
"Oh jadi ceritanya lo bawa kabur anak gadis orang ya. "Ucap Abang setelah mendengar cerita mereka.
"Enak aja enggak gitu juga. " Ucap Iqbal tak terima.
"Bukan salah Iqbal ko, aku yang ngajak Dia." Ujar Mega.
"Trus rencana kalian kedepannya gimana? " Tanya Icha sedikit bingung.
"Kita mau nikah di sini, kan kalo sudah sah Papanya gak ada hak lagi. "Ujar Iqbal yakin.
"Kalian yakin? gimana sama keluarga kalian? "
"Keluarga gw udah tau ko, Bunda sama Ayah gw setuju ,Mega juga udah minta dapet restu dari Mamanya, kita akan nunggu Mas Ilham sebagai wali nya. "Ucap Iqbal.
"Syukurlah kalo begitu, jadi kapan kalian menikah? "
"Satu minggu lagi karna harus nunggu Mas Ilham dulu, tapi kita udah daftar ke KUA kok tadi diantar Mamang."
"Ya udah nanti kita bantuin deh kalo butuh Apa-apa. " ujar Abang menepuk pundak Iqbal.
"Makasih ya, kalian memang sohib gw dari dulu. "Ujarnya.
Mereka pun berbincang dan merencanakan pernikahan yang akan di laksanakan secara sederhana, namun Mega tidak mempermasahkan nya sungguh Dia sangat senang bisa menikah dengan lelaki yang di cintainya walaupun tanpa kehadiran orang tuanya.
Setelah sore mereka pun segera pamit pulang.
"Besok -besok kita main lagi ke sini kalo ada apa-apa hubungi aku ya. " Ucap Icha memeluk sahabatnya itu, Icha mengajak Mega tinggal di rumah nya untuk sementara namun Iqbal melarang nya, karna di sana pun Mega akan tidur bersama Mita di rumah Bi Dian sedangkan Iqbal menempati kamar nya yang dulu.
Rumah Nenek nya Iqbal sudah lama kosong namun di rawat sangat baik oleh Bi Dian jadi rumah selalu bersih dan rapi.
Kini Mereka pun sampai di depan rumah.
"Mau masuk dulu, apa langsung pulang. "Ucap Icha turun dari mobil.
"Langsung pulang, mau diapers siap kan mau ke rumah kamu nanti malam. " ujarnya dan Icha pun masuk ke dalam rumahnya setelah mengucap salam.
__ADS_1
Icha pun masuk ke kamar dan segera bersiap karna waktu sudah mulai gelap.
Icha pun turun ke bawah menghampiri sang Ibu yang sedang sibuk di dapur.
"Teteh kapan ke sini? mana dede gemoy? "Ujarnya melihat Irma dan bi Ipah membantu Ibunya di sana.
"Tadi siang, kamu sih main sampe sore jadi gak tau kalo teteh udah datang,Dede di kamar sama Ayahnya. "Ujarnya.
"Maaf teh, Icha lupa kalo ada acara penting. "Ujarnya sambil cengengesan.
"Udah ganti baju sana Ibu sudah siapakan di lemari. " Ujar Ibu.
"Bukanya acara nya cuma makan malam aja ya Bu? ko harus ganti baju lagi, kan Icha udah ganti ini juga sopan ko. " Melihat dari atas sampai ke bawah.
"Udah sana, teh anter dulu Icha ke kamar. " Titah Ibu tak mau di bantah.
Mereka pun kini sudah di kamar dan Icha pun bergegas mengganti baju yang Ibu siapkan.
"Teh emang harus ini ya baju nya, mencolok banget. " Ujarnya melihat penampilannya dengan gaun yang indah senada dengan kerudungnya.
"Udah pake aja, ini kan acara resmi kamu Cha. " Ujarnya merapihkan riasan wajah Icha.
"Ada acara apa sih kok rame di luar? " Ucap nya duduk di kasur Icha, dan mereka pun menoleh melihat adik nya baru pulang.
"Dari mana dek kok baru pulang. "Ucap Irma.
"Oh aku dari Cianjur teh, main ke rumah Nenek nya Zahra. "Ucap nya.
"Udah sana mandi, kita ada acara panting. "
Ifa pun masuk ke dalam kamar nya dan bergegas mandi sungguh Dia sangat lelah sekali.
Ifa pun sudah siap dengan dres senada yang Ibunya siapakan,Dia bergegas masuk ke kamar kakaknya.
"Ayo teh, Adit udah Chat aku katanya di bawah udah siap. "
__ADS_1
Kini mereka pun sampai di ruang tamu sudah banyak orang di sana ada keluarga pak Edi dan juga pak Rt dan dua orang tetangga lainnya.
Icha pun merasa gugup karna yang di pikirannya hanya pertemuan semata bukan acara resmi seperti ini.
Keluarga memutuskan mereka bertungan terlebih dahulu dan masalah pernikahan akan di laksanakan satu bulan lagi.
Icha sangat senang mendengar nya, karna Dia dan Abang pun rencananya seperti itu namun orang tuanya lebih tau.
Abang pun menyematkan cincin di jari Icha begitu pun sebalik nya ,namun ada satu orang yang nampak cemberut dengan hal itu.
Dia adalah Nur tante angkatnya Abang, Dia sangat membenci sekali Icha karna sudah merusak rencananya.
Ifa dan Adit saling melirik dan saling berbisik saat melihat Nur di sana.
"Harusnya lo anterin Dia pulang kampung biar gak ganggu kesenangan kakak kita. "Bisik Ifa.
"Iya emang harusnya gitu, tapi gimana ding bokap gw gak setuju. "
"Lo pokonya harus pantau terus Geraldine geriknya kaya nya Dia licik, pasti bakalan. lakuin sesuatu. " Adit pun menganggukan kepalanya.
"Gimana lo sama Mita, gw lupa tanya tadi. "
"Lumayan lah ada gak terlalu jutek sekarang mah. "
"Syukur deh kalo gitu, lo kalo memang cinta perjuangin jangan bikin Dia sakit hati lagi. "
"Iya gw janji gw nyesel udah bikin Dia jauhin gw, dulu gw memang bego gak nyadar sama perasaan gw kalo gw suka sama Dia, tapi sekarang gw akan berjuang, seperti Mita yang dulu ngejar-ngejar gw. " Dan Ifa pun menganggukan kepalanya.
Mita sejak dulu mencintai Adit dan mengejar ngejar nya,namun Adit hanya menjadikannya pacar bayangan, yang hanya memenfaatkan nya saja, karna Adit Cowok populer Dia terpaksa menerima Mita agar tidak ada yang mendekatinya ,namun Mita pun menyerah karna Adit tak pernah peduli padanya.
Namun saat Mita menjauhinya Adit baru merasakan betapa berati nya Mita untuknya.
Dia sangat menyesal karna menyia-nyiakan gadis secantik dan sebaik Mita, namun Dia tidak akan menyerah akan berusaha menjadikan Mita pacarnya lagi.
Acara pun selesai kini mereka sudah pamit pulang begitu pun dengan Irma, Dia terpaksa pulang karna besok Hermawan harus ke kantor pagi-pagi karna ada metting.
__ADS_1
Kini Icha pun sudah mengganti baju nya dengan baju tidur, Dia terus melirik cincinya dan tersenyum senang.
"Semoga Tuhan merestui cinta kita." Gumannya seraya merebahkan tubuhnya.