Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Tak sengaja


__ADS_3

Kaila sudah siap pulang, sekarang menunjukan jam 5 sore dia harus ke apartemant nya mengambil buku tugas yang tertinggal di sana.


"Loe mau pulang kemana?" tanya Cerry siap mengantar Kaila kemana pun.


Kaila bingung mau ke sana atau tidak karna dia takut keburu Revan pulang namun tak tahu kenapa dari semalam memang dia sudah merindukan suami nya itu walau pun kesal tapi gak tahu kenapa gak tidur sama Revan itu rasanya gimana ya, seperti ada yang kurang.


"Antar ke apartemant aja Cerr gua mau ambil buku tugas buat besok, biar nanti gue jalan kaki ke rumah Sindy nya," ujar nya dan Cerry pun mengangguk.


Kaila pun membereskan semua buku nya dan memasukan nya ke dalam tas,mereka akan mengikuti ujian semester satu minggu lagi jadi Kaila harus benar-benar giat agar nilai nya bagus.


Kaila berniat pulang ke Bandung saat libur semester itu, tadi nya dia akan bercerita kepada Revan tentang rencana nya namun karna kesalah pahaman ini dia jadi bingung sendiri.


Mereka pun keluar dari kampus naik mobil Carry tak memakan waktu lama mereka pun sampai di depan apartemant.


"Mau masuk dulu gak?" tanya Kaila menawarkan.


Namun Cerry menggelengkan kepala nya pertanda kalo dia harus buru-buru pulang.


"Gua langsung cabut aja Kai, besok gue jemput kabarin aja ya," ucap nya dan Kaila pun mengangguk.


"Makasih banyak Cerr," ungkap nya sambil melambaikan tangan ke arah mobil terlihat Cerry pun membalas lambayan nya dan mobil pun pergi menjauh.


Kaila pun menghela nafas kasar dia berjalan masuk lift dan menekan tombol unit nya.


Setelah sampai di depan unit, Kaila sedikit ragu untuk membuka nya takut kalo tiba tiba Revan datang.


Tapi kalo di lihat dari jam,biasa nya Revan akan pulang setelah adzan magrib ini baru juga jam 05.15 setidak nya Kaila masih ada waktu sebelum Revan pulang.


Kaila pun langsung masuk setelah memencet pin unit nya.


"Rasanya lelah banget hari ini," ujar nya sambil merebahkan tubuh nya di sofa.


Tak terasa Kaila terlelap di sana dia benar-benar lupa tujuan nya.


Di tempat lain Revan baru saja keluar dari kantor dia bersyukur akhirnya pekerjaan nya selesai lebih cepat dan tidak perlu lembur.


"Lo udah baik sekarang?" tanya Sean yang berdiri di depan mobil nya.


Revan yang akan masuk mobil pun mengurungkan niat nya dia menautkan kedua alis nya bingung mendengar ucapan Sean.

__ADS_1


"Emang nya gua kenapa?" tanya Revan bingung.


Sean pun berdecak tadi saja dia kaya orang kesambet di ajak bicara juga gak jawab malah diem-diem bae.


"Gimana hubungan lo sama Kaila, apa dia baik baik saja?" tanya Sean penasaran dengan keadaan Kaila yang terakhir bertemu dia dalam keadaan tidak baik baik saja.


Revan diam dia juga belum ketemu Kaila dari kemarin apa dia baik baik saja atau tidak, dia tidak tahu Kaila dimana sekarang dia hanya tahu kabar nya dari Cerry saja.


"Aku harus segera pulang," ujar nya tak menjawab dia segera masuk ke dalam mobil dan nenghiraukan Sean yang masih berdiri di depan mobil nya.


Sean pun hanya menggelengkan kepala nya melihat Revan yang malah menghuraukan keadaan nya.


Revan segera menancap gas menuju apartemant nya dia akan mandi dulu setelah itu akan mencari Kaila.


"Semoga saja kamu baik -baik saja sayang," gumannya.


Revan melajukan mobil nya dengan kencang hingga tak terasa dia pun sampai di basment apartemant dan segera memarkirkan mobil nya.


Revan pun berjalan gontai menaiki lift menuju unit nya.


Sesampai nya di lantai unit nya di langsung memencet pin nya dan segera masuk.


"Astaga sayang," ujar nya mendekati Kaila yang sedang terlelap.


Sungguh Revan sangat senang sekali melihat nya istrinya kembali pulang dia tidak akan membiarkan Kaila pergi lagi.


"Sayang akhirnya kamu pulang," ujar nya membenarkan rambut nya yang sedikit berantakan.


Kaila pun pun mengerjapkan mata nya kenapa dia ada di sana, apa yang dia lakukan pikirnya.


"Sayang hey kamu kenapa? aku seneng kamu mau pulang. Maafin aku ya, gimana kabar kamu apa masih sakit?" ujar nya memeluk tubuh nya erat.


Kaila pun mengerutuki kecerobohan nya kenapa dia sampai tertidur di sana, padahal niat nya kan cuma mau ambil buku saja.


Trus dia harus bagaimana sekarang kan kalo udah kaya gini, pasti Revan bakalan salah sangka padanya. Namun Kaila juga nampak nyaman berada dalam pelukan suami nya itu.


"Mas aku gak bisa nafas," ujar nya.


Revan pun langsung melepaskan nya dia benar-benar lupa kalo pelukannya itu membuat Kaila sesak nafas.

__ADS_1


"Maaf," ujar nya sedikit canggung.


Revan menggenggam tangan Kaila dan sedikit mengelus nya lalu menatap wajah Kaila yang tampak lelah seperti nya di masih mengantuk.


"Kamu dari mana saja, Mas nyariin kamu dari kemarin Mas minta maaf," ucap nya sendu.


Kaila pun tak tega melihat nya dia juga bisa melihat rauh penyesalan dari wajah suami nya itu wajah nya nampak lelah.


Gak tahu kenapa Kaila malah memeluk Revan dan menangis dalam pelukan nya.


"Sayang kamu kenapa apa ada yang sakit?" tanya Revan bingung melihat Kaila yang tiba-tiba menangis.


"Aku minta maaf udah bikin Mas khawatir, aku gak bisa ngontrol diriku yang masih kekanak-kanakan. Aku tahu aku salah harus nya aku menyelesaikan masalah bukan malah pergi," ujar nya.


Revan pun tersenyum akhirnya Kaila sadar juga, dia sangat bersyukur semua baik-baik saja.


"Udah jangan nangis ya Mas minta maaf untuk semua nya, kita baikan ya," ujar nya.


Kaila pun mengangguk dia juga tidak mau terus-terusan bertengkar dengan suaminya itu.


"Aku kangen sama kamu," ujar nya gak tahu kenapa kata-kata itu keluar begitu saja tanpa dia sadar.


"Iya Mas juga, ayo mandi dulu udah mau malem," ucap nya dan Kaila pun mengangguk.


Mereka mandi bergantian setelah selesai mandi Revan mengajak Kaila makan malam di luar.


"Sayang sebagai minta maaf dari Mas, Mas mau ajak kamu makan di luar," ujar nya.


Kaila pun berbinar mendengar nya dia langsung mengangguk menyetujui nya.


"Ayo tapi aku yang nentuin dimana makan nya yah," ucap nya dan Revan pun mengangguk.


Mereka pun keluar dari apartemant menuju tempat makan yang di pilih oleh Kaila.


"Kamu nginep dimana semalam?" tanya Revan penasaran.


"Di rumah Sindy," jawab nya.


Revan pun mengangguk walau pun dia tidak kenal dengan teman Kaila itu karna selama ini Kaila tidak pernah membahas nama itu.

__ADS_1


"Dia teman baru aku Mas kebetulan kami satu kelompok," ujar nya seolah memberi penjelasan karna Revan nampak bengong.


__ADS_2