Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
menjemput Naura


__ADS_3

Revan nampak bingung menenangkan adik nya itu."Ayolah Risa loe tuh udah gede ngapain juga pake nangis segala cengeng amat loe," ujar nya.


Risa pun melotot tak percaya mendengar Revan menyebut nya cegeng, biasa nya kalo tahu dia menangis Revan akan memanjakan nya dengan mengajak nya jalan-jalan dan belanja sepuas nya.


"Tuh kan loe juga berubah gak ada sayang sama gue, Mama, Papa, Oma dan sekarang loe semua gak ada yang sayang sama gue," isak nya.


"Kenapa sih cuma Kaila, Kaila dan Kaila yang kalian sayang sedang kan gue mana pernah di perhatikan semua gak peduliin gue, gue benci sama cewek sial*n itu udah rebut kalian sekarang dia mau rebut ka Remon," lanjut nya histeris.


"Udah ya loe tenang nanti gue bilang ke dia agar gak usah dekat-dekat lagi sama cowok loe itu," bujuk nya sambil memeluk Risa dan mengusap-ngusap rambut nya.


"Loe jangan nangis lagi yah, gue sayang sama loe apapun yang loe minta selalu gue kasih tapi plis jangan ganggu hubungan gue sama Kaila," pinta nya.


Risa pun mendongkahkan kepala nya menatap kakak nya itu dia curiga sepertinya kakak nya itu sudah mulai ada rasa dengan Kaila.


"Jangan bilang loe udah ada rasa sama dia?" tebak Risa dia merasa kecewa dengan Revan.


Harus nya Kaila yang di buat bucin oleh Revan bukan sebalik nya, kalo gini kan kasian juga Revan kalo sampai berpisah.


Revan pun menunduk dia tak bisa berkata apa-apa karna yang Risa katakan memang benar, dia sangat mencintai istri kecil nya itu.


"Oke gue gak akan ganggu hubungan loe sama dia, tapi loe harus buat Kak Reman ilfil sama dia gue gak mau liat dia dekat-dekat sama kak Remon lagi,"


"Iya-iya gue tahu kok apa yang harus gue lakuin, loe yang sabar ya gue tahu Kaila gak sejahat yang loe pikir,"


Namun Risa masih tidak mau percaya dengan ucapan Revan, dia tampak malas mendengar soal Kaila.


.


Kaila sudah sampai di rumasakit bersama Cerry, dia senang melihat Naura sudah lebih baik.


"Apa kabar kak gimana sekarang udah mendingan?" tanya Kaila duduk di dekat Naura sedangkan Cerry nampak duduk di sofa membiarkan sahabat nya bercerita.


"Udah lumayan sehat kapan kita pulang, Kakak udah gak betah tinggal di sini," ujar Naura.


"Nanti kita pulang nunggu kak Remon dulu yah," ucap Kaila dan Naura pun mengangguk.

__ADS_1


Naura pun melirik Cerry yang sedang asyik bermain ponsel."Makasih ya Cerry kamu udah baik banget sama kami,"


"Biasa aja Kak gak usah bilang gitu, anggap saja kita saudara aku juga senang bisa bantu Kakak," jawab nya tersenyum.


Naura bersyukur sekali melihat Kaila mempunyai sahabat sepeti Cerry.


"Kakak gak punya tempat tinggal sekarang, apa kita cari kosan dulu Kai biar gak ngerepotin kamu," ujar Naura.


Dia tidak mau merepotkan Kaila dan suami nya jadi dia harus ada tempat tinggal dulu sebelum pulang dari sana.


"Kakak tenang aja, kalian bisa tinggal di Apartemant ku selama kalian mau, jadi gak perlu cari kosan," ucap Cerry namun ucapan nya itu membuat Naura bingung.


"Kalian siapa?" tanya Naura.


"Aku sama Kakak, maaf kan aku belum cerita sama Kakak," jawab Kaila merasa bersalah.


"Apa maksud kamu, bukanya kamu sudah menikah dan tinggal bersama nya, jangan- jangan kamu juga sedang ada masalah?" tanya Naura.


Naura baru ingat kalo semalam Kaila menunggu nya sampai pagi dan sekarang sudah ada di sana, seharus nya suami nya juga tahu kalo Kaila ada di sana.


"Apa jangan-jangan kamu pergi dari rumah suami mu?" tanya Naura.


Kaila pun menunduk dia tak tahu harus bercerita dari mana, dia pun menceritakan awal mula diri nya pergi dari rumah.


"Seharus nya kamu jangan pergi karna emosi Kai, harusnya kamu dengerin dulu penjelasan dia siapa tahu kalian salah paham," ujar Naura memberikan nasehat.


Dia tidak mau adik sepupu nya itu salah melangkah dan menyesal di kemudian hari.


"Aku pergi cuma buat nenangin diri aja kok Kakak tenang saja, aku gak kepikiran buat pisah kok sama suami aku, karna aku udah janji sama Bunda akan menjadi istri yang baik untuk ka Revan selama nya," ucap Kaila panjang lebar membuat Cerry melotot.


Sedangkan Naura nampak tersenyum melihat Kaila yang berfikiran dewasa padahal umur nya masih kecil.


"Loe gak sakit hati gitu Kai dengar suami loe udah gak perjaka, gue sih ogah ya," ujar nya membuat Naura tergelak.


Namun hati nya tersentil karna saat menikah dengan Ronal dia pun sudah tak perawan, untung saja dengan status nya yang sebentar lagi menjanda dia tidak akan malu kalo nanti menikah lagi.

__ADS_1


"Gue juga ogakmh tapi gimana dong gak mungkin kan gue putar balik ke masa lalu, gue gak mau ambil pusing Cerr nanti malah gue yang sakit, siapa yang bakal jagain kak Naura?" ujar nya.


"Ya loe nikah lagi lah, kak Miko juga kaya nya suka banget sama loe Kai kan nanti kita bisa jadi saudara beneran kalo loe mau," canda nya.


"Makin ngaco aja nih anak kaya nya harus di reset ulang," ujar Kaila membuat mereka terbahak.


Tiba-tiba pintu terbuka nampak Remon masuk ke dalam ruang rawat.


"Kenapa pada diem tadi aja pas gue belum masuk pada rame?" tanya Remon.


"Loe udah selesai rapat nya?" tanya Kaila dan Remon pun mengangguk.


"Gimana kalo kita berkemas sekarang, gue liat di luar udah mau ujan," usul Remon.


Kaila pun mengangguk, namun sebelum itu dia menebus obat dulu di tempat obat.


"Kalian tunggu di dekat parkir ya gue nanti nyusul," ujar nya dan mereka pun mengangguk.


Kaila pun segera pergi, sedangkan Remon membantu Naura duduk di kursi roda tadi Kaila sudah mengganti baju Naura agar terlihat segar.


Kaila pun segera pergi setelah mendapatkan obat yang di tulis oleh dokter namun.


Bruk


"Ahh maaf saya gak sengaja," ucap Kaila mengantupkan tangan nya di dada saat tak sengaja menabrak orang.


"Loh Kaila kamu masih di sini?" tanya Sean yang tak sengaja dia tabrak dia baru saja datang.


"Ah iya Bang, maaf ya saya gak sengaja, Bang Sean juga masih menunggu Ibu nya" tanya Kaila.


"Udah mau pulang tapi ada yang lupa jadi balik lagi," jawab nya dan Kaila pun hanya mengangguk.


"Ya sudah kalo gitu saya duluan ya sepupu ku udah nunggu di sana," ucap Kiala menunjuk arah dimana mobil nya terparkir.


Deg

__ADS_1


__ADS_2