Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Clara memang menyebalkan


__ADS_3

Mereka pun telah rapi tak lupa Kaila memasang kan dasi di leher suami nya itu, sudah jadi tugas nya setiap pagi seperti itu selama mereka menikah dan hampir delapan bulan.


"Udah.Tuh kan ganteng banget suami ku," ujar nya mengusap dada Revan pelan sambil tersenyum manis.


Sedangkan Revan nampak tersenyum melihat nya dia mencium kening Kaila dan mencium bibir nya sekilas.


"Iss kenapa sih makin hari makin masuk aja," ucap nya sedikit kesal dan memalingkan wajahnya.


Masih saja Kaila merasa malu kalo suami nya berbuat mesum pada nya padalah sudah sepantas nya suami istri itu harus harmonis.


Revan pun mengelus pipi nya dengan sayang dengan senyuman yang mengembang."Gemes banget sih," ujar nya.


"Udah ah, ayo kita turun udah siang nih pasti Mama sama yang lain udah nungguin kita buat sarapan," ujar nya mengambil tas nya.


Revan pun mengangguk dan menggenggam tangan nya agar mereka bisa berjalan bersama.


"Mas gak perlu pegangan juga kali kita kan bukan mau nyebrang," ucap Kaila protes namun Revan tak memperdulikan nya.


Mereka pun menuruni tangga dan bergabung bersama yang lain di meja makan.


"Pagi semua," ucap Revan.


"Pagi juga sayang, ayo duduk," ujar Mama Dini mempersilkan mereka duduk.


Di sana sudah ada Mama Dini, Papa Adam, Oma Sarla dan juga Clara.


Clara nampak menatapnya tajam terpancar ketidaksukaan nya melihat Kaila masih berada di sana dan kembali melanjutkan mengunyah roti nya.


Sedangkan Kaila tak ingin mempersalahkan nya,terserah dia saja lah mau bagaimana yang penting suami nya baik padanya, mau bagaimana pun Kaila sudah berusaha menjadi kakak ipar yang baik namun Clara seperti nya enggan mengenal nya.


Kaila pun mengambilkan satu gelas susu untuk suami nya tak lupa dia juga mengambil untuk nya, dia juga mengambilkan Revan roti dan mengolesi nya dengan selai.


Dan itu tak luput dari perhatian mertua nya, mereka tersenyum melihat Kaila yang perhatian sekali terhadap Revan.Ternyata mereka tak salah menjodohkan mereka karna Kaila adalah wanita yang baik dan sangat cocok dengan kepribadian Revan yang tak bisa menahan emosi.

__ADS_1


"Sayang terimakasih untuk semalam," ucap Oma Sarla tersenyum.


"Iya Oma sama-sama," jawab nya.


Clara pun menatap mereka dengan wajah yang penasaran, lantas dia pun berfikir apa mungkin yang di pikirkan oleh nya itu benar.


"Apa semalam Oma kepesta bersama dia? kenapa Oma gak ajak aku sih malah ngajak wanita gak jelas ini," ucap Clara sedikit kesal.


"Yang sopan dong sayang panggil kakak jangan dia dia gitu, lagian kenapa sih kamu harus marah sama Kaila," ujar Mama Dini merasa tidak enak dengan Kaila.


Tidak tahu saja Mama Dini kalo Clara sudah berbicara lebih kasar dari ini, dan perkataan Mama Dini seolah mengingatkan Revan tentang kata-kata kasar yang Clara ucapkan kepada istri nya itu membuat nya kesal dan kehilangan selera makan nya.


"Iya sayang kamu kan udah Oma ajak dari minggu lalu terus kamu nya kan gak mau jadi Oma mengajak Kaila kesana," ucap Oma Sarla.


Clara nampak mendelik kesal kenapa sih selalu saja Kaila, Kaila dan Kaila yang mereka ingat bukankan Kaila cuma wanita kampungan yang cuma ingin harta mereka saja pikir nya.


"Kamu kenapa sih Cla kok Mama perhatikan kamu kaya gak suka gitu sama Kaila?" Tanya Mama Dini.


Clara pun bersikap biasa saja seolah diri nya tak menunjukan sikap yang aneh, padahal emang kenyataan nya dia sangat membenci Kaila.


Revan pun bisa melihat kebencian dimata adik nya itu lantas dia mangajak Kaila berangkat.


"Kita langsung berangkat Ma, Pa, Oma, udah telat soal nya takut macet juga," ujar Revan menarik tangan Kaila agar mengikutinya.


"Maaf," ucap Kaila menundukan wajah nya menatap mereka.


Dini pun bisa paham kalo Revan pasti sangat tersinggung dengan adik nya yang terbilang tidak sopan itu.


Kaila pun tak bisa berbuat apa-apa dia hanya bisa pasrah di tarik keluar oleh Revan, dia tahu pasti Kaila sangat canggung berada di sana apalagi Clara selalu bersikap buruk.


Mereka pun segera maniki mobil Revan, tak lupa Revan memasangkan sabuk pengaman nya dan menggenggam tangan Kaila meremas nya pelan.


"Mas apaan sih kok malah pergi gitu aja kan gak enak sama yang lain," ujar nya benar-benar merasa tidak enak apalagi jarang-jarang mereka bisa sarapan bersama.

__ADS_1


"Sayang aku minta maaf atas semua perbuatan Clara terhadap kamu, aku juga minta maaf karna tak bisa berbuat apa-apa," ucap nya menyesal.


Sedangkan Kaila nampak bingung ada apa dengan suaminya itu kenapa menatap nya sendu, padahal dia juga sudah lupa dengan perbuatan adik ipar nya itu.


"Sudahlah Mas aku sudah melupakan nya, sudah lama juga kan semoga saja Clara bisa berubah," ujar nya.


Revan pun tersenyum dan mencium kening Kaila dengan sayang lantas dia pun melajukan mobil nya meninggalkan kediaman orang tuanya.


Kaila pun meminta berhenti di depan perpustakaan kota dia akan membaca buku di sana sambil menunggu Cerry.


"Kamu yakin mau nunggu dia di sini?" tanya Revan.


"Iya Mas tenang aja Cerry gak bakal lama kok sebentar lagi juga sampai," ujar nya tersenyum manis membuat Revan tak bisa untuk meleleh.


"Sayang awas jangan senyum-senyum sama cowok lain aku gak suka liat nya," ujar Revan membuat Kaila terkekeh.


"Apaan sih kamu tuh aneh-aneh aja lagian senyum itu ibadah Mas," ujar nya.


"Ya pokok nya gak boleh ya gak boleh."


"Fosesif," gumannya.


"Sayang aku dengar ya kamu bicara apa," ucap Revan menyentik kening nya.


"Aduh mas sakit ih," ucap nya pura-pura merajuk padahal Revan hanya pelan.


"Masa sih sini liat," ujar nya meniup-niup kening nya membuat sang empu nya tersenyum.


Revan yang melihat istrinya tersenyum pun lantas menciumi kedua pipi nya dengan gemas.


"Lepas ih udah siang nanti Mas kesiangan ke kantor nya entar di marahi papa loh," ucap nya dan Revan pun menggangguk dan mengulurkan tangan nya.


Kaila pun mencium tangan suaminya itu dan segera keluar dari mobil, dia melambaikan tangan nya setelah itu dia masuk ke perpustaan itu.

__ADS_1


Saat akan masuk ke dalam Kaila berpapasan dengan Rifki yang juga akan masuk ke dalam sana.Kaila hanya membiarkan nya tak berniat menyapa toh dia kan gak kenal juga dengan pria itu.


Perpustakaan nampak sepi karna mungkin masih pagi, Kaila nampak mengabaikan Rifki yang sedari tadi ingin mengajak nya bicara.


__ADS_2