Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Sampai di Jakarta


__ADS_3

Siang hari nya Kaila dan Revan pun pamit kepada semua nya pergi ke Jakarta.


Mereka juga di antar Ayah dan Bunda nya hanya dua puluh menit mereka pun akhirnya sampai di Bandara Adisudjipto.


"Kai awas jangan nakal di sana ingat kamu harus dewasa umur kamu udah 18 tahun, jangan cengeng jangan bikin suami mu kesel jadi istri yang baik," pesan Bunda Icha.


"Iya Bun, Kaila tau kok," jawab nya sendu.


Kaila pun memeluk erat Bunda nya sambil terisak."Maaf kan Kaila bun masih sering ngerepotin Bunda sama Ayah, Kaila sayang kalian," ujar nya.


"Iya maafin Bunda juga ya udah bikin kamu terjebak dalam pernikahan ini," bisik nya sambil mengelus rambut Kaila.


Setelah melepaskan pelukan Icha kini Kaila pindah memeluk Ayah nya.


"Kok anak Ayah cengeng sih, jangan sedih dong nanti Ayah gak bisa lepasin kamu pergi kalo kaya gini," ucap Abang.


"Maafin Kaila yah Kaila sayang Ayah," ujar nya melepaskan pelukan nya.


Ayah nya pun mengusap air mata nya agar tidak mengalir terus.


"Nanti kita ke Jakarta nyusul kalo kamu jadi kuliah di sana, kita bakal sering-sering nengok kamu sambil silaturahmi sama kakak-kakak kamu di sana ada tante Rima juga di sana kalo kamu nanti bosan bisa main ke rumah nya," ucap Icha menangkan sedangkan Revan hanya diam saja tak tahu harus bagai mana.


{Soal kakak -kakak nya Kaila pernah di bahas ya maaf autor lupa bab berapa yang jelas mereka keponakan Icha anak Aulia yang meninggal karna kecelakaan pesawat nama nya Nabila dan Naura}


Setelah pamitan mereka pun naik pesawat sedangkan Icha kembali ke rumah Bude Yati.


Pesawat mengudara beberapa jam, selama perjalanan Kaila nampak melamun.


Hingga akhirnya mereka sampai di Bandara Soekarno Hatta dan langsung di jemput oleh supir pribadi keluarga Revan.


"Kamu kenapa pusing?" tanya Revan melihat Kaila nampak diam saja.


"Gak papa kok Mas aku baik-baik saja," bohong nya padahal dalam hati nya dia sedikit gugup ini pertama kali nya dia bertemu dengan Oma nya Revan.


"Jangan bohong pasti kamu menyembunyikan sesuatu dari ku ayo jujur," ujar nya menggenggam tangan Kaila.


Kaila pun menghela nafas panjang."Aku hanya gugup saja, ini pertama kali nya aku ketemu Oma nya Mas Revan," jawab nya lirih.


Revan malah tersenyum sambil mencapit hidung mancung Kaila."Gemes banget sihh,"

__ADS_1


Sedangkan Kaila nampak kesal."Aww sakit Mas," ujar Kaila merajuk.


"Habis nya kamu tuh aneh-aneh aja deh cuma gara-gara mau ketemu Oma aja panas dingin kaya nya," ujar nya terkekeh.


"Udah ahh cerita sama Mas juga bukan nyelesai kan masalah tapi malah nambah BT," ucap nya membuang muka.


Sedangkan Revan masih tertawa dengan kelakuan Kaila itu."Ya udah aku minta maaf ya hadep sini, jangan cemberut gitu dong," ujar nya menarik bahu Kaila agar bersandar di bahu nya.


"Udah gak usah mikir macam-macam Oma itu orang nya baik, kamu jangan khawatir Oma juga sangat menyuaki mu," ungkap nya namun Kaila masih saja tidak percaya.


Mobil pun memasuki sebuah komplek elit dan berhenti di depan rumah yang begitu luas dan jangan di tanya rumah nya begitu mewah juga besar.


"Ayo turun kita sudah sampai," ajak Revan.


Sedangkan Pak Yanto menurun kan barang mereka tak banyak hanya satu tas saja.


Mereka pun turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah ternyata sudah ada orang tua Revan yang menunggu nya di ruang tamu.


"Akhir nya kalian datang juga Mama sangat senang sekali," ujar Dini memeluk menatu nya itu.


"Apa kamu sakit cantik wajah kamu pucat sekali?" tanya Dini melepaskan pelukan nya.


"Enggak pa pa ko Mah aku baik-baik saja," jawab nya tersenyum.


"Kalian pasti capek kan istrirahat dulu sana," ujar Adam.


"Gimana keadaan Oma sekarang?" tanya Revan khawatir.


"Sudah membaik operasi nya berjalan lancar kalian tenang saja sekarang Oma juga sedang istirahat baru selesai minum obat," jawab Dini.


"Kalian pasti belum makan siang kan ayo makan dulu setelah itu istirahat," bujuk Dini menggandeng tangan Kaila agar mengikuti nya ke ruang makan.


Kaila pun menurut saja dan di ikuti Revan di belakang nya.


"Dimana Risa Mah kok gak keliatan?" tanya Revan menanyakan Clarisa adik satu- satu nya.


"Ke Mall tadi di ajak sama temen- temen nya Luna dan Marta," jawab nya sambil menyuruh Kaila duduk di kursi makan."Ayo makan Mama sudah siapin ini buat kalian,"


"Kalian makan ya Mama mau kedepan dulu, sekalian nanti kalo kalian mau istirahat tinggal ke kamar aja ya Mama sama Papa nanti mau kondangan pulang nya pasti malam, titip Oma ya," ujar nya.

__ADS_1


"Iya Mah, " jawab Kaila.


Dini pun lantas meninggalkan mereka, menghampiri suami nya di kamar yang sedang bersiap.


Kaila pun mencuci dulu tangan nya terus dengan telaten mengambilkan nasi dan lauk untuk suami nya terus dia mengambil untuk diri nya.


Kaila hanya makan sedikit tak terlalu nafsu makan siang hari ini berbeda dengan Revan yang makan dengan lahap, Kaila jadi tahu ternyata Revan menyukai ayam kecap dan cumi asam manis.


Seperti nya Mama Dini sengaja memasak makanan kesukaan Revan, namun berbeda dengan Kaila yang suka nya ayam goreng dia cuma makan sedikit saja.


"Ayo Kai nambah kamu kan tadi cuma makan nasi kuning sedikit," ujar nya.


"Aku udah kenyang Mas," jawab nya, Kaila memang tak terlalu lapar.


Setelah selesai makan Kaila pun berisiatip membereskan meja dan ingin mencuci piring namun Revan menarik nya.


"Udah biar bi Sum aja yang beresin ayo kita istirahat," ajak nya tak membiarkan istri nya menyentuh pekerjaan Art.


"Tapi Mas aku sudah biasa kok bantu Bunda kalo di rumah," jawab nya tak enak masih mencuci tangan di wastafel.


Namun Revan malah memeluk nya dari belakang, membuat Kaila gugup.


"Mas lepas kalo ada orang gimana, malu tahu," ujar nya.


Namun Revan malah sengaja meniup- niup telinga Kaila membuat nya merona.


Tiba-tiba bi Sumi datang dengan anak nya yaitu Maya mereka baru saja pulang dari pasar belanja kebutuhan dapur.


"Loh Den Revan kapan datang?" tanya Bi Sum tersenyum senang.


Namun berbeda dengan Maya dia nampak muram melihat Revan bersama seorang wanita.


"Iya bik kami belum lama datang,kenalkan ini Kaila istri saya, nanti tolong jangan biarkan dia membantu di dapur ya bi," ujar nya dan bik Sum pun mengangguk.


"Sayang ini bi Sum dan anak nya Maya nanti kalo kamu butuh sesuatu panggil mereka" ujar nya dan Kaila pun mengangguk.


"Kalo begitu kami istirahat dulu ya bik, titip Oma ya," ucap nya.


"Siap Den,"

__ADS_1


Sedangkan Kaila nampak tak enak hati, padahal kan dia tak kebaratan membantu di dapur.


Mereka pun lantas naik ke tangga menuju kamar Revan.


__ADS_2