang. "Ujar Abang.


"Ah bisa aja kamu, emang kamu mau tinggal di sini? "


"Ya mau lah asal sama kamu, dimana pun aku mau. "Ujar nya membuat Icha geleng-geleng kepala.


"Eh beli cilok dulu yuk. "Ucap Icha menunjuk pedagang Cilok yang sedang di serbu anak-anak.


Abang pun tersenyum, dan mereka pun membeli dua bungkus cilok.


"Udah gak usah bayar ya anak-anak, nanti kakak ini yang bayar oke. " Ucap Icha menunjuk Abang dan anak-anak pun bersorah gembira.


"Makasih teteh makasih Aa. "Ujar mereka.


"Sama-sama,berapa Mang semua?" Ucapnya mengelurkan dompet dari saku celananya.


"35 ribu A. "Ucap S Mamang.


Dan Abang pun mengeluar uang 50 ribu" Ini Mang kembalinya ambil aja. "ujar nya.


"Maksih banyak atuh A."


"Iya sama -sama, kami permisi ."Ucap Icha dan berjalan meningalkan pedangang cilok itu.


"Kebiasaan kemana-mana yang di beli cilok kalo ga cimol, tapi gak gemuk-gemuk dari dulu badan mu tetap sama. "Ujar Abang terkekeh.


"Hehe.. ya gimana atuh da Icha ah suka makanan kaya gitu teh." jawabnya.


Kini mereka duduk di bangku dan makan cilok bersama, sambil melihat pemandangan di sore hari.

__ADS_1


__ADS_2