
Saat Icha sedang berbincang datang lah Ivan menghampiri mereka.
"Selamat malam. "
"Kak Ivan. "
"Sekertaris Ivan, bagaimana kabar anda. " Ucap Desta,karna mereka sering bertemu di acara-acara penting,apalagi sekarang perusahaan Hermawan bekerja sam dengan perusahaan Ayahnya Desta.
"Baik, Tuan Desta senang bertemu dengan anda. "Ucap nya tersenyum.
"Hebat kamu Cha bisa kenal dengan Ceonya BR GEMILANG Grup" Ujar Ivan, Gemilang adalah perusahaan milik Ayah Desta.
"Ahh itu kita cuma kenal aja gak dekat. "Ucap Icha membuat hati Desta semakin sakit.
"Saya permisi dulu. "Ucap Desta meninggalkan mereka Icha pun hanya menggangguk.
Ivan pun duduk di kursi yang tadi Desta duduki,Dia sangat penasaran kenapa Icha bisa kenal Desta.
"Kamu kenal dimana dengan Desta? " tanay nya menyelidik.
"Di jogya dulu Dia kakak senior ku." jawabnya santai.
"Oh pantas saj kalian terlihat akrab. "Ujar nya mengaggukan kepala.
"Kakak kenapa gak gabung sama yang lain?"
"Aku bosan Cha,bahas kerjaan terus. "Ujar nya dan Icha pun malah tersenyum.
"Makanya cari pacar biar ada teman curhat kak, bisa berbagi ini itu lah intinya. "
"Aku masih nunggu ceweknya Cha, masih di jagain orang. "
"Ha maksud nya gimana? "
"Iya lagi nunggu Dia putus sama pacarnya. "
"Yang benar aja dong ka jangan jadi pho dong gak etis banget. "Ujarnya terkekeh.
"Siapa tau aja cha, jodoh kan gak ada yang tau. "
"Hahha iya juga. " Ucap Icha tersenyum canggung.
Sungguh Icha sangat canggung bila harus berdua begini.
Setelah seminggu jarang berkomunikasi dengan Icha,Abang mulai rindu saat-saat jalan berdua apalagi Dia mendengar kalo hari ini ada acara penting untuk keluarga Icha.
Sungguh Dia menyesal karna tidak bisa menghadiri nya, Icha sudah berusaha mengajak nya pergi namun kerjaan yang tak memungkinkannya pergi ,akhirnya Icha menyerah,hingga komunikasi pun jarang.
"Maafin aku Cha, gak bisa ngertiin kamu sungguh aku menyesal gak ikut pergi sama kamu. "Gumannya.
Saat ini Abang sedang tiduran di kamarnya, mleihat sudah jam 11 malam namun Dia belum juga terpejam, melepon Icha namun tak di angkat-angkat, Diapun ke balkon melihat mobil Icha namun belum juga pulang.
Icha terus berbaur dengan yang lain, dari tadi Icha menunggu Ifa yang sudah hampir dua jam belum kembali.
Disisi lain Ifa sedang duduk berbincang dengan orang tuanya di dalam, sungguh Ifa lupa dengan kakak nya.
Saat Ifa keluar toilet Dia bertemu dengan Rey yang sedang berbincang dengan temannya.
__ADS_1
"Sayang kamu di sini juga. "Ujar nya melihat Ifa yang sangat cantik berbeda seperti biasanya.
Ifa hanya menoleh tanpa menjawab, Dia sangat kesal dengan Rey yang pura-pura baik padanya.
"Hey, kamu kenapa sih, ko diam saja. "ujarnya meraih tangan Ifa,melihat itu teman-teman Rey meninggalkan mereka berdua.
"Aku gak pa-pa, jangan ganggu aku okey kita selesai. "Ucap Ifa melepaskan tangan Rey.
"Maksudnya apa, aku gak ngerti?"
"Kamu udah menang Rey,untuk apa kamu pura-pura perhatian sama aku, aku udah tau semuanya, sekarang kita selesai,kamu bisa kembali mengejar cinta Anggel."
Rey pun mencerna apa yang Ifa katakan sungguh Dia sangat bingung, dan tersadar saat Ifa sudah menjauh darinya.
Ifa pun bergabung dengan orang tuanya, dan melupakan Icha, karna kekesalannya pada Rey.
"Kak aku pamit kesana dulu ya. "Ujar Icha setelah melihat ponselnya, Dia mengirim pesan pada Ifa dan menanyakannya dimana,setelah tau Icha pun akan menghampirinya.
Ivan pun hanya diam melihat kepergian Icha.
"Icha memang wanita yang baik, beruntung laki-laki yang menjadi suaminya kelak. "Ujar Desta yang baru saja duduk disana.
Ivan pun melirik Desta seolah meminta penjelasan dan Desta pun malah tersenyum.
"Aku orang yang paling bodoh karna telah membuatnya kecewa,kalo sekertaris Ivan menyukainya jangan pernah sakiti Dia. "Ujar nya.
Ivan pun masih bingung dengan ucapan Desta barusan,sebenarnya apa hubungan Icha dan Desta di masalalu pikirnya.
"Apa kalian pernah ada hubungan di masalalu? "
"Tentu saja dulu kami sangat dekat dan hampir bertunangan tapi karna kesalahan saya akhirnya Icha pergi. "Ucap Desta sendu.
Icha pun menghampiri Ifa di dekat parkiran.
"Mana mereka? "
"Udah pulang dari tadi,ayo kita pulang udah jam 11 lewat. "Ujarnya segera naik ke mobil.
Mobil pun melesat meninggalkan parkiran,dan akhirnya mereka sampai di depan gerbang rumah mereka.
Sungguh hari ini sangat lelah, setelah membersihkan tubuhnya Icha segera tidur karna ngantuk sudah mulai menyerang.
🍀🍀
Pagi hari nya Icha bangun agak siang, karna hari libur, hari Dia berencana mengunjungi sang Nenek di kampung.
Icha pun lekas mandi dan bersiap, setelah selesai Icha turun mnghampiri orang tuanya di ruang makan.
"Pagi bu, pagi Pak.. "
"Pagi, kamu mau kemana bukanya hari libur ya. " ujar pak Harun.
"Icha rencana nya mau ke rumah enin pak, udah lama gak ketemu mungkin nginep kali ya besok kan masih libur juga. "Ujarnya dan mereka pun mengangguk.
"Ifa kemana kok gak kelihatan? "
"Katanya mau turing sama teman-temanya, tadi Mita pagi-pagi udah jemput ke sini."
__ADS_1
"Yah padahal aku mau ajak ke rumah Enin, gagal deh kalo gitu. "Ucap nya kecewa.
"Udah biasanya juga sendiri, semangat. "Ucap Ibu sambil terkekeh,melihat Icha cemberut.
Icha pun kegarasi memanaskan mobilnya, Icha sangat rindu sekali dengan Bude juga Mas nya namun mereka harus segera kembali ke jogya pagi tadi karna ada masalah di Restoran.
Tanpa sengaja Icha melihat Abang sedang berbincang di teras dengan Nur, membuat nya semakin kesal, Dia pun segera masuk kedalam rumah dan menaiki tangga masuk ke dalam kamar nya.
Membawa satu tas selempang, Dia tak membawa baju karna banyak baju nya di rumah nenek.
"Ibu, pak Icha pamit ya. "mencium tangan orang tuanya.
"Kamu hati-hati yah, jangan ngebut. " Icha pun menganggukan kepalanya.
"Asamualaikum. "
"Walaikumsalam. "
Icha pun segera masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya, Icha hanya melirik Abang yang menatapnya tanpa menyapa dan melajukan mobilnya dengan kencang.
Sungguh Icha sangat cemburu melihat pemandangan itu, Dia benar-benar kecewa dengan sikap Abang yang malah semakin menjauhinya.
"Kalo memang kamu udah gak mau aku di sisi mu dengan senang hati aku pergi. "Gumannya seraya mengusap air matanya yang terus menetes.
Melihat Icha pergi pagi itu membuat Abang penasaran, Dia pun menelpon Icha namun tidak diangkat, akhirnya Dia bertanya kepada pak Harun yang sedang mencuci motor di halaman rumah.
"Pagi om,lagi apa?" ujarnya di depan pagar.
"Eh Abang, kamu tumben gak ke kantor, biasanya hari sabtu juga tidak libur. " candanya.
"Hhaa om bisa saja, sekarang libur lah om cape kerja terus. " ujar nya tersenyum.
"Icha kemana ya om, ko ga keliatan? "
"Baru aja pergi katanya mau liburan, emang gak bilang sama kamu. "
"Enggak om mungkin lupa,ya udah saya pamit dulu om. "Ucapnya lesu dan pa Harun pun menggangukan kepala.
Abang pun masuk ke dalam kamar, sungguh Dia sangat kesal kenapa Icha tidak bercerita kepadanya malah pergi gitu aja.
"Kenapa lo,Bang pagi-pagi udah ngelamun. "ujar Adit yang nyelonong masuk ke kamarnya.
"Ngapain lo kesini, maen nyelonong aja? "
"Ambil kunci motor lah, makanya kalo pinjem cepet balikin,gw mau turing bareng Ifa dan anak-anak lainnya."
"Pantes aja lo dah rapi, biasanya juga belum bangun jam segini. " Adit pun malah cengengesan menggaruk kepala nya.
Adit pun bergegas keluar kamar,sedangkan Abang masih melamun di balkon kamarnya, melihat ke arah balkon Icha yang biasanya kalo libur Icha sedang menyiram tanamannya.
"Gw harus cari tau kemana Icha pergi. "Gumannya berdiri melangkah menyusul Adit yang sedang memansakan motor nya.
"Dit lo tau gak Icha kemana? "
"Ya elah, bukanya elo pacar nya napa nanya gw aneh banget. "Ujarnya.
"Udah jawab aja tau gak? "
__ADS_1
"Kalo tau emang apa urusannya sama lo, udah gak usah bikin Icha tambah sedih lo, urusin noh cewek gak tau malu itu, bikin mata gw sepet tau gak liatnya apalagi Icha. "Ujarnya kesal.
"Maksud lo apa? "