
Kaila bangun dari tidur nya dan segera mandi air hangat, badan nya sudah lumayan tapi kepala nya masih sedikit pusing namun dia tidak bisa diam saja seperti ini.
Setelah itu dia segera bersiap ke rumasakit, setelah itu dia akan mengambil motor nya di cafe Anggur.
Kaila pun menghampiri bunda nya yang sedang membuat cemilan di dapur."Bun aku keluar sebentar ya,"
Icha pun menggelengkan kepalanya."Mau kemana, kamu tuh lagi sakit jangan keluar ah nanti kalo kenapa-napa gimana?"
Kaila pun terus membujuk bunda nya agar di izinkan keluar."Cuma bentar kok bun beneran, aku mau jenguk temen di rumasakit, nanti sekalian deh aku periksa plis izinin ya,"
Bunda nya pun tak bisa melihat anak nya memelas."Baiklah tapi sebentar ya jangan lama-lama," ujar nya.
Kaila pun mengangguk, dia membawa paper bag berisi jaket Andra yang sudah lama berada di rumah nya dia selalu lupa saat akan mengembalikan nya.
Kaila sudah memesan taxi, setelah pamit lantas dia pun masuk ke dalam taxi.
Pak supir pun bertanya arah tujuan nya dan Kaila pun mengatakan Rumasakit Xx.
Di sisi lain Icha nampak menelpon Revan memberi tahu kan kalo Kaila ke rumasakit menjenguk teman nya.
Revan pun mengerutkan kening nya."Mau apa Kai ke rumasakit apa jangan-jangan ada sesuatu atau dia sakit parah lagi,"
Beberapa pikiran negatip bermunculan dalam kepala nya lantas dia pun mencari keberadaan Kaila dengan ponsel nya dia sengaja mencari tahu Email Kaila agar dia bisa memantai keberadaan Kaila dengan ponsel nya.
Revan pun lantas segera mandi, dan bersiap menyusul Kaila yang sudah sampai di rumasakit.
Kaila pun sampai di rumasakit setelah membayar taxi lantas dia pun segera masuk ke dalam.
Kaila masih ingat dimana Andra di rawat kemarin, dia langsung berjalan menuju ruangan tersebut.
Kaila melihat suster baru saja keluar dari ruangan tersebut, lantas dia pun mengetuk pintu terdengar suara dari dalam.
Kaila pun langsung membuka pintu itu pelan, terlihat Andra sendiri di sana tak ada yang menemani.
Kaila pun langsung masuk dan menyapa Andra."Kak Andra apa kabar?" ucapnya tersenyum.
Andra pun langsung menatap Kaila dia sangat senang akhirnya Kaila tahu kalo dia ada di rumasakit.
__ADS_1
"Kai kamu sama siapa?" tanya Andra heran .
Kaila menarik kursi dan duduk di dekat Andra."Kenapa gak ngasih tahu aku kalo Kakak di rawat di sini?"
Andra pun menghela nafas."Maaf Kai ponsel kakak hilang gak bisa hubungi kamu, terus kamu tau dari mana kalo aku di sini" jawab tanya Andra.
"Aku kemarin jenguk Satria dia jatuh dari motor, aku gak sengaja lewat sini dan kebetulan pintu nya terbuka," jawab Kaila.
"Kenapa gak masuk kalo tahu dari kemarin?"
"Aku gak mau ganggu Kakak istirahat lagian udah ada kakak cantik yang jagain kakak di sini," jawab nya tersenyum kecut.
Sungguh Kaila ingin marah dan bertanya tentang wanita itu, namun dia tidak tega melihat keadaan Andra seperti ini.
"Kamu jangan salah paham dia bukan siapa-siapa," ujar nya.
"Aku udah tahu semua nya kak, aku kesini cuma mau ngasih jaket kakak yang dulu aku pinjam, memang lebih baik kita berteman saja aku gak mau ngenghalangi hubungan kalian," ucap nya sendu.
"Kai kamu salah paham, aku gak mau putus sama kamu." ujar nya ingin meraih tangan Kaila namun dia urungkan melihat Kaila seperti nya marah.
"Kai plis dengerin aku dulu..," belum sempat Andra meneruskan pembicaraan pintu kamar di buka dari luar.
Munculah Revan di balik pintu, dan itu membuat Kaila kaget dan langsung berdiri seperti ketahuan selingkuh saja.
Kaila merasa takut melihat Revan ada di sana dia memainkan jari tangan nya bertanda kalo dia sangat gugup.
"Revan loe di sini?" tanya Andra.Sedangkan Kaila hanya menunduk.
"Iya gue baru tahu kalo loe masuk rumasakit," ujar nya mendekati ranjang Andra.
Sedangkan Kaila nampak serba salah ingin rasanya dia menghilang saja dari sana.
"Kai loe baik-baik aja kan?" tanya Revan melihat wajah Kaila yang nampak masih pucat.
Kaila pun menggelengkan kepala lantas dia pun pamit dari sana.
"Gue balik ya, semoga cepet sembuh," ujar nya tersenyum.Sedangkan Andra hanya diam saja melihat Kaila pergi sungguh dia sangat sedih melihat Kaila bersikap dingin padanya.
__ADS_1
Andra pun baru konek kalo tadi Revan menyapa Kaila, apa mereka saling kenal pikir nya.
"Dra loe kok diem aja sih gimana keadaan loe?" tanya Revan.
"Loe kenal sama Kaila?" ucap Andra malah balik bertanya.
"Iya emang kenapa, dia cewek loe?" tanya Revan memastikan.Namun respon Andra berbeda dia nampak diam dan bersedih.
Revan pun menepuk bahu nya."Cinta itu memang rumit Dra kita gak tahu kedepan nya kaya gimana gue juga sama kaya loe harus nerima perjodohan dari gue kecil,"
"Loe enak gak pernah suka sama wanita lain, sedangkan gue harus putus di saat sayang-sayang nya, gue gak tahu Kaila tahu dari mana tentang perjodohan itu,"
Revan pun menenangkan Andra, setelah itu dia pamit pulang. Namun dia teringat dengan Kaila yang udah pulang dari tadi.
Revan pun bergegas menyusul Kaila ke Cafe Anggur, pasti Kaila ingin mengambil motor nya di sana.
Kaila sendiri nampak duduk di pojokan Cafe bersama Haikal, dia nampak kacau mata nya tampak merah karna sedari tadi menahan tangis.
"Cengeng banget sih loe cuma gara-gara cowok loe nangis," ejek nya sambil mengelus pundak Kaila yang menangis di dadanya.
"Gue gak cengeng ih, cuma sedikit kesal aja kenapa sih di saat bunda udah ngerestuin hubungan gue sama kak Andra eh malah Kak Andra yang di jodohin,"
"Udahlah loe terima nasib aja, emeng dasar nya loe gak jodoh sama dia," ujar nya.
Satu jam yang lalu Haikal mencari nya karna baru saja sampai di Bandung, dia kuliah di Jakarta dia sangat merindukan sepupu barbar nya itu.
Dia mencari Kaila di rumah nya namun Icha mengatakan kalo Kaila sedang menjenguk temen nya di rumasakit.
Lantas Haikal pun menelpon nya menanyakan dimana pada saat itu Kaila baru keluar di dari rumasakit, Haikal langusung menjemput nya.
Haikal kaget melihat Kaila nampak mengusap air mata nya, Kaila memeluk erat Haikal.
"Kakak gue kangen," ujar nya sedangkan Haikal hanya terkekeh.
"Lebay." ledek nya.
Haikal pun membawa Kaila ke cafe untuk makan siang sambil mengambil motor Kaila yang ada di sana.
__ADS_1