Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
22 .kedatangan orang Tua Icha


__ADS_3

Mega pun keluar dari kamar mandi dan melihat Icha sudah terlelap dalam tidurnya.


"Hadeh katanya, mau dengerin cerita gue eh malah udah tidur aja." gumannya seraya geleng-geleng kepala melirik jam baru jam 9 malam.


Mega pun merasa kelaparan dan keluar kamar mencari pedagang makanan,tak lupa mengunci pintu dari luar.


Dia pun segera menaiki motor sport nya, menuju tempat penjual makanan di pinggir jalan.


Disisi lain Abang dan Iqbal mencari Icha ke rumah Bude, namun Rumah terlihat sepi tidak ada siapa siapa.


"Kira-kira pada kemana ya?" tanya Abang melirik kaca jendela.


"Kenapa loe tanya gw, bikin pusing pala gw aja,mending lo telpon aja ponselnya." ujar Iqbal yang sedang menyetir.


"Kalo aktip udah gue telponin dari tadi kali, mending lo tanyain deh sama Mas Febri, siapa tau Dia lagi bareng Icha." ucapnya membuat Abang sedikit kesal.


Iqbal pun menyerahkan ponselnya kepada Abang."Nih hubungi sendiri gue susah lagi nyetir, makanya lain kali jangan ganjen sama cewek lain dah kaya gini aja gw yang susah." ujarnya.


Abang pun menelpon Febri menanyakan Icha, namun Febri bilang kalo Icha menginap di rumah temennya,Febri sendiri masih diluar rumah bersama Ibunya.


"Gimana?" tanya Iqbal setelah melihat Abang mematikan ponselnya.


"Icha nginep di rumah temen nya, tapi gue lupa gak tanya namanya, lo tau gak temannya?"


"Gak tau juga sih, gue cuma tau Rima doang itu pun gak tau rumah nya,kalo bener nginep di rumah Rima bisa gawat." ucapnya serius.


"Gawat gimana maksud loe?" Abang pun menoleh penasaran dengan ucapan Iqbal.


"Kakak nya Rima, kaya nya suka deh sama Icha, soalnya gue liat Dia perhatian banget." ucap Iqbal memanas-manasi Abang.


*Gw kerjain sekalian lo, makanya kalo cinta diem gak usah lirik sana-sini, di embat orang baru tau rasa." batin Iqbal.


"Jangan so tau lo ya, pikiran gue makin kacau nih." ucap Abang menjambak rambutnya prustasi.


Iqbal pun hanya melirik dalam hatinya Dia menertawakan sahabatnya itu.


Tak lama mereka pun sampai di depan apartemen Abang, Iqbal pun segera pergi setelah melihat Abang masuk ke dalam.


Iqbal berencana pulang ke rumah orang tuanya, meski Dia sendiri sudah punya rumah yang dekat dengan Bengkelnya, selama kuliah Iqbal sambil bekerja di sana mengembangkan jurusan yang di ambilnya yaitu jurusan tehnik.


Saat akan berbelok Iqbal melihat Mega yang baru saja keluar dari salah satu warung makan pinggir jalan, Dia pun penasaran dan mengikuti nya.


Mega melajukan motornya dan tiba lah di depan kosannya, Iqbal pun menghentikan mobilnya dan terus melihat Mega yang masuk ke sebuah rumah susun atau kosan,setelah Mega tidak terlihat baru Dia meninggalkan tempat itu.


"Jadi ini tempat tinggal lo, kita liat seberapa besar nyali lo kalo ketemu lagi dasar cewek sombong." ujar nya tersenyum sinis.


๐Ÿ€๐Ÿ€


Pagi pun menyapa Icha bangun setelah mendengar alarm di ponsel Mega, Dia pun segera bangun dan segera mandi dan sholat subuh dulu lalu membangunkan Mega yang masih terlelap.


"Aku mau pulang, kamu gak mau bangun?" ucapnya menarik selimut Mega.


"Ya udah pulang sana gue masih ngantuk." jawabnya menarik lagi selimutnya.

__ADS_1


Icha pun keluar kamar dan segera memesan Taxi,tak berapa lama akhirnya Icha pun sampai di Rumah Bude ,Dia pun mengucap salam dan langsung di sambut oleh Bude.


Icha pun masuk kamar dan langsung ganti baju, Dia pun langsung turun setelah rapi dan menghampiri Bude yang sudah menunggu di ruang makan.


"Ayo sarapan dulu, mereka juga masih lama nyampe nya kamu tenang aja." ucap Bude di sela makannya.


"Iya, Bude sendiri mau kemana udah rapi gini?" tanya Icha melihat Bude sudah siap.


"Bude ada perlu sebentar ke Butik, nanti kalo udah kamu sudah santai ambil mobil Bude di bengkel nya Iqbal." hcap Bude dan Icha pun hanya menganguk.


"Oke," jawabnya.


"Apa rencanamu kedepannya?" tanya Bude tiba-tiba dan Icha pun menghentikan makannya.


"Icha mau ikut pulang sama mereka, Icha juga mau kerja di perusahaannya Mas Hermawan."


"Kamu gak ada niatan nyari kerja di sini Cha?"


"Gak tau Bude mungkin nanti lah cari pengalaman, Icha juga kangen kampung halaman."


"Terus Bude sama siapa, nanti pasti kesepian." ujarnya terlihat sedih.


"Kan ada kak Nadia yang jagain Bude, Icha nanti akan sering-sering main deh kalo libur." jawab Icha merasa bersalah.


Sungguh Icha merasa kasian sekali melihat Bude nya sedih, namun Icha juga gak bisa terus di sana sungguh ini pilihan yang berat, namun Icha yakin kalo Nadia akan menjaga Bude dengan baik.


Bude pun bergegas pergi dengan supir, sedangkan Icha hanya tiduran di kamar sambil memainkan ponselnya,hingga Dia tertidur nyenyak.


Ponsel Icha terus berdering membuat Icha kaget dan segera bangun dari tidurnya.


Icha pun bersiap pergi namun Chat dari IFa menghentikan langkahnya.


๐Ÿ“ฑTeteh lama ihh, kami naik Taxi sebentar lagi sampai.


Setelah membaca nya Icha pun duduk menunggu di ruang tamu menungggu mereka yang sedang dalam perjalanan.


"Bude kok udah balik lagi?" tanya Icha yang merasa heran.


"Iya, orang tua mu tadi menelpon Bude, menanyakan kamu kemana katanya mau jemput?"


"Hehee maaf Bude Icha ketiduran." jawabnya sambil cengengesan.


"Aduh kamu tuh ada-ada saja ya, terus gimana mereka?" tanya Bude khawatir.


"Mereka udah naik taxi menuju ke sini, maaf." ujarnya merasa bersalah.


"Gak apa-apa ayo bantu Bude siapin makan siang, pasti mereka sudah lapar." ucap Bude berlalu ke dapur membawa belanjaannya,dan di ikuti Icha dari belakang.


Beberapa menit kemudia mereka pun sampai di rumah Bude dan langsung di sambut hangat.


"Asamualaikum Mba yu?" ucap Bu Yani masuk ke dalam rumah.


"Walaikum salam dek, kalian sudah datang gimana kabar kalian, ayo duduk." Bude pun segera memeluk adik semata wayangnya itu dan tak lupa menyalami pak Harun dan juga memeluk Ifa.

__ADS_1


"Alhamduliah baik mba yu," jawab bu Yani segera duduk di kursi, diikuti Ifa dan juga pak Harun.


"Ini ponankan Bude udah besar, udah lulus sekolah sekarang, kuliah disini mau ya gantiin Mba mu katanya pengen pulang," Rayu Bude melirik IFa sambil tersenyum


"Gak mau ahh Ifa mah di Bandung aja kuliahnya udah betah." jawabnya sambil tersenyum.


Icha pun datang bersama Si Mbo membawa minuman "silahkan di minum." Seru si Mbo dan kembali ke belakang.


Sedangkan Icha menyalami kedua orang tuanya."Gimana Pak, bu kalian sehat?" tanya Icha.


"Alhamdilah nak," jawab mereka.Icha pun ikut duduk di samping Ifa.


"Bukannya udah betah IFa mah, takut ninggalin pacarnya Bude " seru Icha cengengesan.


"Sekolah dulu Fa, jangan pacar-pacaran dulu." Seru Pak Harun menasehati.


"Enggak ko pak, Ifa gak punya pacar." jawabnya kesal.


"Udah ayo kita makan dulu s Mbo udah masak buat kalian." ajak Bude berjalan ke dapur dan di ikuti oleh mereka.


Mereka pun makan dengan lahap, di iringi dengan canda tawa.


Setelah selesai makan Icha pun mengajak Ifa ke kamarnya sedangkan orang tuanya berbincang dengan Bude di ruang tengah.


Sedangkan di kamar atas Icha sedang berbincang dengan Ifa.


"Dek gimana kabar enin dan teh Irma?" tanya nya seraya duduk di kasur.


"Mereka baik teh Alhamdulilah." jawabnya.


"Syukurlah kalo begitu,kamu gak kuliah dek?"


"Cuti dua hari kan ada acara penting,lagian sekalian liburan lah, aku kan dah lama juga gak main ke sini,teteh mau pulang bareng kita?"


"Iya, teteh udah izin juga kok sama Bude, lagian kalo Mas Febri udah nikah kan ada istrinya yang jagain Bude,"


"Iya juga sihh, eh aku denger dari Adit kalo Abang juga ke sini, apa teteh udah ketemu?"


"Udah kemarin, emang Adit bilang gimana sama kamu?"


"Cuma bilang gitu aja gak bilang apa-apa lagi, lagian bukannya dari dulu juga suka kesini ya, atau jangan-jangan teteh gak tau?" tanya nya bingung.


"Aku baru tau sekarang, mungkin dulu Dia gak tau kalo aku di sini, tapi setelah aku ketemu Iqbal Dia jadi tau."


"Terus gimana kedepannya apa gak ada kemajuan?" tanya Ifa penasaran.


"Gak tau, kayanya Dia sering kesini punya pacar mungkin yang Dia temuin di sini, entahlah." ujar Icha mengangkat kedua bahunya.


"Masa sih teh, bukanya Abang gak pernah dekat sama cewek mana pun."


"Mana teteh tau, mungkin aja kalo Dia punya pacar juga apa hubungannya dengan kita, udah ah jangan bahas Dia teteh lagi males." ujarnya IFa sendiri bergegas ke kamar mandi menyegarkan tubuhnya.


Disisi lain Abang masih uring-uringan di apartemenya karna sejak pagi Dia menelpon Icha namun tidak diangkat dan beberapa pesannya pun jangankan di balas di baca pun tidak.

__ADS_1


"Aku tau kamu online dari tadi Cha, tapi kenapa gak mau baca pesan aku cha," ujarnya frustasi.


Abang pun membuka kembali leptopnya segera menyelesaikan pekerjaannya karena besok lusa Dia sudah harus kembali ke Bandung.


__ADS_2