Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Apa apaan Haikal


__ADS_3

"Maksud loe apa kenapa ungkit-ungkit itu sih gue gak mau dan gak akan pernah nerima perjodohan itu," ujar nya kesal.


"Terserah loe gue cuma di suruh tante Icha jaga loe, gini deh gue punya rencana," ujar nya tersenyum licik.


"Rencana apa, gak usah aneh-aneh loe,"


"Loe pura-pura jadi pacar gue di sekolah, biar nanti gak ada yang ganggu loe dan tentu nya gak ada yang ganggu gue juga,"ujar nya.


"Gak ih ngapain kita sepupuan gak ada pacar-pacaran," ujar nya.


"Loe tuh bego atau apa sih, kita cuma pura-pura cuma di sekolah doang, itu demi kebaikan kita,"


"Itu mah kebaikan loe doang gue kan rugi gak bisa deket-deket sama cowok ganteng di sini,"


"Terus loe mau nya apa di godaan terus sama cowok-cowok gak jelas kaya mereka?"


"Ya enggak gitu juga, tahu ah gue males ngomong sama loe," ujar nya meninggalkan Haikal.


"Hey tunggu gue belum selesai bicara," Haikal pun kembali mengejar Kaila yang sudah hampir masuk kelas.


"Oke gue minta maaf, gue terpaksa ngelakuin ini demi masa depan loe,loe boleh deh minta apa pun dari gue sebagai ganti nya,"


"Serius?" tanya Kaila berbinar.


"Iya asal jangan minta yang aneh-aneh aja," ujar nya.


"Makasih Abang," ujar nya.


"Panggil gue kakak kalo di sekolah," pinta nya.


"Iya iya Kakak, udah ya aku masuk dulu bye...,"


Kaila pun langsung masuk ke dalam kelas menghampiri sahabatnya yang ternyata sudah ada di sana.


"Kai loe ngomong sama siapa sih serius amat?" tanya Desi.


"Sama Kak Haikal," jawab nya.

__ADS_1


"Gue lupa kalo Kak Haikal sekolah di sini," ujar nya sendu.


Desi teringat dengan Dava dulu mereka sangat dekat bahkan bisa di bilang pacaran namun Dava harus pindah ke kalimantan.


"Udah gak usah sedih Dava pasti balik lagi kok loe tenang aja gue yakin Dia bisa jaga perasaannya buat loe,"


"Ihh apaan sih kita udah putus ya, terserah Dia mau ngapain juga gue gak peduli," jawabnya.


"Sorry Des gue gak maksud," ujar nya tidak enak.


"Apaan sih loe Kai ko jadi melou gini," ujar nya terkekeh.


Tak lama kemudian wali kelas pun datang hari ini mereka memulai pelajaran.


Beberapa jam berlalu kini mereka bisa bernafas lega karna waktu istirahat tiba.


"Ke kantin yuk gue udah laper," ujar nya menarik tangan Desi.


"Eh gue kok gak liat Satria ya apa Dia gak masuk hari ini?" tanya Desi.


Mereka pun sampai di kantin yang lumayan ramai bahkan tak ada bangku yang kosong di sana.


"Penuh Des gimana kalo loe pesen aja dulu biar gue yang cari tempat duduk," ucap nya.


Kaila pun melihat Haikal sedang adu mulut dengan seorang wanita, mungkin pacar nya kali gitu pikir nya.


Haikal pun menoleh ke arah nya sambil melambaikan tangan, Kaila dan Desi pun mendekat di sana Ada Haikal dan kedua sahabatnya juga satu orang wanita yang Kaila tahu itu kakak kelas nya yang kemarin.


"Ada apa?" tanya Kaila heran.


"Mana bekal nya aku udah laper?" tanya Haikal Kaila baru ingat kalo Bunda nya tadi memberikan bekal untuk mereka.


"Maaf bekal nya ke tinggalan di kelas,bentar gue ambil dulu," ujarnya, namun tangan nya di cekal oleh Tasya.


"Siapa sih loe so akrab banget sama Haikal gak tahu apa kalo gue calon pacar nya," tanya Tasya sinis, melihat Kaila dari atas sampai bawah.


Desi dan Kaila pun saling sikut mendengar ucapan wanita itu, wanita itu berdandan terlalu menor bahkan dada nya besar membuat Kaila bergidik ngeri.

__ADS_1


"Apaan sih lo Sya, gue kan udah bilang jangan ganggu gue karna gue udah punya cewek," jawabnya kesal. Dari tadiTasya mengikuti nya.


"Gue gak percaya sebelum gue ketemu langsung sama cewek itu," ucap nya kekeh.Dia yakin kalo Haikal berbohong dari dulu Dia tidak pernah melihat Haikal dekat dengan siapa pun.


"Loe bisa liat, sekarang Dia ada di depan mata loe, kenalkan Dia Kaila pacar gue," ucap nya.Membuat Desi melotot apa-apaan ini pikir nya.


Sedangkan Kaila hanya diam saja, malas sekali pikir nya meladeni ondel-ondel di depan nya ini.


Desi pun langsung menarik Kaila pergi dari sana, jujur saja Kaila juga sangat malu di liatin semua yang ada di kantin.


Kini mereka ada di taman belakang sekaloh, Desi langsung mengintrogasi sahabat nya itu.


"Jelasin apa maksud Kak Haikal tadi," ujar nya.


"Udahlah loe pasti udah tahu kan,dari dulu kalo gak Dava ya Haikal kalo gak Haikal pasti Satria yang bilang pacar gue, mereka cuma ingin jagain gue takut nya gue punya pacar, loe tahu sendiri kan gue udah di jodohin dari orok," ujar nya menyandarkan tubuhnya di bangku taman.


"Emang dasar ya sepupu loe itu bikin kesel aja, terus gimana sekarang pasti semua orang tahu kalo kalian pacaran," ucap nya.


"Ya gue gak bisa apa-apa,lagian Kak Haikal kan tinggal satu tahun lagi sekolah di sini nanti kalo Dia udah keluar gue pasti bisa bebas," jawab nya tersenyum licik.


"Iya juga sih, ya udah gue dukung deh loe pura-pura pacaran sama Kak Haikal," ucap nya.


Desi juga tidak mau melihat Kaila punya pacar dan patahati nanti nya, biarkan Dia menerima perjodohoan nya nanti.


Di Kantin Haikal nampak kesal melihat Kaila pergi begitu saja dari sana, Haikal termasuk siswa yang pintar dan juga populer Dia sangat di sanjung oleh siswi siswi di sana, banyak yang terang-terangan mengatakan cinta pada nya namun Dia tolak.


Haikal adalah ketua Osis di sana, jadi pantas saja kalo banyak Fans nya termasuk Tasya yang dari dulu mengejar-ngejar nya tapi Haikal tak pernah satu kali pun menanggapi nya.


"Gue gak percaya kalo Dia pacar loe," ucap Tasya kesal melihat Kaila bisa dekat dengan Haikal dekat wanita lain selain dirinya.


"Terserah loe mau bilang apa gue gak peduli, dan jangan sekali-kali loe gangguin Dia, kalo gue tahu loe bikin masalah loe tahu akibat nya," ujar Haikal meninggalkan mereka.


"Udah loe dengerin aja keinginan nya, loe tahu kan Dia gak bakal main-main dengan ucapan nya," ujar Dion.


Danil dan Dion pun pergi menyusul Haikal yang sudah berjalan lebih jauh.


Bel pun berbunyi kini mereka sudah kembali ke dalam kelas dan kembali belajar.

__ADS_1


__ADS_2