
Setelah lam tidur Kaila pun mulai bosan dia ingin keluar untuk sekedar menghirup udara segar, karna sedari tadi dia hanya duduk bersandai di atas tempat tidur sambil mengerjakan tugas kampus nya.
"Mas aku bosan di kamar terus," rengek nya sambil menatap punggung suami nya yang sedang bekerja di depan leptop.
Revan pun menoleh sambil tersenyum lantas mematikan leptop nya dia melirik sudah sore ternyata sudah seharian dia bekerja di depan leptop nya.
Mereka baru saja selesai sholat ashar berjamaah Kaila sangat senang ada suami nya di rumah menemani nya sepanjang hari.
Tadi mereka makan siang di rumah dengan menu yang di beli dari goofod, Kaila tak menolak makanan apapun yang Revan pesan setelah itu dia kembali mengerjakan pekerjaan nya.
Dan Kaila sendiri mengerjakan tugas kampus nya yang harus selesai dua hari kedepan, harus nya dia masuk hari ini apalagi tugas kelompok nya harus di kerjakan secepat nya.
"Kamu mau kemana emang nya ini sudah sore sayang," ujar nya duduk di depan Kaila sambil mengusap pelan tangan nya.
Kaila pun sedari tadi ingat dengan sepupu nya yakni Naura, karna sudah beberapa bulan ini dia tidak bertemu dengan nya enth mengapa Kaila mempunyai perasaan yang tidak enak.
"Mas antar aku ke rumah Kak Naura ya, aku kangen sama dia," ajak nya.
"Tapi kamu kan masih sakit, emang kuat liat nih pipi kamu aja masih sedikit memar," ujar nya.
Namun Kaila kekeh ingin ke sana sekarang, dia terus memaksa Revan agar mengantar nya.
"Ya udah kalo Mas gak mau antar aku bisa minta tolong Kak Remon buat jemput," ujar nya kesal.
"Ehh enak aja, ngapain nyuruh dia jemput gak boleh pokok nya kamu gak boleh pergi sama siapa pun kecuali aku suami kamu," ujar nya.
Kaila pun tersenyum berarti Revan mau mengantar nya, namun sebelum itu Revan mengajak Kaila ke rumah orang tua nya sebentar.
"Ya sudah ayo siap-siap kita mampir dulu kerumah Mama sebentar," ujar nya.
Kaila pun mengangguk bagaimana pun mereka adalah pengganti orang tua nya, mereka juga menyayangi nya namun Kaila sedikit malas ke sana karna ada Clara yang selalu membuat nya kesal.
Kaila pun lantas ganti baju dan bersiap, dia sengaja megerai rambut nya agar bisa menutupi luka di pipi nya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian mereka pun berangkat meninggalkan unit apartemant menuju kediaman Mama Dini yang tak terlalu jauh dari sana.
"Apa Clara akan ada di rumah?" tanya Kaila menunduk, dia meremas jari tangan nya menahan kesal dalam hati nya.
"Mas juga gak tahu, semoga saja dia ada di rumah Mas mau bikin perhitungan sama dia," ujar nya.
Kaila pun tak menjawab dia sudah bosan mendengar Revan berbicara begitu namun kenyataan nya apa selalu saja dia yang nanti nya di salah kan.
Revan memang tidak bisa marah kepada adik kesayangan nya itu karna sedari kecil dia sangat menyayangi nya.
Mereka pun sampai di depan rumah Mama Dini, Kaila pun keluar lebih dulu dan menunggu Revan di depan pintu yang tertutup rapat.
"Kenapa diam ayo masuk," ujar nya merangkul pundak Kaila.
"Asalamualaikum," sapa mereka terkihat bi Sum tersenyum menyambut mereka.
"Walaikumsalam, eh Den Revan sama Mba Kaila kemana aja kenapa jarang kemari," ujar nya menyambut anak majikan nya itu.
"Mama sama Papa ada gak?" tanya Revan.
"Ke Bandung Den katanya mau ke rumah nya Pa Arif," jawab nya setelah ingat.
Revan pun manggut-manggut pantas saja rumah terasa sepi dan Sean tadi marah-marah pada nya ternyata papa nya sedang pergi ke Bandung.
"Kalo Oma?" lanjut nya.
"Ikut Den katanya sekalian liburan gitu," ujar nya dan Revan pun mengangguk.
"Ya sudah bi bikinin minum ya sekalian bawa ke kamar aku, sama cemilan nya sekalian ya," ujar nya dan Bi Sum pun menganggukan kepala nya lalu pamit.
"Ayo kita ke kamar aku mau ngambil sesuatu dulu," ujar nya menarik tangan Kaila agar mengikuti nya.
Kaila pun diam mengikuti langkah suami nya menaiki tangga menuju kamar mereka.
__ADS_1
Namun saat mereka sampai Kaila tak sengaja mendengar suara Clara sedang tertawa entah apa yang sedang di lakukan nya dia pun tak tahu.
Mereka pun sampai di kamar, dan Kaila memutuskan untuk membuka pintu balkon dan duduk bersandar di kursi.
"Sayang aku keluar bentar ya kamu tunggu di sini, cuma keminimarket doang ko," ucap Revan.
Kaila pun mengangguk sambil memainkan ponsel nya.
Setelah Revan keluar dia pun ikut keluar sambil mengendap-ngendap terlihat Revan sudah turun ke tangga.
Kaila pun mengusap dada nya dan melirik pintu kamar Clara yang sedikit terbuka, dia mengintip apa yang sedang Clara lakukan.
Ternyata Clara sedang berdiri di depan jendela sambil telponan, Kaila bisa melihat dia sangat bahagia sekali.
"Makasih banget ya gue gak tahu harus ngomong apa sama loe, yang jelas gue puas banget udah bikin perhitungan sama cewek sialan itu," ujar nya.
"...
"Iya lah gue sengaja ajak Kak Revan jalan, malah kak Revan senang gue ajak makan bareng kak Mishel, gue masih berharap kak Revan tuh menikah sama Kak Mishel mereka tuh cocok banget," ujar nya terbahak.
"...
"Oke nanti gue cari cara lain buat misahin mereka, sampai kapan pun gue gak akan pernah nerima dia sebagai saudara gue, tahu sendiri kan dia itu kampungan bukan tipe nya kak Revan banget, loe tahu kan tipe ka Revan itu kaya gimana,"
"...
"Oke ya udah gue tutup ya bye,"
Clara pun memutuskan sambungan telpon nya dan menatap lurus ke depan jendela sambil terbahak.
"Rasain loe Kaila, harus nya kemarin loe mati aja sekalian biar gak ada lagi yang buat gue kesal dan kasih sayang mereka kembali lagi sama gue," ujar nya tersenyum sinis.
Kaila pun mengepalkan tangan nya dia mendorong pintu kamar adik ipar nya itu, membuat Clara kaget dan hampir manjatuhkan ponsel nya.Untung saja dia tidak jantungan.Dia kaget karna Kaila ada di sana dan baik-baik saja.
__ADS_1
"Oh jadi loe yang nyuruh preman itu gangguin gue iya kan, kalo berani ayo lawan gue jangan berani nya di belakang doang," ujar nya sedikit membentak.
Jujur saja Kaila merasa kesal darah ny seperti di ubun ubun dan ingin meledak, untung saja dia jago bela diri kalo tidak pasti dia gak tahu apa yang terjadi pada nya.