
"Teteh ngomong apa sih. " kilahnya gelagapan.
"Jangan pura-pura ayo bangun. " seru Icha menyimbak selimut,Ifa pun terbangun dan hanya cengengesan.
"Semalam teteh liat kamu pulang jam 11 malam habis dari mana, apa jangan-jangan kamu tiap malem keluyuran ayo ngaku. "
"Gak ihh, cuma kemarin aja teh, Ifa ada janji sama temen. "
" Teteh gak mau tau yah, awas kalo di ulangi lagi, teteh kasih tau Ibu sama Bapa"
" Iya iya bawel ihh sekarang mah. "
"Awas kalo kaya gitu lagi teteh bilangin Ibu. " seru Icha mengancam.
"Iya iya, Ifa juga paham kok. "
"Ya udah teteh masuk kamar dulu, kamu juga tidur ya jangan banyak begadang, selamat malam. "
Icha pun bergegas masuk ke kamar nya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya.
Namun tiba-tiba ponselnya bergetar tertera vidio call dari Abang,Icha pun terbangun dan mengangkatnya lalu menyalakan kembali lampu kamarnya dan duduk bersandar di kasur.
"Hallo sayang kenapa. " seru Icha melihat wajah kekasih di layar ponselnya.
"Kangen, dari mana aja ko lama ngangkatnya?"
"Maaf, aku dari kamar Ifa tadi. " Jawabnya sambil tersenyum.
"Ohh, kirain dah tidur."
"Ini baru mau tidur. " Jawab Icha seraya merebahkan tubuhnya di kasur.
"Ya udah Ayo tidur, aku juga dah ngantuk, besok jangan lupa bawain bekal untuk sarapan."
"Iya siap. " Icha pun kengangukan kepalanya.
"Ya udah Bye. " seraya melambaikan tangannya. telpon pun terputus dan Icha pun mematikan lampu nya lagi dan bergegas tidur.
Pagi pun menyapa Icha pun bergegas kedapur menyiapkan untuk bekal nya ke kantor, setelah selesai Dia bergegas mandi dan bersiap pergi ke kantor.
Dua buah tempat makan Ia masukan ke dalam Paper bag, satu untuknya Roti isi daging dan satu lagi nasi goreng sayur, beserta telur mata sapi untuk Abang.
"Bu Icha pamit ya." seraya mencium tangan Ibu Dan Bapa nya.
"Iya hati-hati. " jawab Ibu melanjutkan memasak nya.
"Gak bawa mobil Cha. " Seru Bapa.
"Enggak pa, Icha diantar jemut sama Abang ,sekalian searah katanya."
"Oh syukur kalo gitu, Bapa cuma khawatir aja, tapi apa tidak merepotkan. "
"Engak kayanya Pak, udah ya Icha pamit, Asamualaikum. "
"Walaikumsalam. " Jawab mereka serempak.
"Padahal pak Edi, sudah sering bilang ingin melamar Icha untuk anaknya, tapi Bapa beum yakin dengan hubungan mereka bu. "Seru Bapa di sela makannya.
"Ya udah lah Pak, gak usah di pikirin biarkan mereka dekat dulu." jawab Ibu.
"Iya Bapa pikir juga begitu Bu." ucapnya dan di angguki Ibu.
__ADS_1
Satu bulan pun berlalu, hari-hari Icha di sibukan di kantor, hingga sekarang waktu nya Icha menerima gajih pertamanya.
"Alhmdulilah akhinya, satu bulan berlalu. " gumannya girang, saat melihat Mobile Banking di ponselnya, tertera gajih pertamannya.
"Aku harus syukuran nih kaya nya." Gumannya sambil menggukan kepala.
Jam pulang pun akhirnya tiba, Icha menunggu Abang namun belum juga datang hingga hampir gelap Icha menunggu namun tak juga datang.
"Kemana sih ko gak bisa di hubungi. " gumannya seraya terus menelpon ponsel Abang yang tidak aktip.
Icha pun menyebrangi jalan dan duduk di depan supermarket, namun tiba-tiba dia di kejutkan oleh seorang wanita yang di seret paksa oleh dua orang pria memekai jas hitam.
"Cepat bayar hutang mu atau akan ku masukan kau kepenjara. " Seru laki-laki itu sambil menjambak rambut wanita itu.
"Beri saya waktu tuan, saya janji akan segera membayar nya" Jawab wanita itu sambil menangis.
Icha pun meneliti siapa wanita itu, dan Icha pun kaget melihat wanita itu adalah Marta, wanita yang selalu bermuka dua,Icha tau keburukan Marta dari Irma yang pernah memperingatkan Icha jangan berteman atau dekat dengan Nya.
Namun Icha pun tidak tega melihat, seorang wanita tak berdaya dan masih saja di siksa,Dia pun berjalan ke arah mereka.
"Lepaskan Mba Marta. " Ucap Icha lantang.
Marta pun menoleh, dan menggelengkan kepala agar Icha tak Ikut campur.
"Emang apa urusannya denganmu anak kecil jangan so jagoan. " Seru pria itu.
"Berani nya cuma sama perempuan. "
"Jaga ucapanmu anak kecil. " Seru pria yang satu nya, dan hampir memukul Icha namun Icha bisa menghindar dan menendang perut pria itu hingga terjatuh.
"Sial, beraninya kau. " ucap pria satu lagi, langsung menyerang Icha, namun Icha dengan gesit menghajar pria itu sampai babak belur.
Marta pun tidak menyangka, Kalo Icha bisa bela diri dengan badannya yang kecil.
"Katakan berapa hutang Mba Marta pada
kalian?
"20 juta. " seru mereka serempak, Icha pun melirik Marta dan menundukan kepalanya.
"Mana no rekening kalian dan aku mau sekalian sama kuetansinya biar deal. " ucap Icha.
"Seorang Pria masuk ke dalam mobil mengambil kuetansi nya dan segera meberiakan no rekening nya pada Icha.
Setelah mentransfer Icha pun menandatangani kuetansinya dan juga meminta cap Lunas sekalian.
Kedua Pria Itu lantas bergegas pergi setelah urusan mereka selesai.
"Kenapa kamu lakuin itu Cha,Mba gak tau harus bayar nya pake apa, sedangkan gaji Mba aja udah habis di pakai biaya kuliah adik Mba" ucapnya sambil terisak ,dan duduk di kursi depan minimarket.
"Gak papa, Mba tenang aja gak usah banyak pikiran ya."Ucap Icha sambil mengobati luka lebam di wajah Marta.
"Makasih banyak ya Cha." ucapnya tulus.
"Ya udah aku antar Mba pulang ya, aku udah pesen taxi, atau Mba bawa mobil sendiri? "
"Enggak aku gak bawa mobil, maaf jadi merepotkan. "
"Gak papa,Mba tenang aja aku udah beri tau orang rumah ko kalo aku pulang telat. "
Icha pun mengantar Marta sampai rumah dan mampir dulu sebentar.
__ADS_1
"Ayo Cha masuk, maaf rumah nya agak berantakan. "
"Gak papa Mba. " seru Icha.
Marta pun duduk di depan Icha seraya menyuguhkan satu gelas air putih.
"Maaf ya Cha, cuma ada air putih. " ucapnya.
"Gak usah repot-repot Mba saya juga gak lama, kalo gitu saya pamit ya" dan Merta pun mengangguk.
"Sekali lagi makasih ya Cha. "
" Iya Mba sama-sama. "
Icha pun masuk ke dalam taxi dan bergegas pulang,sampailah Icha di depan rumahnya.
Icha pun masuk seraya megucap salam, namun ada yang berbeda saat Dia masuk ke dalam Rumahnya ada Irma dan juga suaminya serta bayi nya bermain di ruang Tv bersama Bapa Ibunya.
"Teteh ko gak bilang mau kesini. " ucap nya seraya menyalami mereka.
"Iya dek, ini katanya Ibu kangen sama dede Haikal jadi teteh kesini kasian kalo Ibu harus bolak balik ke rumah teteh. "
"Oh syukur deh kalo gitu, Icha mandi dulu ya. " Dan di angguki mereka.
Setelah bersih-bersih Icha pun bergabung untuk makan malam bersama mereka,Mereka pun makan dengan lahap di iringi canda tawa.
Kini mereka sudah di ruang keluarga berbincang hangat, namun ada sesuatu yang membuat Icha tertarik untuk bergabung.
"Cha sini duduk sama teteh." Seru Irma menepuk kursi di samping nya, lantas Icha pun menurut saja.
"Cha, Mas titip kantor sama kamu ya, Mas harus ke luar kota besok sama Ivan ada metting yang gak bisa di wakilkan mungkin satu hari di sana. " Ucap Hermawan.
"Ko Icha sihh, kan Icha masih baru gak tau apa-apa ."
"Nanti ada Pak Agus yang bantu kamu, trus nanti pertemuan dengan klien undur saja sampai Mas kembali ya."
"Ya udah deh kalo maksa Icha bisa apa. "
"Cha tau gak Klien nya Mas Awan yang di luar kota Itu. " Seru Irma.
"Ya gak lah, ngapain juga cari tau. " Jawabnya malas.
"Masa gak mau tau, itu loh mantan calon imam kamu. "
Uhuk uhuk. .
Icha pun mengusap dada nya agar berhenti terbatuk.
"Sayang kamu apaan,kasian tau Icha nya. " Ucap Hermawan.
"Maksud teteh siapa?? " Tanya Icha penasaran.
"Ciee kepo nihh. " Irma pun malah semakin semangat mengerjai adiknya.
"isss teteh mah emang nyebelin. " gerutunya kesal sedangkan Hermawan hanya terkekeh sambil geleng-geleng kepala.
" Itu loh Cha BR grup tau gak??"
"Gak tau " jawab Icha,sambil goleng geleng kepala.
"Itu perusahaan milik Ayahnya Desta Cha, ahh kamu mah lemot mikir nya. " ucap Irma.
__ADS_1
"Apaa...