Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
kenapa dengan Bunda Icha


__ADS_3

Setelah ikut makan siang mereka pun pamit pulang, Kaila masih betah tapi seperti dia harus adil kini giliran dia berkunjung ke rumah mertua nya.


Sore itu mereka sampai di kediaman keluarga Revan, nampak sepi seperti biasa entah lah apa mertua nya ada di rumah atau tidak pikir nya.


Saat masuk ke dalam rumah mereka berpapasan dengan Clara yang sudah rapi sepertinya dia mau pergi.


"Mau kemana loe?" tanya Revan.


"KEPO..," jawab Clara pergi begitu saja dengan wajah jutek nya.


"Ckk gak ada sopan santun nya dia," ujar Revan sebal dengan adik nya itu.


Mereka pun melajukan langkah nya ternyata sepi tidak ada siapa-siapa di sana hanya ada Bi Sum bersama Maya sedang membuat kue di dapur.


"Sore bi dimana Mama sama Papa?" tanya Revan.


Bi Sumi pun tersenyum melihat anak majikan nya itu setelah lama tak bertemu akhirnya mereka berkunjung juga.


"Ibu sama Bapak sedang pergi katanya mau menemui klien nya, sedangkan Madam sedang istirahat di kamar," jawab nya.


Revan pun mengangguk dan menarik tangan Kaila agar mengikuti nya.


Kaila pun hanya bisa menggelengkan kepala nya, dia beneran bingung mau apa suami nya itu.


Mereka malam masuk ke dalam kamar membuat Kaila ketakutan takut nya Revan melakukan macam-macam lagi pada nya.


"Inget ya jangan macem-macem aku lagi datang bulan," ujar nya mengingatkan.


Sedangkan Revan nampak terkekeh dan langsung menyentil kening Kaila gemas.


"Aww sakit ihh kamu mah kdrt," ringis nya mengusap-usap kening nya.


"Makanya jangan berpikiran yang macam-macam, aku cuma mau rebahan saja rasanya aku mengantuk," ucap Revan merebahkan tubuh nya di kasur empuk nya itu.


Sedangkan Kaila nampak blusing dia benar-benar malu dengan keparnoan nya, Kaila mengambil buku yang berjajar di rak.


"Kak boleh aku melihat buku koleksi mu?" tanya Kaila.


"Tentu saja ambilah aku mau tidur sebentar jangan mengganggu dulu ya sayang," ujar nya dengan suara serak.


Kaila bisa melihat di sana banyak buku-buku tentang bisnis, namun ada satu album buku yang membuat mereka penasaran.


Kaila pun mengambil nya dia bisa melihat itu poto- poto Revan saat SMA.

__ADS_1


Di sana banyak sekali poto Revan dengan teman-teman nya namun Kaila bingung dari banyak poto dia hanya melihat Revan dengan teman laki-laki saja tak ada satu pun perempuan di sana.


Kaila pun menyunggingkan senyum nya ternyata Revan tidak dekat dengan wanita.


Dia mengeryitkan dahi saat melihat Miko ada di sana seperti nya dulu mereka sangat akrab dan ada juga dua orang lain nya yang tak Kaila kenal.


Setelah puas melihat-lihat Kaila pun berniat menyimpan nya kembali namun saat akan akan meletakan buku itu dia melihat ada yang jatuh.


"Eh apa itu?" guman nya.


Kaila pun mengambil nya ternyata itu sebuah poto dan Kaila pun melebarkan matanya melihat Revan dengan seorang wanita seperti nya itu mantan nya.


Kaila pun menyimpan nya kembali dia tak mau mengungkit masalalu terserah lah bagaimana pun itu sudah berlalu karna dia pun dulu sempat berpacaran dengan Andra.


Setelah itu dia duduk di sofa sambil memaikan ponsel nya dia pun selfi dengan banyak Fose untuk di upload di sosmed nya setelah mendapat kan fose yang bagus dia pun mengaplod nya.


"Seperti nya ini bagus," ujar nya melihat poto selfi nya yang terasa menggemaskan.


Kaila pun tersenyum setelah mengaplod nya dia memberikan campion."Gabut"


Dan baru beberapa detik saja sudah banyak di banjiri dengan banyak nya komentar yang memuji kecantikan nya, namun Kaila tak mau membalas nya dia malah fokus dengan chat yang masuk ke ponsel nya.


[Tambah cantik saja calon istri,] ujar nya membuat Kiala mengeryitkan dahi.


Tak ada niat dia membalasnya terserah lah mungkin hanya orang iseng pikir nya.


Setelah lama kelamaan Kaila pun tertidur sambil menggenggam ponsel nya yang masih menyala.


.


Di sisi lain bunda Icha baru saja keluar dari klinik nya Rita dia bersama dengan suami nya.


Jujur saja dia sangat bahagia sekali karna apa yang di prediksi dokter beberapa bulan lalu.


Dulu dia di vonis sakit kangker namun saat di periksa kembali di ternyata sehat jadi Icha melakukan berbagai pengecekan terhadap tubuh nya.


Takut nya kalo penyakit itu benar-benar nya tapi untung nya itu hanya kesalahan saja.


Mereka melajukan mobil nya menuju kediaman orang tua Icha, Rima pun nampak ikut bersama Icha.


"Teteh bisa lihat kan hasil nya kalo teteh sehat, dan benar apa yang di katakan Mas Syam kalo itu kesalahan saja," ucap Rita memberikan surat pemeriksaan kepada Icha. .


Icha pun tersenyum akhirnya dia bisa bernafas lega setelah mendengarkan cerita dari Rita.

__ADS_1


"Loh kok malah nangis sih teteh kenapa?" tanya Rita bingung melihat sepupu nya itu.


"Iya sayang kamu kok malah nangis apa ada yang sakit?" tanya Abang suami nya.


"Aku cuma sedih gara-gara kesalahan ini Kaila harus menikah di usia muda," ungkap nya dan Abang Zaenal pun menghembuskan nafas kasar.


Dia juga merasa bersalah telah menerima lamaran Dini lebih cepat, namun nasi sudah menjadi bubur kini mereka hanya bisa menyesali nya.


"Sudah lah Teh aku yakin Kaila pasti bisa mengerti dan aku bisa melihat mereka menyayangi kaila," ucap Rima menenangkan.


Icha masih menangis dia tidak tahu apa Kaila bahagia atau tidak karna kemarin saat dia ke sana dia di keget kan dengan keadaan Naura jadi dia melupakan tujuan nya untuk bertanya.


Tak lama kemudia mereka pun sampai di depan rumah Bu Yani.


Terlihat Bu Yani sedang berbincang dengan tetangga baru nya.


"Maaf bu saya tinggal dulu ya ada anak- anak saya," ucap Bu Yani.


"Oh iya bu silahkan," ucap tetangga baru itu.


"Kalian sudah datang?" tanya Bu Yani.


"Iya bu," jawab nya.


Icha pun menghampiri mereka Icha langsung mencium tangan ibu nya itu di susul suami nya dan juga Rita.


"Gimana kabar kalian?" tanya bu Yani.


"Kabar kami alhamdulilah baik," jawab nya.


"Ayo masuk," ucap bu Yani.


Bu Yani pun mengajak mereka masuk ke dalam rumah dan meminta art nya untuk membuatkan minum untuk mereka.


"Ayo minum nak kalian pasti haus," ucap nya setelah melihat art nya datang membawa minuman dingin.


"Oh iya Rita tumben kamu ada waktu kamu gak ke rumasakit," tanya Bu Yani melihat keponakan nya itu.


"Aku lagi santai kok bi, oyah dimana Paman?"


"Lagi mancing sama Pak Edi," ujar nya membuat mereka tersenyum.


Mereka pun berbincang menceritakan tentang penyakit nya Icha yang benar-benar sembuh.

__ADS_1


Bu Yani pun nampak bersyukur mendengar nya ternyata apa yang mereka khawatirkan itu tidak terjadi pada Icha.


__ADS_2