
"Kita jenguk dia pulang sekolah nanti," ajak Desi dan Kaila pun mengangguk.
Bahkan dia lupa kalo hari ini akan bertemu dengan Revan, entahlah kalo sudah menyangkut Satria dia jadi lupa orang-orang di sekitar nya.
Kalo kata orang lain Satria dan Kaila itu seperti anak kembar yang tak terpisah kan, karna mereka selalu kompak dalam hal apa pun mereka juga saling menyayangi dan melindungi.
Jam pulang pun tiba Kaila segera menancap gas menuju rumasakit bersama dengan Desi yang juga membawa motor mengikuti nya dari belakang.
Hanya 15 menit mereka pun sampai di tempat tujuan, dia langsung ke ruangan tempat rawat Satria.
Kaila pun nampak bingung mau ketuk pintu dulu atau segera masuk, namun saat dia akan mengetuk pintu terbuka dari dalam seorang suster baru saja akan keluar dari ruangan tersebut.
Kaila bisa lihat dengan jelas Satria sedang terbaring di tempat tidur, dia pun segera masuk dan do ikuti oleh Desi di belakang nya.
"Gimana keadaan loe Tria?" tanya Kailq sedikit khawatir.
"Gue gak papa cuma kaki gue aja yang sedikit terkilir," jawab nya menunjuk kaki nya yang di perban.
Syukurlah Satria tidak kenapa-napa pikir Kaila, dan sekarang Desi yang mengintrogasi nya.
"Sebenar nya loe kenapa sih bisa sampe jatuh dari motor?" tanya Desi, sambil meletakan satu keranjang buah di meja.
Kaila dan Desi pun duduk di kursi yang ada di sana, Satria ada di ruang VIp kelas 1 kadi ruangan nya cukup nyaman dan bersih.
Satria pun menghela nafas."Gue tadi gak sengaja liat kucing lewat dan gue ngerem mendadak ehh malah gue gak bisa jaga keseimbangan dan jatuh deh motor nimpa kaki gue," jawab nya.
Kaila pun mengangguk sambil mengupas jeruk untuk sahabat nya itu.
"Mama kemana gak kesini?" tanya Kaila heran karna tak ada satu orang pun yang ada di sana.
"Mama pulang dulu sedangkan Papa lagi nebus obat di apotik, gue udah bisa pulang jadi kalian jangan khawatir ya," ujar nya.
Tak lama kemudian Iqbal pun datang membawa obat yang tadi di tebus nya di apotek, mereka segera keluar dari ruangan tersebut dan segera pulang.
__ADS_1
Namun saat akan keluar rumasakit tiba-tiba Kaila kebelet pingin ketoilet jadi dia kembali ke dalam dan meminta mereka pulang duluan biar nanti dia nyusul.
Saat keluar dari toilet dia melihat wanita yang sangat mirip dengan wanita yang bersama Andra waktu itu, Kaila yang mempunyai jiwa kepo pun mengikuti nya.
Hingga sampai lah di depan sebuah ruang rawat."Sebenar nya ngapain sih gue ikutin dia gak jelas banget gue," guman nya.
Namun saat dia akan kembali dia bisa melihat kedalam karna pintu tidak tertutup.
Terlihat Andra terbaring tidur dengan selang infus di tangan nya, Kaila nampak membekap mulut nya tak percaya.
Dia sebenarnya ingin masuk namun dia mengurungkan niat nya saat mendengar ucapan wanita itu.
"Seharusnya aku yang terbaring di sini bukan kamu, apa sebegitu berharga nya aku sehingga kamu nyelametin aku saat kecelakaan itu," ujar nya.
Kaila nampak bingung namun dia tak. berani masuk ke dalam.
"Semoga setelah kamu sadar kita bisa bersama lagi Dra, aku tahu kamu kuat aku akan minta papa percepat pertunangan kita," lanjut nya.
Kaila pun bergetar menahan tangis, apa sebenar nya yang terjadi kenapa Andra tidak jujur pada nya, lutut nya terasa lemas namun dia berusaha tegar.
Sungguh pikiran nya buntu saat ini, apa gara-gara ini Andra menghindari nya, kenapa Andra gak jujur apa yang sebenar nya terjadi, mungkin kalo Andra bicara yang sebenar nya Kaila bisa menerima kenyataan ini dengan lapang dada.
Ujan pun turun dengan deras Kaila pun mengurangi kecepatan motor nya dan berhenti di sebuah ruko yang sudah tutup.
Hari sudah mulai gelap Kaila pun hanya bisa menangis dalam diam, dia berusaha tegar sambil menunggu hujan sedikit reda.
"Apa ini karma ya buat gue karna gue juga gak jujur sama Kak Andra soal perjodohan gue sama kak Revan, tapi ada baik nya juga jika kak Andra bukan jodoh gue setidaknya dia gak terlalu kecewa seandai nya kita gak berjodoh dan gue gak di salah kan dalam hal ini." batinnya.
Dalam pikiran nya Kaila memikirkan apa yang terjadi dengan Andra, jika apa yang di dengar nya tadi benar maka Andra kecelakaan dan sampai masuk rumasakit karna menyelamat kan wanita tadi.
Kaila pun melajukan lagi motornya menuju rumah pikiran nya sangat kacau sekali bahkan ponsel nya di biarkan mati begitu saja di jok motor nya.
Jam 7.30 akhirnya dia sampai di rumah, mungkin besok dia akan menjenguk lagi Satria di rumah nya karna sekarang sudah malam.
__ADS_1
Saat Kaila memarkirkan motor nya terlihat ayah dan adiknya baru saja pulang dari mesjid.
"Sayang kok kamu baru pulang, apa kamu hujat hujanan?" tanya ayah nya.
"Maaf yah Kaila tadi habis jenguk Satria dulu terus tadi di jalan kehujanan," jawab nya.
Abang pun menyuruh Aldian mengambilkan handuk untuk Kaila dan menyuruh Kaila segera masuk dan mandi air hangat.
Kaila pun mengangguk dan segera masuk ke dalam kamar nya, dia langsung berendam air hangat.
Di kamar orang tuanya Icha nampak di introgasi oleh suami nya.
"Emang Satria sakit apa sih bun?" tanya Abang heran.
"Jatuh dari motor tapi gak papa,bunda juga udah jenguk tadi siang," jawab nya sambil melipat mukena Icha baru saja selesai sholat isya.
"Kaila baru saja pulang basak kuyup kamu liat sana takut nya kenapa-napa," ujar nya.
Icha pun mengangguk dan segara masuk kedalam kamar Kaila, terlihat Kaila baru saja keluar dari kamar mandi.
"Sayang kamu gak papa kan?" tanya Icha dan Kaila pun mengelengkan kepalanya.
Icha pun bernafas lega karna biasa nya Kaila akan demam bila terkena air hujan."Ya sudah kalo gitu ayo kita makan malam, bunda tunggu di ruang makan," ujar nya.
Icha pun keluar dari kamar Kaila dan segera menyiapkan makan malam untuk keluarga nya, Kaila pun segara ganti baju dan menghampiri orang tua nya untuk makan malam bersama.
"Kai ponsel kamu mati yah?" tanya Icha saat melihat anak nya mengegeser kursi.
"Iya bun tadi aku lupa hidupkan lagi," jawab nya.
Tadi saat pulang sekolah dia tak sengaja menekan tombol off di ponsel nya.
"Pantas saja Desi nanyain katanya kamu udah pulang apa belum gitu," ujar nya.
__ADS_1
"Nanti aku balas dia bun," jawab nya Icha pun mengangguk.