Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Makan makan


__ADS_3

Adzan magrib pun terdengar Icha yang akan pamit pun mengurungkan niatnya, Dia ikut sholat dulu di rumah Nazwa.


"Neng makan dulu sekalian di sini. "seru bibi.


"Gak usah bi Icha langsung pamit aja, sudah gelap juga takutnya Ibu khawatir di rumah. " Jawabnya.


"Oh begitu yaa, nanti kapan-kapan main lagi kesini ya, kalo sempat. " Icha pun mengangguk dan nazwa sendiri hanya tersenyum.


Saat Icha membuka pintu Dia di kagetkan dengan ucapan salam di depan matanya.


"Asamualakum. " Ucap seorang pemuda.


"Walaikum salam. " Jawab mereka serempak,Icha sendiri masih mematung mengingat siapa pemuda itu.


"Fazar, kamu sudah pulang nak. " Seru bibi yang ada di belakang Icha, membuat Icha tersadar.


"Maaf, silahkan. " ucap Icha yang sedari tadi berdiri di depan pintu.


Fazar pun masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi menyenderkan badannya yang terasa lelah.


Icha pun pamit kepada bibi dan Nazwa, sedangkan nenek nya masih mengaji di dalam kamar.


"aku pamit ya bi nanti kapan-kapan ke sini lagi. " ucapnya memeluk bibi.


"Iya kamu hati-hati di jalan ya." dan langsung di anggukinya.


"Cha nih bawa kesukaan Bapa mu, tadi bibi ngambil banyak dari kebun. " Seru nazwa memberikan tiga buah talas bogor yang sudah diikat.


"Ahh makasih Na, makasih bi maaf malah merepotkan. " Ujarnya, nazwa pun langsung memasukan nya ke bagasi mobil Icha.


"Ga papa,lagian di kebun masih banyak iya kan bi. " jawab Nazwa dan di angguki oleh bibi.


Icha pun melambaykan tangan nya setelah itu menjalankan mobilnya.


Saat dalam perjalanan Icha pun teringat dengan pemuda tadi.


"Apa fazar itu yang dulu pernah nolongin Aku?? gumannya.


Akhinya Icha pun sampai di depan rumahnya,dia pun masuk setelah memberi salam.


"Asamualaikum. " sapanya, namun tak ada yang menjawab.


"Pada kemana yah, kok sepi? baru juga jam 7 30 masa udah pada tidur " gumannya.


Icha pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tas sambil berjalan menuju kamar,namun sial nya ponselnya mati.


"Ah sial, apa jangan-jangan dari tadi nih ponsel mati. " gumannya lagi.


Icha pun mandi dan ganti baju dengan baju tidur panjang-panjang dan menyisir rambutnya yang tergerai indah,karna biasanya kalo di rumah Icha tidak berhijab.


Icha pun turun mencari orang rumah dan terdengar berisik di belakang rumah, Icha pun berjalan dan terus mendengarkan orang-orang yang rame di sana.


"Ohh pada di sini rupa nya, pantesan sepi. " batinya.


Icha pun melihat ada Ibu bapa dan juga Ifa, serta keluarga Abang sedang membakar ikan di halaman belakang.


Icha pun berjalan dan bergabung bersama mereka.


"Asamualakum. " ucapnya,Dan langsung di jawab serempak oleh mereka.

__ADS_1


Abang yang sedang memainkan ponsel pun menoleh,dan memasukan ponselnya.


"Kapan pulang nak, ko dah seger aja. "Seru Ibu yang sedang menyiapkan makanan di atas tikar.


"Udah dari tadi." Ucapnya seraya menyomot goreng tempe,yang di tepis tangan Ibu.


"Iss kebiasaan kamu ya, gak sopan nak liat tuh ada tamu. " serunya sambil menunjuk orang tua Abang dengan ekor matanya.


"Hehe.. maaf Bu. " jawabnya sambil cengengesan, Sedangkan Orang tua abang hanya geleng-geleng.


Abang pun berdiri di samping Icha sambil terus memperhatikan Icha yang sedang makan.


"Abang sini bawa ikan bakar nya, udah matang semua. " Seru pak Edi.


Abang pun urung menyapa Icha dan menghamiri Ayahnya, sedangkan Ifa dan Adit sedang mengambil piring di dapur.


Semua makanan pun sudah siap, kini mereka siap menyantap Nasi liwet juga Ikan bakar nya.


"Ko ada acara kaya gini gak kasih tau Icha sih. "


"Bukanya gak ngasih tau, pas tadi di telpon kan Ifa mau bilang ehh malah lupa terus Ifa telpon lagi malah gak aktip, udah viling aja pasti ponsel teteh mati kan udah gak aneh lagi. " seru Ifa yang ikut nimrung.


"Iya, semalam lupa ngecas. " ucapnya terkekeh.


"Ayo makan udah siap semua. " seru Ibu dan mereka pun makan dengan lahap.


Setelah selesai para Ayah berbincang, sedangkan Ifa membantu Ibu juga Bunda nya Abang mencuci piring,sedangkan Adit langsung pulang, Icha sendiri menggulung tikar dan membereskan nya.


Saat Icha sudah selasai dan akan masuk rumah, tiba-tiba pergelangan tangannya di cekal oleh Abang,Icha pun menoleh dan bertanya.


"Apa sih Bang. " Ucapnya.


"Aku mau bicara Ayo ikut aku. " Serunya seraya menggenggam tangan agar mengikutinya.


"Mau bicara apa?? " seru Icha memulai pembicaraan.


"kamu masih marah sama aku? " ucap Abang sambil menatap Icha dari samping.


Icha pun menoleh dan tersenyum " Engga ko, emang aku kenapa?"


"Trus apa maksudnya nitipin itu sama Ifa, gak lucu tau Cha. "


"Emang gak boleh ya, aku gak mau aja terikat dengan itu. " Ucapnya menunduk.


"Cha, aku sedih kalo kamu kaya gini Cha, kamu kaya hindrin aku, apa kamu mulai tak nyaman dengan ku??


"Gak, bukan, maaf aku gak maksud kaya gitu, aku cuma gak mau kamu curiga sama aku, dan masalah atm itu aku belum pernah pakai sekali pun."


"Cha plis kamu tuh kenapa jadi gini sih, aku gak ngerti sama jalan pikiran kamu, aku ngasih ini beneran Ikhlas Cha apalagi sama calon Istri aku, apa kamu belum yakin menikah Denganku?? "


"Bukannya aku gak yakin, aku cuma kamu ngertiin aku aja dan jangan ambil kesimpulan tanpa mendengar penjelasaan ku dulu, karna dalam sebuah hubungan itu kejujuran dan kepercayaanitu perlu ."


"Oke, aku minta maaf aku janji gak bakalan kaya gitu lagi. "


Icha pun menganggukan kepalanya, Abang pun senang melihat Icha kembali seperti dulu lagi semoga Dia dan Icha bisa berjodoh ucapnya dalam hati.


"Besok aku antar ke kantor ya"


"Iya. " Jawab Icha.

__ADS_1


"Senyum dong yang, aku rindu senyum manismu. " Ucapnya sambil mencubit pipi Icha.


"Aww sakit ihh. " seru nya sambil terkekeh.


"Habis gemes yang liat pipi mu. "


"Dari dulu juga gitu. "


"Udah masuk yukk dingin,udah malem juga. " ucapnya setelah melirik jam tangannya hampir jam 10 malam.


"Ya udah aku masuk ya, kamu pulang sana Ayah sama Bunda juga dah pulang kayanya " dan diangguki Abang.


Abang pun pulang ke rumah nya sedangkan Icha masuk ke dalam kamar setelah mengunci semua pintu dan juga gerbang.


Icha pun bergegas tidur setelah gosok gigi, mecuci kaki dan tangan nya .


Pagi hari pun menyapa, Icha pun lekas bangun dan segera mandi Dia pun siap berangkat bekerja.


"Ayo sarapan dulu. " seru Ibu setelah melihat Icha.


Icha pun duduk di kursi dan meminum susunya" Pada kemana Ifa sama Bapa??"


"Ifa masih tidur kaya nya, Dia bilang masuk kuliahnya siang, kalo Bapa masih bersiap di kamar. "Jawab Ibu.


Icha pun menghabiskan Nasi goreng buatan Ibunya itu dan segera pamit.


"Bu, icha pamit ya, pamitin sekalian sama Bapa takut keburu macet. "


"Iya, hati-hati ya nak. "


"Eh itu talas di bagasi mobil, nanti Ibu ambil ya, dari Nazwa kemarin Icha lupa. "


"Bilang makasih ya, ini kamu kasih ke Dia. " seru Ibu memberiakan Kue nastar kesukaannya Nazwa.


"Loh kapan bikinnya kok Icha gak tau??


"Kemarin, dibantu adikmu Ibu bikin banyak dan ini titip buat teteh mu,mampir bentar ya kerumahnya " Ibu pun memberikan kotak makanan.


"Apa ini??


"Itu Nugget daun kelor, itu baik untuk menyusui Ibu sengaja bikin buat tetehmu. "


"Ya udah Asamualaikum. "ucapnya sambil membawa paper bag di tangannya.


"Walaikum salam. " jawab Ibu.


Icha pun keluar gerbang melirik mobil yang sudah ada di pinggir jalan.


"Tumben pagi-pagi dah bangun " Seru Icha masuk ke mobil itu, yang ternyata mobil Abang.


"Demi kamu yang, aku bela-belain,sekalian aja berangkat ke kantor biar ga bolak-balik. " ucapnya dan melajukan mobilnya.


"Mampir dulu kerumahnya teh Irma bentar ya. "


"Oke. " jawab Abang sambil meletakan kotak kecil pada tangan Icha.


"Simpan, jangan pernah lagi lepas kalung itu dan juga Atm nya kamu pake aku selalu isi tiap bulan pin nya masih tetap ultah kamu."


Icha pun menonggakan wajahnya melihat Abang yang sedang menyetir.

__ADS_1


"Aku tau aku ganteng jangan di tatap terus. " Ujarnya terkekeh.


"Pede banget sihh, Iya aku simpan nih. " sambil memasukan ke dalam tasnya.


__ADS_2