Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Membeli oleh oleh


__ADS_3

Ifa pun lupa kalo ada janji dengan Rey malam ini, Dia malah menginap di rumah Zahra.


Di sisi lain Rey kebingungan melihat rumah Ifa tampak sepi, Dia pun bertanya kepada Satpan namun Dia tidak tau Ifa kemana hanya melihat Ifa pergi ke kampus siang tadi.


"Kamu tuh benar-bener ya Fa, " Ucap Rey kesal, Dia pun bergegas masuk ke dalam mobilnya dan menancap gas.


Di sisi lain Ifa sudah tertidur karna kelelahan, Dia juga lupa mengaktipkan ponselnya yang sejak tadi mati.


Pagi menyapa, Ifa sudah terbangun .


"Ra gue langsung pamit ya bokap gue dah telpon nih katanya udah jalan pulang, " Ucap Ifa membereskan barang-barang nya.


"Ya udah hati-hati di jalan, gue juga ada kelas pagi, " Ucap Zahra yang baru bangun.


Ifa pun masuk ke dalam mobil meninggalkan rumah Zahra, hanya 15 menit Ifa sudah sampai di depan rumahnya, Dia pun segera masuk setelah membuka kunci rumah.


"Apa anak-anak langsung di bawa kesini yah? " gumannya, Ifa pun masuk ke dalam kamar tamu yang berada dekat dari ruang keluarga.


Ifa pun mengganti sprei nya dan membereskan barang-barang yang tak terpakai ke dalam gudang, Dia juga mencuci sprei nya.


"Gini deh kalo gak ada pembantu hidup gue susah, bersihin ini lah itu lah sebel banget, " Ucapnya mengelap keringat di dahinya.


Setelah membereskan rumah, Dia memasak di dapur, sungguh pekerjaan yang terlihat enteng itu sangat berat.


.


"Sayang kamu masak apa? harum banget, " Ujar Abang yang baru saja datang Dia habis lari pagi.


"Biasalah masak bahan yang ada, nanti kita belanja ya buat besok bukannya besok acara pindahan? "


"Iya, maaf Aa sampe lupa, kamu catet aja semua nya biar gak pusing nanti nya tanya sama Ibu sama Bunda apa saja yang harus di beli, " Ujarnya.


" Nanti siang aja lah ke rumah, mereka biar mereka gak curiga gitu, pulang nya kita belanja, " Ucap Icha dan Abang pun mengangguk.


"Sayang coba kamu liat di depan ada kurir yang anter paket, tuh kurir nya udah kirim pesan kalo udah di luar, " Ucap Icha, dan Abang pun bergegas keluar menemui tukang paket.


Setelah mengambil nya, Abang kembali menemui Icha di dapur.


"Banyak banget yang, ini gak salah? apa isinya? " Ucap nya meletakan dua kardus besar di sana.


"Ini baju dan juga pernak pernik, coba buka deh ," Ucap Icha membuka apron nya.


Abang pun membuka satu persatu, dan tampak lah beberapa barang yang Icha pesan.


"Nah kalo dah gini kan gampang, kita tinggal bagi nya dengan ini, " Ujar Icha menngeluarkan beberapa PaparBag dari lemari bawah.

__ADS_1


"Kamu benar-benar siaga sayang, hebat banget aku aja gak kepikiran, " Ujarnya membantu memasukan ke dalam paparbag itu.


"Nanti kita beli makanannya di toko oleh-oleh, ada kan di jl Xx khusus oleh-oleh dari Bali, " Ucap Icha dan Abang pun mengangguk.


Setelah selesai membongkar mereka pun sarapan bersama.


"Mau jam berapa ke Rumah Ibu? aku kok gak enak hati gini ya kaya ada yang kurang apa gitu, " Ucap Icha tiba-tiba.


"Gak enak gimana maksud nya kamu sakit, " Ujar Abang mendekatinya dan menempelken tangannya di kening Icha." Tapi gak panas, "


"Emang aku sehat ih Aa mah salah paham, Hati aku yang sakit A gak tau kenapa kaya nya sedih aja gitu pengen nangis, "


"Kamu mah gak jelas yang, bikin aku khawatir aja, "


"Ke sana sekarang aja yuk aku takut ada apa-apa, " Ucap Icha.


Mereka pun bersiap setelah menyelesaikan sarapan paginya.


"Aku udah pesen taxi, mana aja yang mau di bawa? "


"Bawa semua aja lah, aku mah gak suka baju kaya gitu, " Jawab Icha.


Taxi pun akhirnya datang, Abang memasukan barang-barang yang akan di bawa nya ke dalam Taxi.


" Pak nanti berhenti bentar di jalan Xx ya, " Ucap Icha.


"Baik Teh, " Jawab pak supir.


Akhirnya mereka pun sampai di tempat yang di tuju, Abang menunggu di dalam Taxu hanya Icha yang turun.


Setelah menunggu setengah jam Icha pun keluar dari toko.


"Gak salah beli nya banyak banget, " Ucap Abang melihat Icha menenteng dua kresek besar.


"Udah duduk aja, nih bawa satu aku satu, " Ujarnya menyimpan di pangkuan suaminya.


Taxi pun jalan lagi, dan akhirnya sampai di depan gerbang orang tua mereka.


Abang pun menurunkan barang-barang nya di bantu supir.


"Kamu mah kaya yang baru dateng dari kampung aja banyak bawaan nya, " Ujar Abang, sedangkan Icha hanya tersenyum.


Mereka langsung masuk ke rumah orang tua Icha, karna orang tua Abang pasti tidak ada di rumah siang hari.


"Asalamualaikum, " Ucap Icha membuka pintu rumah.

__ADS_1


" Walaikum salam, " Ucap Ifa turun dari tangga, Ifa baru saja selesai mandi Dia sudah rapi dan wangi, Dia mengeringkan rambutnya dengan handuk.


" Teteh ko udah di sini aja, ko gak kasih kabar dulu? " Tanya Ifa.


"Kakak kamu tuh kebiasaan kalo mau apa-apa tuh suka dadakan maksa pula, "Cibir Abang, sedangkan Icha hanya tersenyum.


"Bantu bawa ke dapur dek, sekalian Teteh mau bikin minum buat Abang, " Ifa pun mengangguk, membantu Icha ke dapur sedangkan Abang duduk di ruang tamu menyandarkan tubuhnya di kursi sambil bermain ponsel.


"Sayang jangan lupa buat anak-anak Distro sekalian pisahin, nanti pulang dari sini kita ke Distro dulu, " Teriak Abang.


"Iya iya, " Jawab Icha.


Kini Icha dan Ifa sudah berada di dapur, memberesakan semua nya.


"Banyak banget teh bawa oleh-oleh nya, bukanya teteh gak sempet jalan-jalan karna sakit, " Ucap Ifa, dan Icha pun bingung harus memberi alasan apa.


"Beli dari online sebagian dan sebagian lagi beli di toko oleh-oleh, " Jawab nya lesu.


"Whatt? jauh-jauh ke Bali beli oleh-oleh di sini, " Ifa pun terbahak menertawakan kakaknya itu.


"Kami lupa beli, teteh keburu sakit jadi langsung pulang, " Kilah Icha.


"Beruntung ih dapet tiket gratis aku juga mau, Emang hebat ka Rama usia nya masih muda udah jadi pengusaha kaya, kalo Ifa jadi teteh pasti gak bakalan mutusin Dia, " Ujarnya.


"Sttt..., " Icha pun menutup mulut Ifa.


"Apaan sih teh? " Bisik Ifa.


"Jangan bahas ka Rama depan Abang Dia suka marah gak jelas, " Bisiknya Icha.


"Hahhaa.... cemburu Dia, " Ujar Ifa tertawa lepas.


"Kalian kenapa? anak gadis ketawa kaya gitu bar-bar amat loe Fot, " Ujar Abang terkekeh berjalan menghampiri mereka.


Icha pun menutup mulut nya menahan tawa, sedangkan Ifa mendelikan matanya.


"Alah istri loe dulu kaya gimana? bisa aja loe julid sama gue, gue sumpahin anak loe lebih bar-bar dari gue, " Ucapnya terkekeh.


"Amit-amit, " Ujar Icha mengetuk-ngetuk kening Ifa.


"Aduh sakit tau teteh mah kebiasaan da suka gitu, " Ucap Ifa mengusap kening nya sedangkan Abang hanya tertawa.


"Kasian.... " Ujar Abang.


Mereka pun terus bercanda hingga terdengar suara salam dari luar rumah.

__ADS_1


__ADS_2