
Semua orang berkumpul di kediaman Icha termasuk Irma dan suaminya, Dia sama syok nya seperti Icha saat mendengar berita duka itu begitu juga Enin dan Keluarga Bi Asih mereka turut hadir malam ini.
Mereka mengadakan pengajian yang di Hadiri para tetangga dan kerabat dekat, Acara di lakaukan setelah Sholat Isya.
Icha pun membantu orang tuanya, menyiapakan makanan untuk para tamu, setelah selesai Dia juga ikut mengaji dengan yang lain.
Acara pun berjalan lancar, para tamu pun mulai berpamitan, Icha dan Ifa membantu Ibunya membereskan semuanya setelah itu mereka masuk ke kamar Irma.
"Teteh mau nginap di sini? " Tanya Icha, kini mereka berkumpul di kamar
sudah ada Naura dan Nabila ikut bermain di sana, mereka sedikit terhibur dengan keberadaan bayi kecil itu yang sudah mulai aktip berjalan.
"Gak tau, kamu sendiri? " Irma pun balik tanya.
"Gak kaya nya kita langsung pulang,mungkin besok aku kesini lagi, " Jawab Icha.
"Ifa kamu kenapa diam saja?" Tanya Icha heran karna biasanya Dia yang paling rame diantara mereka.
" Aku gak papa, emang gimana? " ujar Ifa membuat mereka bertanya.
"Kamu ada masalah ya, gak kaya biasanya diem gitu? " Tanya Irma.
"Aku cuma lagi mikir aja, apa ada ya di dunia ini yang wajah nya sama persis?" Tanya Ifa membuat kakaknya bingung.
"Maksudnya gimana aku gak ngerti," Tanya Icha.
Ifa pun menceritakan tentang Reno dan memperlihatkan potonya pada kedua Kakaknya itu.
"Ya Tuhan ini Reno kecil? kamu gak salah kan? ko wajahnya mirip A Heru ya," Ucap Irma.
"Maksudnya a Heru mantan teteh itu? " Tanya Icha, karna Icha hanya beberapa kali bertemu jadi sedikit lupa.
" Ifa juga mikir mirip siapa gitu kaya Pemiliar, Iya Ifa juga baru inget kenapa Mirip A Heru wajahnya," Ucap Ifa.
"Apa jangan -jangan A Heru itu Reno yang hilang karna kecelakaan itu? " Ujar Icha membuat mereka terdiam.
"Ah mana mungkin, ini bukan dunia sinetron yang kecelakaan parah juga bisa hidup lagi, " Ujar Irma.
"Tapi bisa aja kan semua tidak ada yang tidak mungkin, Reno punya tanda lahir di tangannya, " Ucap Ifa menunjuk tanda kecil itu.
"Masa sih? coba liat," Irma pun meneliti lebih jelas.
"Iya bener sama kaya punya A Haru, tapi kan mana mungkin Reno adalah A Heru , Teteh sangat tau karna A Heru anaknya orang kaya malahan mereka turunan Jerman, makanya Teteh dulu sedidit minder kalo di ajak ke rumahnya, " Ujar Irma.
__ADS_1
"Kita harus cari tau, siapa tau A Heru beneran Reno, " Ujar Ifa antusias.
"Ngapain sih dek ngurusin orang lain, mungkin saja mereka sangat mirip banyak ko yang kaya gitu, " Ucap Icha, tapi Ifa masih penasaran dan akan mencari Heru memastikan semuanya.
"Teteh kirimin poto A Heru ke Ifa, " Ujar Ifa.
"Gak punya lah ngapain juga nyimpen poto mantan nanti Mas Awan marah lagi, " Jawabnya.
"Masa gak ada sih satu aja buat aku tunjukin ke Rey, " Ujarnya.
" Kamu liat aja IG-nya mungkin ada potonya, " Ujar Irma.
"Oke nanti aku cari deh Sean Haeru Ardiputra kan kalo gak salah, " Ucap Ifa mengingat nama lengkap Heru.
" Iya, masih tau aja kamu, " Ujar Irma,sedangkan yang lain hanya menyimak.
"Masih lah kalo gak salah aku dah follow Ig nya, dulu mah poto kalian yang di pajang, " Ucap Ifa.
"Hmm.. Dulu itu mah satu setengah tahun lalu, udah ahh sana pada keluar Beby nya udah ngantuk, " Ujarnya.
"Aku juga mau pulang ko, pasti suami ku nyari, aku pamit duluan ya teh, oleh-oleh dari aku ada di kamar Ifa, " Ujar Icha memeluk Irma sebentar tak lupa mencium pipi gemoy keponakannya.
"Ateu pamit ya gemoy, Naura Nabila sayang Ateu pamit dulu ya,kalian yang betah di sini jangan sungkan kalo ada apa-apa bilang ateu Ifa ya, " Ujar Icha memeluk keduanya dan mengelus rambut mereka.
Icha pun keluar dari kamar Irma,Dia pamitan kepada Ibu dan Nenek nya juga Bibi nya yang sedang berkumpul di dapur
"Gak nginep aja kamu nak? ini kan sudah malam, " Tanya Ibu.
"Gak bu Icha pulang dulu, besok Icha ke sini lagi ya, " Ucap nya mencium tangan mereka satu persatu.
"Ayo Nin ikut nginep di rumah Icha sama Bibi, biar besok sekalian masak buat acara Syukuran di rumah Icha, " Ajaknya kepada Nenek.
"Nanti lah kapan-kapan, Enin masih kangen sama Cicit-cicit Enin, " Jawabnya dan Icha pun tersenyum.
"Ya sudah Icha pamit ya, "
" Iya hati-hati, " Ujar Mereka.
Dia pun menemui suaminya yang sedang berbincang di depan rumah bersama yang lain.
"Kita pulang sekarang? " Tanya Abang dan Icha pun mengangguk.
Mereka pun pamit kepada Bapak dan juga para tamu yang masih ada di sana, setelah itu mereka sekalian pamit kepada orang tua Abang.
__ADS_1
Setelah pamitan mereka pun langsung pergi membawa mobil Abang, hanya 15 menit mereka akhirnya sampai di depan rumah mereka, Abang pun memasukan mobilnya ke dalam bagasi setelah Icha turun.
"Sayang apa kamu laper? " Tanya Icha ,karna mereka belum makan malam.
"Aku masih kenyang, tadi makan banyak cemilan, kamu laper? " Ucap Abang dan Icha pun mengangguk.
"Ya udah ayo mau masak apa? Aa temenin di dapurnya, "
"Bikin mie instan kaya nya enak Aa mau gak? "
"Ko mie sih sayang? gak baik buat kesehatan, mending masak aja, "
"Kali ini aja, boleh ya nanti Icha bikinin sekalian buat Aa, " Bujuknya.
Abang pun tidak bisa melarang karna istrinya memang sangat keras kepala.
"Ya sudah kali ini aja, dan jangan keseringan, " Ujarnya.
Icha pun mengambil sayuran dan juga telur untuk melengkapi nya.
Setelah itu mie pun matang, mereka pun makan dengan lahap.
"Bagaimana enak? " Tanya Icha.
"Ya lumayan lah buat ganjal perut, besok-besok mah pake baso kaya nya enak, " Ucap nya dan Icha pun mengangguk.
Setelah menghabiskan makannya, Icha membereskan tempat makannya.
"Aku mandi dulu ya, " Ucap Icha masuk ke dalam kamar mandi, Dia mandi dengan air hangat karna udara sedang tidak bersahabat.
15 menit kemudian Icha pun sudah keluar memakai handuk pendek dan rambut yang di gulung asal memperlihatkan leher mulus nya.
"Sayang mandi sana, aku udah selesai, " Ucapnya membuat Abang susah menelan silvanya melihat istrinya yang tampak **** di matanya.
Abang pun mendekat dan memeluk Icha dari belakang Dia menciumi leher Icha yang wangi sabun.
"Kamu wangi banget sih, " Ujarnya menggoda.
"Sayang ih, mandi sana geli tau.., " Ucap nya menahan diri agar tidak mendesah karna hisapan yang Abang lakukan juga tangannya yang meraba kemana-mana.
Bukannya menjawab Abang malah mengendong nya membawa Icha ke atas ranjang .
Suasana kamar pun mulai panas dengan percintaan mereka.
__ADS_1