
"Ngapain loe di sini?" tanya Clara sedikit kesal karna Kaila datang di saat yang tidak tepat.
Plak
Kaila mendekati adik ipar nya itu dan menampar nya kencang dia benar-benar habis kesabaran.
"Sialan," ujar nya memegang pipi nya yang terasa panas.
Clara nampak merah menahan tangis nya, dia juga mengepalkan tangan nya ini pertama kali nya ada orang yang menampar nya membuat nya murka.
Clara pun mengangkat tangan nya ingin membalas Kaila menampar nya namun Kaila lebih dulu menangkap tangan nya dan mendorong Clara hingga jatuh ke lantai.
"Apa mau loe sebenarnya hemm, sehingga selalu mengganggu hidup gue," ucap Kaila menunjuk wajah Clara.
Clara pun menangis dia benar-benar tak bisa menahan tangis nya, namun dia tersenyum sinis dan mengirimkan poto Revan bersama Mishel kemarin kepadanya.
"Gue benci sama loe karna loe udah ambil orang tua gue, kakak gue dan Oma, mereka lebih menyayangi loe di banding kan gue, harus nya loe gak usah datang ke sini dan jadi istri nya kak Revan gue tahu akal bulus loe sialan, loe mau menikah dengan Kak Revan cuma karna harta nya doang kan," ujar nya berteriak.
"Dan loe bisa liat kan bagaimana serasi nya Kak Revan sama Kak Mishel, kalo gak ada loe mungkin mereka udah bersama sejak dulu loe,tuh penghancur keluarga gue kalo loe gak ngincer harta kakak gue loe pasti ngerti apa maksud gue loe sama keluarga loe itu sama, sama-sama pingin numpang kaya doang," lanjut nya masih histeris
"Baik kalo loe mau mereka ambil, gue akan pergi dari hidup loe dan jangan pernah ganggu hidup gue lagi.Sudah cukup apa yang loe lakuin sama gue selama ini dan ingat gue gak butuh apapun dari Kak Revan termasuk harta nya," ujar nya mengusap air mata nya dengan kasar.
Kaila membuka ponsel nya melihat poto yang Clara kirim dia bisa melihat dengan jelas Revan duduk dan makan malam bersama Mishel dan terlihat senyuman di bibir nya.
Kaila benar-benar kesal melihat nya, dia mengepalkan tangan nya sungguh dia benar-benar muak dengan semua ini.
"Pergi dari hidup kita itu akan lebih baik dari pada loe di sini, karna Kak Revan gak pernah mencintai loe," ujar nya tertawa.
"Clara cukup," teriak Revan.
Kaila pun membalikan tubuh nya dia melihat Revan berdiri di depan pintu dia menggelengkan kepala nya mendengar apa yang Kaila katakan. Dia berharap Kaila tidak mempercayainya.
"Sayang dengerin aku yah, semua yang Clara katakan itu gak benar," ucapnya mendekati Kaila menggenggam tangan nya.
Namun Kaila langsung melepas tangan nya dengan kasar, dia benar-benar kesal sekali dengan adik kakak itu.
__ADS_1
Inilah yang membuat Kaila semakin kesal Revan selalu saja tak bisa marah dengan adik nya meski Clara sudah membuat Kaila ketakutan bahkan sampai kesakitan begitu akibat berkelahi dengan preman itu.
Kaila tahu pasti preman itu pun suruhan nya Clara karna kemarin yang di incar hanya Kaila saja.
Kaila pun berjalan meninggalkan mereka sedangkan Revan nampak membantu Clara berdiri terlebih dahulu dan setelah itu dia mengejar Kaila yang sudah menjauh.
"Loe gak papa kan?" tanya Revan membandu Clara berdiri.
"Dia nampar gue, dasar wanita sialan," teriak nya histeris.
"Diem loe gue harus ngejar Kaila dulu, dan urusan kita belum selesai," ujar nya.
Revan pun berlari mengejar Kaila keluar gerbang namun nihil Kiala tidak ketemu,Revan pun masuk ke dalam dan mengambil mobil nya dia harus menemukan Kaila secepat nya.
"Astaga kenapa aku bodoh sekali, kenapa aku meninggalkan mereka," gumannya memukul stir.
"Kemana aku harus cari Kaila," lanjut nya.
Revan pun mencari sepanjang jalan menuju apartemant nya namun tidak ada, dia pun masuk ke unit nya Cerry namun nihil tak ada Kaila di sana.
Dia terus mencari Kaila hingga tengah malam, dia juga sudah menghubungi ponsel nya namun nihil karna Kaila benar-benar memblokir nomer ponsel nya.
"Kamu dimana sayang," gumannya terus mencari.
Lantas dia pun ke rumah Widya menanyakan keberadaan Kaila namun nihil, tak ada Kaila di sana.
"Apa Kaila gak bilang sama kamu dia mau kemana?" tanya Naura ikut bingung.
"Tadi bilang nya mau ke rumah kakak aku kira dia udah nyampe," jawab nya sendu dia sangat merasa bersalah sekali.
"Kenapa gak kamu anter sih Kaila tuh baru di sini kalo nyasar gimana, jadi suami kok gak ada kasian -kasian nya sama istri," ucap Naura ikut kesal.
"Maaf Kak, tapi nanti kalo dia kesini cepat hubungi aku yah," ucap nya dan Naura pun mengangguk.
Setelah itu Revan pun pulang dari kediaman Widya, dia terus mencari Kaila ke tempat-tempat yang sering Kaila kunjungi.
__ADS_1
Dia juga menelpon Cerry namun Cerry tidak tahu dimana Kaila berada.
Jam dua malam Revan sampai di apartemant nya dia sungguh lelah sekali mencari istri kecil nya itu maklum saja usia Kaila masih kecil umur nya pun baru 19 tahun dan benar-benar labil pemikiran nya pun belum dewasa.
Revan duduk di sofa dia terus menghubungi Kaila namun nihil,Revan benar-benar kesal kepada diri nya kenapa dia tidak bisa tegas kepada Clara.
Tak terasa kantuk pun mulai menyerang nya dia pun ketiduran di sana.
.
Keesokan harinya Revan sudah bangun pagi-pagi dia membuka unit apartemant Cerry berharap Kaila sudah pulang, namun nihil suasana unit sepi bahkan lampu nya pun mati tidak ada siapa-siapa di sana.
"Ya Tuhan Kaila kamu dimana sih?" guman Revan mengusap wajah nya kasar.
Bunyi telpon nya pun berbunyi dia berharap Kaila yang menghubungi nya namun ternyata Sean yang tertera di sana, senyum nya sedikit terbit dia berharap Sean mengetahui keberadaan Kaila dan memberikan kabar baik kepadanya.
[Hallo] ucap Sean di sebarang sana.
[Hallo Bang ada apa pagi-pagi telpon gue] ucap nya berharap Sean mengatakan tentang Kaila siapa tahu saja kemarin mereka tak sengaja bertemu.
[Jangan lupa hari ini ada metting pagi loe jangan sampai telat apalagi gak masuk, gue gak mau ya pusing sendiri] ucap nya mengingat kan
[Iya Bang] jawab nya lesu, ternyata bukan ini yang di harap kan nya.
[Ya sudah gue tutup yah] ujar nya dan sambungan pun terputus.
tut
tut
Revan pun terdiam memikirkan dimana Kaila sekarang apa di berada di tempat yang aman, apa dia sudah makan dia benar-benar khawatir sekali.
"Gue harus minta bantuan Papa takut nya nanti Kaila kenapa-napa," gumannya menutup kembali Unit apartemennya Cerry.
Dia masuk ke Unit nya dan bersiap pergi ke kantor dia harus mengerjakan pekerjaan lebih cepat agar bisa kembali mencari kebaradaan Kaila yang tak tahu ada dimana.
__ADS_1