
Kini mereka sedang duduk di ruang keluarga bersama kedua mertua nya namun Risa tak ikut hadir disana dia memilih masuk ke dalam kamar nya.
"Ada apa Mah seperti nya ada penting?" tanya Kaila memulai obrolan sedangkan Revan sibuk dengan ponsel nya entah apa yang di lakukan nya.
"Ini soal studi kamu nak apa kamu bersedia kuliah di sini Mama sih mau nya kamu kuliah di kampus yang sama dengan Risa biar kalian bisa lebih dekat," ujar nya membuat Kaila mengerutkan kening nya.
Kaila nampak ragu sekali dan menghela nafas panjang."Makasih Mah tapi sebaik nya aku cari kampus lain aja Ma, gak enak kalo harus satu kampus sama Risa," usul nya.
"Tapi Mama sudah daftarin kamu di sana, kalo kamu merasa gak enak sama Risa lupakan saja jangan anggap perkataan nya memang dia sifat nya begitu tapi dia baik ko kalau sudah kenal." bujuk Mama Dini karna dia sangat tahu watak anak nya seperti apa.
Kaila pun menyerah pada akhirnya dia harus satu Kampus dengan adik ipar nya yang sombong itu.
"Baiklah Mah, maaf sudah merepotkan," ujar nya dan Dini pun tersenyum senang.
Setelah lama berbincang mereka pun memutus kan untuk tidur karna waktu sudah mulai malam, Kaila pun harus bangun pagi karna besok adalah hari pertama nya masuk kuliah.
Kaila bingung belum mempersiap kan apa-apa namun Mama mertua nya sudah menyiapkan semua keparluan nya.
***
Keesokan hari nya Kaila nampak di antar oleh Revan ini awal dia masuk kuliah dan jadi mahasiswa dengan baju putih hitam nya Kaila berusaha percaya diri.
"Semangat," batin nya.
Dari kemarin Revan lebih banyak diam Kaila juga tidak tahu apa sebab nya tapi dia tidak ambil pusing.
Turun dari mobil dia langsung bergabung dengan mahasiswa baru lain nya untuk melakukan PMB atau acara perkenalan pimpinan kampus mulai dari Pimpinan kampus (Rektor), Pimpinan pakultas (Dekan) dan Ketua Program studi (Kaprodi).
Berlanjut pada organisasi kemahasiswaan (LKA) yang ada di kampus tersebut.
PMB atau dulu sering di sebut ospek, kegiatan itu biasa nya di lakukan oleh Lembaga kemahasiswaan atau BEM (Badan esekutif mahasiswa)
Berbeda dengan Clarisa dia membawa mobil sendiri dan nampak bersama kedua teman nya yaitu Luna dan Marta.
Nah di sini lah Kaila berada dia sedang di suruh nyanyi oleh ketua BEM yang dia juga tak tahu siapa nama nya.
"Ayo kamu nyanyi karna tadi udah bikin riuh anak lain," ucap Remon yang menjadi ketua BEM itu.
"Maaf kak aku gak bisa nyanyi," jawab nya sedikit kesal.
__ADS_1
Bagai mana tidak tadi dia bertemu dengan Risa sebelum masuk dan menempelkan permen karet pada rambut nya membuat jengkel sekali bukan.
Ingin marah namun dia malu, apalagi hari pertama masuk untung saja Kaila ada teman baru yang percaya dengan ucapan nya.
Ya dia adalah Cerry dulu satu SMA dengan Risa namun mereka seperti nya tidak dekat.
Kaila berkenalan dengan gadis itu sebelum masuk ke lapangan Kampus.
"Ayo loe pasti bisa," ucap Cerry menyemangati dia tahu pasti Risa sengaja ingin membuat Kaila malu hari ini.
Entah apa alasan nya tapi Cerry yakin Kaila gadis yang baik.
"Kasih mick ke dia," ucap Rico yang juga ikut mengerjai mahasiswa baru itu.
Sedangkan Risa nampak tersenyum puas."Mamp*s loe emang enak rasain maka nya jangan sok kecakepan, ini baru awal Kaila karna loe udah rebut perhatian Bang Revan dari gue," guman nya.
Sedangkan Kaila nampak gugup sekali di perhatikan banyak orang, namun perhatian nya teralih kan saat melihat cowok tampan yang mirip seperti Satria sahabat nya.
Cowok itu mengepalkan tangan nya seolah memberikan semangat untuk nya, di mata nya cowok itu adalah Satria yang bersorak menyemangati nya.
"Gue bisa, gue pasti bisa," guman nya.
"Kai loe pasti bisa semangat," ujar nya.
"Nyanyi lagu nya bebas kan Ka?" tanya Kaila.
"Terserah loe aja yang penting nyanyi," jawab Rico.
Kaila pun lantas menggenggam micropon itu dan memejamkan matanya, suara pun mulai senyap tak ada yang berani berbicara.
'Pergilah Engkau bersama nya
Anggap lah diriku yang tak pernah ada
aku mohon jangan lukai hati nya
cukup aku saja.'
lirik lagu -Bila Nanti
__ADS_1
Kaila menyanyikan nya penuh penghayatan, hingga dia tidak sadar kalo di tatap banyak mata.
Kaila pun membuka matanya setelah menyanyikan satu bait lagu yang sedang viral itu dia melihat sekeliling para mahasiswa tampak kagum padanya mendengar suara emas Kaila.
"Coba pake musik pasti lebih bagus lagi," ucap Ricko nampak tersenyum menatap Kaila.
Sedangkan kaila nampak bingung dan males sekali melihat nya lantas dia pun memberikan micropon itu ke tangan Ricko.
"Udah ya kak aku udah nyanyi," ujar nya tersenyum manis.
"Ah gila bisa diabetes gue liat nya manis bener," goda nya membuat Remon gemas dan menggeplak kepala nya.
"Oke kamu aman, sekarang kita lanjut kan acara nya," ujar Remon kembali ke depan melanjutkan main games dengan para calon mahasiswa lain nya.
"Loe hebat Kai, gue gak nyangka suara loe gila bagus banget," bisik Cerry mengcungkan dua jempol nya.
Namun Kaila seolah mencari seseorang namun nihil tak menemukan nya.
"Loe cari siapa sih," tanya Cerry heran.
"Enggak kok gue cuma grogi aja di liatin mereka," jawab nya.
Sedangkan di tempat yang tak terlalu jauh Risa nampak kesal usaha nya membuat Kaila malu ternyata gagal.
"Sial kenapa jadi gini sih, bukannya mereka ilfil malah semakin tertarik dengan nya," guman nya membuat kedua teman nya menoleh.
"Loe kenapa sih Ris, dari tadi kita liat kaya nya lagi kesal?" tanya Luna dan di angguki oleh Marta.
"Gue kesel tuh sama cewek tadi, sok kecakepan banget," ujar nya menunjuk ke arah Kaila yang nampak sedang bercanda dengan Cerry teman sekelas nya dulu.
"Emang loe kenal sama tu cewek?" tanya Marta heran.
"Dia anak teman bonyok gue dari kampung dan tinggal di rumah gue," jawab nya.
"Whatt?" tanya mereka tampak terkejut mendengar ucapan Risa.
Risa pun menghela nafas panjang."Gue serius guys dan gak suka sama dia yang kampungan itu," ujar nya.
"Oke nanti kita bantuin loe kalo mau ngerjain dia," ucap Marta tersenyum sinis.
__ADS_1
Setelah acara itu mereka lanjut mengisi KRS (kartu rencana studi).