
Pagi pun menyapa..
Icha terbangun saat mendengar Alarm di ponselnya, Dia pun bangun dan segera mandi setelah itu melaksanakan kewajibannya.
Setelah itu merapihkan tempat tidur terus membereskan barang-barangnya dan memasukannya ke dalam koper, Dia berniat pulang pagi ini, setelah lama menunggu suaminya yang tak kembali dan ponselnya masih tidak aktip membuat Icha kesal.
"Gue tau gue salah, tapi gak kaya gini juga dong gue di tinggal di sini sendiri keterlaluan banget emang kamu A, " Batinnya.
Setelah selasai Icha melirik jam tangannya sudah jam 7 pagi Dia pun bersiap dan sedikit memoles wajahnya agar tidak terlihat sebab.
Icha pun mendorong kopernya dan koper suaminya, tak lupa mengunci kembali kamarnya.
Setelah itu Icha segera keluar dari Hotel setelah chek out, tak lupa memesan taxi untuk mengantarnya ke Bandara.
Setelah sampai di Bandara Diapun segera masuk dan menunggu penerbangannya.
.
.
Di sisi lain Abang baru terbangun dari tidurnya setelah merasakan silau cahaya matahari yang menembus ke celah kaca kamar.
"Ya Tuhan jam berapa ini?" Ujarnya Dia pun terbangun dan melihat jam dinding.
"Jam 8 pagi, pules banget gue tidur, " Ujarnya memijat kepalanya yang masih sedikit pusing Dia pun keluar dari kamar.
Sudah ada Alex di dapur sedang menyeduh kopinya, Dia sudah siap akan berangkat ke kerja.
"Kenapa loe gak bangunin gue? " Ucap Abang duduk di kursi makan ,dan minum segelas air putih.
"Loe tidur kan kaya orang mati, ya gue biarin aja lah nanti juga bangun sendiri, mandi sana tuh udah asisten gue bawain baju baru buat loe ,terus pulang kasian bini loe, " ucapnya.
"Ya Tuhan gue lupa, " Ucapnya menepuk jidat, Abang pun menyambar paperbag dan segara masuk kamar mandi, Alex pun hanya menggelngkan kepala.
Setelah rapi Abang pun memasukan baju kotor nya kedalam paperbag tadi, Dia pun keluar menemui Alex yang sudah siap berangat.
"Sekalian anterin gue ke hotel ya, " Ucapnya, Alex pun mengangguk.
Setelah beberapa menit perjalanan Abang pun sampai di depan hotel.
"Loe nginep di hotel ini? hebat banget loe kaya sultan aja nginep di Hotel Berbintang, " candanya, karna memang benar Hotel itu cukup terkenal di sana
"Iya lah gue kan banyak duit gak kaya loe..." Candanya sambil terkekeh.
__ADS_1
"Ya udah masuk sana, gue langsung cabut ya gue ada kerjaan, " Ucapnya.
"Thank Lex, buat semuanya, " Ucap Abang.
"Iya santai aja, kapan-kapan gue main ke Bandung kalo gak sibuk dan loe harus kenalin gue sama bini loe, "
"Tentu saja, " Ucapnya keluar mobil, setelah Abang keluar Alex pun menjalankan kembali mobilnya.
Abang pun berjalan ke Hotel dan menuju kamar nya yang ada di lantai 7, namun saat akan masuk Dia melihat seorang pelayan yang baru keluar dari kamar yang di tempati Icha.
"Maaf Mba, kemana yang menempati kamar ini kenapa sudah di bersihkan? " Ucapnya heran.
"Maaf penghuni kamar ini sudah Chek Out tadi pagi, " Jawabnya, Abang pun kaget dan segera mengambil ponselnya.
"Kalo begitu saya permisi pak,"Ucapnya dan Abang pun hanya menganguk lesu.
"Ya Tuhan dari kemarin ponsel gue mati, gue lupa aktipin, " Ujarnya menghidupkan ponselnya banyak sekali pesan masuk dari Icha juga keluarga nya.
"sayang dimana? aku minta maaf aku salah ayo dong jangan gini.
"sayang kamu jangan marah dong plis.
"sayang kamu beneran tega sama aku, plis balik aku sendirian.
Beberapa pesan masuk dari Icha ke ponsel nya ,dan masih banyak lagi Dia pun menyesal karna tidak mengaktipkan ponselnya dari kemarin , Dia pun menelpon Icha namun ponselnya tidak aktip
"Maafin aku Cha udah egois dan gak jaga kamu dengan baik, " Gumannya, beberapa menit kemudian Dia pun sampai Di Bandara.
Di sisi lain Icha sudah mengudara satu jam yang lalu, Dia hanya bisa diam menahan segala kekesalannya.
Hingga tak terasa hampir dua jam Icha pun akhirnya sampai di Bandung.
"Akhirnya sampai juga, kepalaku sudah berat rasanya," Sejak pagi Icha sudah merasakan pusing namun Dia menahan nya.
Icha pun memesan taxi agar segara sampai di rumah, setelah beberapa menit Dia pun sampai di rumah barunya.
Icha pun membuka pintu rumah, untung saja Dia tidak lupa membawa kunci, Dia pun segera masuk ke dalam rumah dan meletakan kopernya di ruang tamu, sungguh Dia sudah tidak tahan lagi Dia pun segera masuk kamar dan merebahkan tubuhnya.
Setelah Dua jam tertidur Icha pun bangun karna merasakan perutnya yang mulai lapar, Dia pun masuk ke dapur membuat sup hangat untuknya tak lupa Dia menanak nasi.
Setelah beberapa menit sup pun matang Icha pun mematikan kompor dan menunggu nasi yang belum matang Dia pun duduk di kursi makan sambil memijat lelipisnya.
Di sisi lain Abang baru saja sampai di Bandara, Dia pun segera naik taxi menuju rumah.
__ADS_1
Icha pun makan sedikit dan segara meminum obat agar bisa sedikit mendingan, Dia pun berdiri dari duduknya namun tubuhnya sudah tidak kuat lagi Dia pun terjatuh dan tak sadarkan diri.
Abang sampai di depan rumahnya, Dia ragu untuk masuk rumah.
"Semoga kamu udah sampai dengan selamat Cha, kalo enggak aku gak bisa memaafkan diriku sendiri, " Gumannya, Dia pun mengeluarkan nafas kasar.
Abang pun mengeluarkan kunci dari saku celana nya, namun pintu ternyata tidak di kunci Dia pun segera masuk ke dalam rumah, terlihat koper masih barada di sana, Dia pun mencari keberadaan Icha.
"Sayang kamu dimana? " Ucapnya, mencari Icha ke kamar namun kamar terlihat kosong.
"Kemana Dia? apa sedang mandi? " Ujarnya.
Abang mengetuk pintu kamar mandi namun tak ada sahutan dari sana, Dia pun membuka kamar mandi yang terlihat kering dan kosong.
"Cha kamu dimana? aku minta maaf jangan gini dong Cha, aku nyesel plis keluar Cha, " Teriaknya, namun tak ada sahutan, Dia pun melangkah menuju dapur, Dia pun kaget melihat Icha tergeletak di sana.
"Sayang bangun, kamu kenapa? " Ucapnya panik mengusap pipi Icha.
"Ya Tuhan panas banget, " Gumanya memegang wajah Icha yang terlihat pucat. Dia menggendong Icha dan meletakan nya di atas sofa, lantas Dia pun memesan taxi karna mobil mereka masih di rumah orang tua masing-masing.
Setelah taxi datang Dia pun membawa Icha ke rumasakit terdekat.
"Sayang maafin aku, aku janji gak akan marah lagi sama kamu, " Ujarnya, Dia pun ikut mendorong Icha di atas berangkar saat sampai di rumasakit,Icha pun segera di tangani oleh dokter.
Abang pun gelisah Dia tidak sabar menunggu dokter di sana hingga beberapa menit berlalu akhirnya dokter pun keluar.
"Gimana keadaan istri saya dok? " Ujarnya melihat dokter keluar dari ruang rawat Icha.
"Tidak apa-apa hanya kelelahan Dia juga kekurangan cairan, apalagi Dia punya maag jadi kondisinya drop, saya sudah memberikan infus sebentar lagi juga siuman ," Ujarnya.
"Apakah saya boleh masuk? "
"Silahkan, saya permisi, " Ujar Dokter itu dan Dia pun mengangguk.
Setelah kepergian Dokter Dia pun masuk dan duduk di kursi di samping Icha.
"Sayang maaf, aku bener-bener nyesel ayo bangun, " Ujarnya, mengusap tangan Icha.
Setelah 20 menit menunggu Icha pun mengerjapkan matanya , Dia pun memegang kepalanya yang sedikit pening , melihat Abang sudah ada di samping nya.
"Sayang kamu sudah bangun maafkan aku, aku benar-benar menyesal ,mana yang sakit? " ucapnya menyesal.
"Tidak apa-apa, jangan khawatirkan aku, aku ingin pulang tubuhku sudah sehat, " Ujarnya melepaskan Infus.
__ADS_1
"Sayang apa yang kamu lakukan, jangan begini kamu masih sakit, plis jangan gini aku tau kamu marah sama aku tapi jangan gini ya kasian badan kamu masih lemas, " Ujarnya memencet tombol, Icha pun hanya diam saja.
Tak berapa lama suster pun datang memperbaiki infusannya, Icha pun merebahkan kembali tubuhnya saat merasakan sakit di kepalanya, Dia pun memejamkan matanya.