Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Bertemu Mama nya Remon


__ADS_3

Kaila dan Cerry masih menunggu Naura di rumasakit, untung saja Naura sudah siuman namun dokter mengatakan hal buruk kepada Kaila tentang kondisi Naura.


"Bagaimana keadaan Kakak saya dok?" tanya Kaila cemas.


"Pasien baik-baik saja cuma ada sesuatu yang membuat nya begitu," ucap dokter itu membuat Kaila mengeryitkan dahi bingung.


"Maksud nya gimana ya dok?" tanya Kaila masih penasaran.


"Jadi sebaik nya di periksa ke dulu ke pisikolog, soal nya saya melihat pasien seperti nya mengalami ganguan kecemasan berlebih," ucao dokter paruh baya itu.


Kaila pun hanya mengganguk."Baik dok terimakasih banyak," ujar nya dan dokter. pun pamit.


Kaila nampak sedih melihat keadaan kakak nya yang seperti itu, lamunan nya buyar saat mendengar seseorang memanggil nama nya.


"Kai gimana Mbak Naura?" tanya Remon yang baru saja datang dengan seorang wanita paruh baya.


"Udah sadar dia di dalam bersama Cerry tadi aku ngobrol dulu sama dokter," jawab nya dan Remon pun mengangguk.


"O iya Kai kenalkan ini Mama ku, ma ini Kaila wanita yang aku ceritakan kemarin," ujar nya dan Mama nya Remon pun tersenyum ramah.


"Saya Widia Mama nya Remon senang bertemu dengan mu anak manis," ucap nya tersenyum ramah.


"Iya tante aku juga seneng ketemu tante," jawab nya.


Mereka pun masuk ke dalam ruang rawat Naura, terlihat Naura duduk di tempat tidur di temani Cerry yang duduk tak jauh dari nya.


"Mba gimana keadaan mu?" tanya Remon khawatir entah kenapa melihat Naura seperti ini dada nya sangat sakit sekali.


"Aku baik-baik saja kamu jangan khawatir," jawab nya.


Cerry pun pindah dari tempat duduk nya membiarkan mereka mendekati Naura.


"Oh iya itu Mama ku, tadi kami sedang jalan bareng jadi sekalian aku ajak ke sini biar bisa kenal sama Mba Naura," ujar nya meletakan beranjang buah di meja.


Widia pun menghampiri Naura, entah kenapa melihat Naura yang masih pucat membuat nya kasian dan langsung memeluk nya lalu duduk di kursi bekas duduk Cerry.


"Apa kabar saya Mama nya Remon senang bertemu dengan mu, Remon sudah cerita semua nya kepada saya," ujar nya.

__ADS_1


Sedangkan Naura hanya mengangguk sambil tersenyum."Makasih banyak tante maaf sudah merepotkan," jawab nya.


Kaila, Remon dan Cerry nampak duduk di luar ruang rawat membiarkan mereka mengobrol.


Seperti nya Naura butuh sosok ibu yang bisa menghibur nya, mereka pun membiarkan Naura di dalam bersama Mama nya Remon saja.


"Kok gue ngerasa nyokap nya Kak Remon mirip ya sama kak Naura," ujar Cerry membuat Kaila menoleh dia pun merasa nya begitu.


Namun dia menepis semua pikiran itu, mungkin hanya kebetulan pikir nya.


"Nama nya juga manusia kan banyak yang bukan saudara juga wajah nya sama," ucap Remon .


Cerry dan Kaila pun mengangguk, setelah itu mereka masuk kembali ke dalam ruang rawat karna sudah terlalu lama meninggalkan mereka.


"Kalian makan siang dulu sana biar Mama yang menjaga Naura," ujar nya.


Kaila dan Cerry pun saling melirik dia sebenar nya sudah sangat lapar apalagi tadi pagi cuma makan roti saja ini sudah jam 3 sore pantas saja makan siang pun sudah lewat.


"Gak papa kok tante aku aja yang jaga kakak, biar Cerry sama kak Remon aja yang keluar cari makan," ujar nya.


Naura pun kasihan melihat Cerry dia pun meminta mereka pergi mencari makan.


"Udah Kai kakak gak papa kok kalian pergi sana, ini juga udah lewat makan siang," bujuk nya.


Kaila pun akhir nya meminta tolong pada Mama nya Remon agar menjaga nya selama mereka pergi.


"Maaf ya tante merepot kan titip kak Naura bentar ya," ucap Kaila canggung.


Namun Widia malah tersenyum dia tidak keberatan.


"Tidak apa-apa pergilah Naura aman bersama ku," ujar nya dan mereka pun keluar untuk mencari makan.


Mereka pun keluar dari rumasakit menuju restoran yang tak jauh dari sana.


Di tempat lain Revan sedang berada di tempat putsal bersama Sean, namun mereka tak sengaja bertemu Mico di sana yang juga akan main bersama kawan -kawan nya yang lain.


"Hay bro loe di sini juga?" tanya Mico tersenyum sinis.

__ADS_1


Revan pun memutar bola mata nya malas, dia sangat malas sekali bertemu si kumpret itu.


"Hay Mic loe kemana aja jarang banget gue ketemu sama loe," ucap Sean ramah.


"Ahh gue mah ada aja Bang gak kemana-mana, biasa lah pengangguran banyak acara," jawab nya membuat Sean terkekeh sedang kan Revan nampak diam saja tak merespon mereka.


"Oh ya gue tadi ketemu Kaila, gue denger kalian udah putus ya," ucap nya membuat Revan mengepalkan tangan nya.


"Maksud loe apa sih gue sama Kaila baik-baik saja dan asal loe tahu Kaila itu bini gue bukan pacar gue," jawab nya.


Membuat Mico melotot tak percaya namun dia kembali menetral kan perasaan nya yang nampak kaget mendengar berita itu sedangkan Sean hanya menyimak saja.


"Oh pantas saja tadi dia ngobrol sama tante Rima gue denger soal penceraian gitu," ujar nya membuat Revan meradang.


"Apa maksud loe, gak mungkin Kaila mau cerai sama gue loe salah denger kali," menarik kaos yang di pakai Mico.


"Hey apa-apaan kalian ini," ujar Sean memisah kan mereka.


Revan pun mengepalkan tangan nya, sungguh dia ingin sekali menghajar mantan sahabat nya itu.


Revan pun menepis pikiran buruk dalam diri nya, tak mungkin Kaila melakukan hal itu apalagi setelah apa yang dilakukan mereka tadi pagi, bagaimana kalo Kaila hamil setelah mereka cerai.


"Gue gak bodoh kali, gue bersumpah gak salah dengar kalo loe gak percaya loe bisa tanya tante Rima," ujar nya yakin.


Revan pun hanya diam dia baru ingat kalo tante nya Mico itu sahabat nya bunda Icha.


"Astaga gimana ini apa Kaila beneran mau cerai sama gue, ya Tuhan hamba mohon beri kan petunjuk." pikir nya.


Sedangkan Mico tersenyum melihat Revan nampak mmerah menahan amarah nya, untung saja ada Sean di sana kalo gak ada pasti akan habis dia oleh Revan, sejak dulu Revan memang keras kepala dan juga gampang tersulut emosi.


Buat kalian yang pengen tahu cerita Adit dan Mita aku udah tamat ya ada di Terlanjur Cinta.



Desi dan Satria aku pisah ya judul nya My Perfeck Hubby.


__ADS_1


__ADS_2