Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
24 pernikahan Febri


__ADS_3

Acara akad nikah pun berjalan lancar, kini acara resepsi pun di mulai dengan meriah, semua keluarga berdatangan, begitu juga beberapa tamu undangan telah hadir.


Icha pun sangat cantik dengan gaun yang di pakainya kini Dia bergabung dengan teman-teman nya yang bekerja di Restoran milik Febri,begitu juga IFa.


Mega yang baru datang pun terlihat sangat cantik memakai dres selutut tanpa lengan dan menata rambutnya, sungguh oemandangan yang sangat langka, Mega terpaksa ke salon karna akan ada orang tuanya hadir di sana.


"Ya Tuhan kamu cantik banget ga." ujar Icha merasa kagum dengan sahabatnya itu, begitu juga teman-temannya yang lain.


"Dek kenalin ini Mba Mega temen teteh." Ucap nya memperkenalkan.


"Ifa, Salam kenal Mba. " Ucap Ifa mengulurkan tangan.


"Mega, salam kenal juga. "jawabnya tersenyum.


IFa pun menyenggol tangan Icha saat melihat Abang dan Iqbal berjalan ke arah nya,Icha yang menyadari itu pun diam saja tak berespresi.


"Sayang kamu di sini." Ujar Iqbal merangkul bahu Mega, dan Mega pun hanya mengangguk dan tersenyum.


"Sayang, ga lo hutang cerita sama aku. " ucap nya merasa bingung melihat sahabatnya bisa dekat.


"Kamu kenal sama s cerewet itu sayang? Jangan dekat-dekat Dia lagi sensi sekarang,kenalkan Dia Icha sahabat aku sejak SMP dan Ini pacarnya Icha sahabat aku juga namanya Abang kita juga sahabatan sejak lama. " Canda Iqbal menggoda karena melihat Icha yang hanya diam saja bahkan tak menegur Abang sama sekali dan Abang pun sama diam saja.


"Cha lo juga hutang penjelasan ke gw. " ucap Mega sambil terkekeh.


"Harusnya aku yang bilang gitu ih, Iqbal aku sama Mega udah lama sahabatan dan sejak kapan kalian dekat. "


"Udah lama, iya kan sayang, Dia cinta masa kecil gw cha yang selama ini gw cari, eh tau nya selama ini lo sembunyiin. " Ucap Iqbal terkekeh.


"Enak aja,aku gak tau kalau Mega yang kamu cari, lagian ngasih poto masa kecil mana aku inget lah Mega kan sudah gede sekarang. " dan mereka pun tersenyum.


"Aku mau ngasih selamat dulu sama kakak Kamu juga Mas Febri. " Ucap Mega dan diangguki mereka karna tadi pas akad Mega tidak hadir.


"Ayo aku antar." Iqbal pun menggandeng tangannya dan beranjak menaiki pelaminan.


"Selamat ya, mas, kak Nadia semoga Samawa. " Ujar Mega menyalami mereka dan Nadia pun memeluk Mega erat, Iqbal yang di belakang nya pun hanya geleng-geleng kepala.


"Makasih ya, semoga kamu bisa move on dan dapetin yang lebih baik, iya kan sayang. " Ucap Nadia yang di angguki oleh Febri, Mega pun hanya tersenyum, sedangkan Iqbal di buat bingung.


"Haha enak aja, aku mah malah seneng Mas Febri nikah duluan jadi gak ada yang gangguin aku lagi,maaf kak Nadia becanda. " ujar nya terbahak.


"Eh apaan nih maksudnya? move on sama siapa? " Tanya Iqbal meminta penjelasan.


"Ya Mega lah siapa lagi, dulu kan mereka pernah deket,bisa di bilang mantan terindah kali,kamu kenal sama Mega? " Ucap Nadia tertawa, sedangkan Iqbal melirik Mega kesal.


"Dia pacar aku, dan calon istri ku jangan bahas mantan aku gak suka. " Ujarnya sedikit posesif, Mega pun menenagkannya dengan mengusap bahu Iqbal yang terlihat kesal.


"Udah, itu masalalu udah lama juga, semoga kalian cepet nyusul ya. " Ucap Febri merasa tidak enak dengan adik iparnya.

__ADS_1


Mereka pun turun dan bergabung dengan Icha, Abang dan Ifa,mereka pun berbincang di satu meja, Namun Icha meminta izin ke toilet karna menghindari Abang,Ifa juga berbaur dengan yang lain,setelah Mega dan Iqbal datang.


Abang pun pamit kepada mereka segera menyusul Icha ke toilet.


Icha pun masuk ke toilet dan beberapa saat keluar lagi setelah selesai Dia akan kembali bergabung dengan yang lain namun tangan kekar memeluknya dari belakang dan mengungkungnya masuk ke dalam toilet dan segera menguncinya.


Icha pun berontak dan melepaskan kungkungan Abang, yang menempel padanya.


"Lepas ihh, kamu tuh apa-apaan sih? " Tanya Icha heran.


"Aku minta maaf, udah bikin kamu kesel, aku gak maksud bikin kamu marah, yang kamu lihat gak sama seperti yang kamu pikir, wanita yang kamu lihat itu dulu teman satu kampus aku, kita gak sengaja ketemu dan gak pernah niat bikin kamu cemburu. " Ucap Abang panjang lebar.


"Udah ngomong nya mending kamu minggir, aku bukan siapa-siapa kamu jadi gak perlu kamu susah payah jelasin. " Ucap Icha melangkahkan kaki nya, namun Abang malah memeluk nya dari belakang.


"Cha maafin aku, ayo dong jangan marah terus, aku janji gak akan bikin kamu salah paham lagi. " ucapnya dan mencium pipi Icha.


Icha pun akhirnya luluh dan menganggukan kepalanya.


"Aku cinta sama kamu dan aku mau kamu jadi calon istriku Cha,kita baikan ya kamu pacar aku gak ada wanita lain di hatiku dari dulu hingga sekarang dan selamanya.


Icha pun berbalik berhadapan dengan Abang, sungguh Dia bahagia mendengar ungkapan perasaan Abang,Icha pun tersenyum dan memeluk Abang.


"Udah Yuk keluar, kita pasti di tunggu mereka. " ucap nya dan Icha pun hanya mengangguk.


Mereka pun bergabung dengan yang lain, banyak sekali tamu undangan, ada juga Rama yang datang bersama dengan Rima dan kedua orang tuanya.


Rima pun menyapa Icha dan memeluknya, sungguh Dia sangat merindukan sahabatnya itu namun suasana canggung kini terasa saat Rama Ikut bergabung.


Sedangkan Abang mengepalkan tangan nya, Iqbal yang melihat nya pun segera menarik Icha agar terlepas dari pelukan Rama.


"Udah ya, gak boleh lama-lama nanti ada yang marah. " Ucap Iqbal membuat Rama semakin yakin kalo Iqbal dan Icha ada hubungan.


"Kamu tenang aja, aku gak bakal rebut Icha dari kamu,karna Icha udah seperti adiku sendiri. " Ucap nya tersenyum dan mereka pun hanya saling lirik.


"Saya nitip Icha ya, jangan bikin Dia sakit hati, kalo kamu bikim Icha nangis kamu berurusan dengan saya. " Ucap Rama seraya menepak bahu Iqbal yang hanya diam saja.


Dulu Rama dan Icha pernah pacaran namun tak berlangsung lama karna Rama harus pergi keluar negri jadi mereka memutuskan untuk berpisah saja.


Rama pun pergi bersama Rima bergabung dengan yang lain,kini tinggal mereka berempat yang masih sama-sama diam.


"Sayang aku bisa jelasin ya, Icha sama aku gak ada apa-apa, Kak Rama aja yang salah paham karena sering liat kita jalan bareng, kamu jangan marah ya. " Ucap Iqbal menjelaskan namun Mega malah terkekeh.


"Gw juga tau kali, masalah kak Rama udah biarin aja, ayo kita ke sana gw laper,Cha kita kesana dulu ya ." Ucap Mega Menarik tangan Iqbal agar mengikutinya,Icha pun hanya mengangguk.


Kini tinggal Icha dan Abang yang duduk di sana bersebelahan, Abang pu melirik Icha yang hanya diam saja.


"Seneng kaya nya di peluk-peluk. " Sindir Abang membuat Icha menoleh menatap wajah tampan yang dari dulu di sukainya.

__ADS_1


Icha pun tersenyum serta memegang kedua pipi Abang" Maaf jangan marah ya, hati ini cuma milik kamu, dan ini terakhir kali nya, aku janji akan menjauh bila bertemu lagi dengan kak Rama. " Ucap nya lantas Dia pun memeluk Abang dengan erat.


Abang tersenyum melihat Icha yang berani memeluk nya di hadapan banyak orang.


"Ya sudah kita pulang yuk, ini udah malem,aku antar kerumah Bude ya. " Ucap Abang setelah melirik jam tangannya 11 malam.


"Oke, ayo aku juga dah ngantuk. " Ujarnya, lantas mereka pun pamit dari keluarga dan bergegas masuk mobil milik Iqbal.


Iqbal dan Mega, mereka masih asyik makan tak lama datang lah Syam duduk di depan mereka.


"Ko malah kesini sih, aku sengaja ya memilih tempat ini agar tidak terlihat oleh kalian. " ujar Mega menatap kakaknya.


"Kenapa sayang, kamu malu ya jalan sama kita atau gimana? " Tanya Syam mengelus rambut Mega,Iqbal pun kesal melihatnya.


"Mas ih diem gak. " Ujarnya kesal, namun Syam malah terkekeh, Dia sengaja mengganggu kencan adik nya.


"Kamu gak mau kenalin Dia sama Mas?" Ucap Syam menggoda, Iqbal sendiri sudah mengepalkan tangannya kesal,melihat laki-laki yang so akrab dengan pacarnya.


"Iqbal kenalin Dia Ilham kakak aku, dan Ini Iqbal Dia.. "


"Calon suaminya. " Ucap Iqbal memotong,sebelum Mega menyelesaikan ucapannya Dia sudah tidak tahan lagi.


"Oh jadi ini calon mu Dek, selamat semoga kalian langgeng ya,dan jangan bikin Mega kecewa. " Ucap nya menepak pundak Iqbal.


"Salamin sama Icha ya, bilang bales Chat dari Mas, bilangin jangan jutek -jutek." Ujarnya sambil terkekeh.


"Apaan ihh jangan ganggu Icha deh, Icha dah punya pacar. " Jawab Mega sedikit kesal.


"Masa sih bukanya sama Desta udah putus ya, eh itu Desta ,Mas ke sana dulu ya, awas jangan lupa kamu harus pulang. " Ucap nya bergegas pergi.


"Beneran kakak kamu yang, ko aku ragu yah liat nya."


"Haha.. ragu kenapa, emang Dia kakak kandung ku, Dia Dokter pribadinya Bude Yati jadi wajar kalo Dia kenal sama Icha. "


"Kasian sahabat aku kalo Icha lama di sini banyak saingannya, tadi kak Rama sekarang kakak kamu. "


" Kamu juga kaya nya pernah naksir ya sama Icha?"


"Hehe.. itu dulu yang waktu aku SMA,cuma sekedar suka, tapi aku selalu ingat kamu penyelamat ku dan cinta terakhirku. " ucapnya jujur.


"Haha gombal, tapi makasih ya udah mau nunggu aku. " Ucap nya dan Iqbal pun hanya mengangguk


Mega pun meminum minumannya yang baru saja Dia ambil dari meja, namun rasanya begitu aneh menurutnya.


"Ko aneh gini ya minumananya." Ucap Mega meneguk separo minumannya.


"Masa sih, mana aku coba. " Ujar Iqbal dan menghabiskan minuman itu.

__ADS_1


"Ayo kita pulang, mau diantar kemana? "


" Ke kosan aja lah, biar cepet aku udah ngantuk. " Jawabnya dan Iqbal pun menganggukan kepalanya,dan segera melajukan mobil Nadia, karena mobilnya di pakai Abang.


__ADS_2