
"Cici, ibu gak setuju ya kamu nikahkan Abang dengan wanita yang tidak jelas itu, bagaimana bisa Dia menjadi bagian dari keluarga kita, "Ujar nenek Asmar kesal.
Bunda Cici pun heran kenapa mertuanya itu sangat tidak suka dengan Icha padahal mereka belum pernah bertemu sebelumnya,sedangkan suami nya pergi ke kamar, Dia terpakasa menemani mertuanya itu sebelum berangkat.
"Ibu yang tenang jangan emosi, ingat kata dokter penyakit Ibu bisa kambuh kalo marah-marah terus,lagian Ibu kan belum ketemu dengan Icha kenapa sudah berpikiran negatif begitu sih, "Ucap Bunda Cici.
Bunda Cici pun bersiap akan berangkat kondangan dan mampir ke Resto nya sore ini, sungguh pusing dari tadi ibu mertuanya itu ceramah terus.
Pa Edi pun akhirnya kembali dan sudah rapi, mereka pun pamit kepada Bu Asmar.
"Kami pergi dulu ya bu, Ibu di rumah sama Nur kalo mau apa-apa minta sama Bibi, " Pesan Bunda Cici.
"Ya sudah, kalian pergi saja jangan khawatirin Ibu, lagian Ibu juga kan masih muda gak perlu di jagain, "Jawabnya.
Setelah pamit mereka akhirnya pergi,Nur pun datang sudah segar menghampiri Bu Asmar.
"Mereka sudah berangkat ya bu? "Ujarnya duduk di sebelah nya.
"Iya udah, Ibu kesal sekali kenapa mereka tidak mendengarkan ucapan Ibu, apa mungkin Cici yang merencanakan ini semua? "Ucapnya dan Nur pun mengangguk setuju.
"Bisa jadi bu, mana mungkin kan Abang bisa suka sama wanita yang gak jelas kaya gitu, Ibu lihatkan kemarin gimana adik nya s Icha itu gak tau malu masuk ke rumah orang kaya masuk rumah sendiri aja, " Nur pun semakin memanasi Ibunya.
"Kita lihat apa yang akan terjadi nanti, Ibu akan buat pernikahan mereka gagal, "Ujarnya sambil tersenyum licik, Dan Nur pun sama.
Di sisi lain Icha sudah sampai di Mall, mereka membeli beberapa keperluan untuk di bawa saat pernikahan, karna akan memakai adat sunda.
Biasanya pengantin pria akan membawa barang-barang untuk calon istri yang di bungkus se cantik mungkin yang di sebut seserahan.
"Udah semua kan? "Ujar Abang membawa beberapa paper bag di tangannya,begitu pun dengan Icha.
__ADS_1
"Belum,"Jawabnya sambil cengengesan.
"Sayang ini udah banyak loh, masih ada yang mau di beli lagi lagian sesudah nikaj kan bisa yang, "Ujarnya.
"Iya udah, tinggal beli alat mandi saja yang lain sudah komplit, "Jawabnya membaca ulang barang yang di belinya, Dia selalu mencatat di buku kecil apa yang akan Dia beli, Icha tipe cewek yang hemat dan tidak boros, Dia juga bisa mengelola uang dengan baik.
"Ya sudah kalo begitu kita makan dulu ya udah waktunya makan siang nih,"Ujarnya melihat jam tangan nya sudah jam 1 siang.
"Ya sudah kita cari makan sambil jalan,sekalian cari musola, "Ucapnya dan Abang pun mengangguk.
Mereka pun keluar dari Mall tersebut dan berhenti di sebuah mesjid, setelah sholat mereka mencari tempat makan.
"Mau makan apa? " Tanya Abang melirik Icha yang serius dengan ponselnya.
"Terserah, " Jawabnya tanpa menoleh.
"Sayang serius dong kalo di tanya, emang ya ponsel lebih menarik di banding aku, "Ujarnya dan Icha pun baru tersedar langsung memasukannya ke dalam tas.
Abang pun tersenyum, Dia sangat bahagia karna Icha sangat peka terhadapnya.
"Kita makan baso aja gimana? "Ajak Abang dan Icha pun mengangguk
Kini mereka sampai di kedai baso itu yang lumayan rame.
"Kita makan di sini aja ya, mungpung ada mobil yang keluar kita parkir di sana, " Ujarnya dan Icha pun mengangguk.
Mereka pun memesan bakso juga minuman dingin, karna cuaca sangat terik.
"Sayang kamu mau mas kawinnya apa? " Tanya Abang sambil mengusap keringat di dahi Icha.
__ADS_1
"Terserah kamu aja lah, yang penting simbol nya, "Ujar Icha sambil meminum jus jeruk nya yang baru saja datang.
Mereka pun makan dengan lahap hingga tak terasa bakso pun habis.
"Sayang kamu laper apa doyan sih cepet banget makannya, " Ucap Abang, karna Icha sangat cepat menghabiskannya.
"Due duanya, kamu juga udah kan? Ayo kita pulang udah mulai sore, " Ucapnya.
Setelah membayar mereka pun pulang, Abang mengajak Icha mampir ketoko perhiasaan untuk mengambil pesanan Abang.
"Ini gak terlalu banyak? " Ucap Icha melihat satu set perhiasaan untuk mas kawinnya.
"Aku malah malu cuma ngasih ini sama kamu, tapi kamu tenang aja aku udah beli rumah atas nama kamu, " Abang membeli rumah yang dulu di tinggali mantan istri nya Hermawan yang satu komplek dengan orang tua mereka.
"Udah kan ayo pulang, "Ujar Icha,setelah membayar mereka pun segera pulang,tak lupa Abang pun menitipkan mas kawinnya pada Icha agar tidak lupa.
Di sisi lain Mega baru saja selesai mandi, Dia harus keramas lagi karna keinginan suaminya, meskipun Dia merasakan sakit di inti nya namun Dia juga tidak bisa menolak.
"Sayang sini, "Ujar Iqbal yang sedari tadi memperhatikan istrinya itu sedang mengeringkan rambut basahnya.
"Apa? aku dengerin dari sini aja takut nya modus lagi kaya tadi, " Gerutunya, Iqbal meminta ronde ke dua saat Mega sudah mandi tadi, membuat Mega harus mandi lagi.
"Segitu takutnya ya kamu yang, padahal itu pahala loh memanjakan suami, lagian sama-sama enaknya juga, "Ujar nya terkekeh sedangkan Mega hanya cemberut.
"Sejak kapan kamu jadi mesum gini? perasan dulu gak gitu deh, " Mega jadi heran sebenarnya suaminya itu kenapa.
"Haha sayang kita kan udah halal jadi biasa aja, muka kamu sampe merah gitu,apa mau lagi ayo," Ujarnya mengerlingkan mata menggoda.
"Stop, jangan dekat-dekat bahaya, lagian ini masih sakit, " Jujur saja Mega merasakan perih saat berjalan, maklum ini yang pertama baginya begitu pun Iqbal.
__ADS_1
"Ya sudah duduk aja di sana aku mandi dulu, " Ucap nya memakai boksernya sedangkan Mega menutup matanya, Dia merasa malu mengingat apa yang telah terjadi tadi.
Setelah terdengar pintu kamar mandi tertutup Mega membuka matanya. Dia berdiri dan berjalan pelan membereskan tempat tidurnya yang berantakan tak lupa bercak darah mulai terlihat,apalagi sprei nya berwarna putih.