Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Kemana Icha


__ADS_3

Icha masih menangis di balik pintu ingatan tertuju pada saat Desta menghianati nya Dia sangat sedih sekali kenapa jadi begini.


"Icha buka pintunya, aku minta maaf jangan kaya gini ya plis buka pintunya," ujarnya.


Namun Icha hanya diam saja tak mendengar apa yang Abang katakan pikirannya sedang melayang ntah kemana.


Abang pun memutuskan menunggu di Sofa, siapa tau Icha akan keluar nanti pikirnya.


Sedangkan Icha berbaring di atas ranjang sambil terisak Dia memeluk guling agar suara tangis nya tak terdengar.


Setelah lelah menangis Icha pun terlelap sedangkan Abang masih menunggu nya di sofa.


Hingga pagi pun menyapa seperti biasa Icha akan mual dan muntah, Dia terbangun dan berlari kekamar mandi.


"Ya Tuhan badanku sakit sekali, kepalaku juga pusing di tambah rasa mual ini," gumannya.


Dia pun keluar dari kamar melihat Abang yang terlelap di atas Sofa, Icha pun hanya melihat saja tak menghiraukannya.


Dia masuk ke dalam kamar segera mandi dengan air hangat dan segera sholat setelah itu Dia bersiap hari ini Dia akan bertemu dengan sahabatnya yaitu Amel.


Pagi sekali Icha keluar dari rumah membawa kopernya, Dia sudah bulat akan menenangkan diri dulu selama hamil dan pergi tanpa sepengetahuan suaminya.


Icha pun melajukan mobilnya, menuju kediaman Amel.


Sedangkan Abang baru saja terbangun saat merasakan silau dari jendela.


"Ya Tuhan jam berapa ini, Icha... " Dia pun segera bangun dan masuk ke dalam kamar tamu yang ternyata sudah rapi tak ada Icha di sana.


"Sayang kamu dimana?" ucapnya mencari istrinya di mana-mana.


Abang pun masuk ke dalam kamar nya dan melihat secarcik kertas di atas meja rias.


"Aku tau kamu sengaja kan nyuruh aku pergi agar kamu bisa bebas ketemu dengan wanta lain apa mungkin bayi itu juga anak kamu, aku berusaha sabar di setiap keadaan namun apa yang aku terima kamu malah makin gak jelas, mana Abang yang dulu selalu sabar sama aku aku kehilangan Dia, dan kamu bukan Abangku lagi bukan Abang yang selalu ada bahu nya untukku, aku berusaha percaya padamu tapi apa yang kamu lakukan padaku kamu selalu meragukan kesetiaanku dan kamu sendiri apa yang kamu lakukan di belakangku?


Kamu tenang saja aku akan pergi dan tak akan kembali.


Tulis surat itu, membuat Abang kaget Dia tidak menyangka kalo Icha akan pergi begitu saja.


Dia pun melihat koper Icha sudah tidak ada, juga beberapa baju di lemarinya yang nampak mengurang.


"Ya Tuhan Icha apa yang kamu lakukan?" gumanna, Dia pun segera mandi dan bersiap Dia akan mencari Icha ke rumah orang tuanya.

__ADS_1


Icha sendiri sudah sampai di rumah Amel yang tak jauh dari sana, temannya waktu di Jogja itu kini bekerja di Bandung.


"Loe beneran mau pergi dari Bandung Cha?" tanya Amel.


"Iya Mel gue serius, gue cuma ingin liburan, apa nenek loe masih ada?" tanya Icha karna nenek Amel berada di Surabaya dan Icha pernah satu kali ke sana bersama Amel.


"Masih lah, Nenek gue sehat walafiat Beliau tinggal sendiri di Desa, katanya ingin menikamati masa tuanya, "


"Kalo gitu gimana kalo kita kesana?" ujar Icha.


Dari semalam Icha sudah berpikir akan pergi jauh dari Bandung dan memulai semuanya tanpa bantuan siapa pun.


Icha juga sudah melayangkan surat pengunduran diri Dia menitipkan nya pada Irma tadi pagi, Dia tidak mengatakan apa?apa hanya nitip surat saja untuk Bos nya.


"Loe yakin Cha mau ke sana, gimana sama laki loe?" tanya Amel, Icha sudah menceritakan tentang masalahnya dan itu membuat Amel prihatin.


"Gue yakin, gue juga udah bawa baju dan juga bekal mungkin gue di sana selama hamil saja setelah itu gue mau cari kerja." ujarnya.


"Baiklah nanti siang kita berangkat terus mobil loe simpan dimana?" tanya Amel.


"Biar nanti adek gue yang ambil gampang ko,"


Amel pun bersiap mereka akan naik pesawat siang ini juga.


"Teteh kenapa pagi-pagi nyuruh Ifa ke sini?" tanya Ifa heran.


"Iya maaf, teteh ada urusan kamu bawa mobil teteh ke rumah Ibu ya pake aja kalo kamu butuh, kamu hati-hati bawa mobil nya," ujar Icha memeluk adiknya itu.


"Teteh kenapa sih apa ada masalah?" Tanya Ifa melihat kakaknya itu sebab ssperti habis menengis.


"Gak papa ko hanya kurang enak badan aja," jawabnya, karna seperti biasa kalo banyak pikiran Icha akan demam.


"Kita ke dokter ya tubuh teteh panas banget," ujarnya khawatir.


"Iya nanti sama Abang aja, kamu pulang ya nanti kapan-kapan teteh main ke rumah, "


"Ya udah kalo gitu, Ifa pulang dulu jangan lupa hubungi kalo ada apa-apa," ujarnya.


Icha pun memberikan kunci mobil nya dan setelah itu Ifa langsung pergi.


"Gimana?" tanya Amel yang baru saja keluar dari cafe mendorong koper milik Icha sedangkan Dia sendiri hanya membawa ransel.

__ADS_1


"Aman ayo pergi," ujarnya.


Setelah Ifa mengambil mobilnya Icha pergi naik taxi bersama Amel ke Bandara.


"Ko gue kaya penculik ya Cha, loe yakin ingin pergi? apa loe gak mau ngomong baik-baik sama suami loe?" tanya Amel, kini mereka sudah masuk ke dalam Bandara dan sebentar lagi pesawat akan mengudara.


"Gue yakin ini yang terbaik, gue yakin anak itu anak Dia dan yang di kirimin uang oleh Dia adalah wanita itu," ucap nya.


"Yang sabar ya Cha gue tau loe kuat," ucap Amel mengusap bahu Icha.


Setelah menunggu setengah jam mereka pun akhirnya mengudara.


Di sisi lain Abang baru saja sampai di kediaman orang tuannya.


Dia sengaja memarkirkan mobilnya di sana, saat melihat mobil Icha ada di depan rumahnya.


"Sudah ku duga Dia pasti datang ke sana,apa yang harus aku katakan pada orang tuannya?" gumannya.


"Abang, kamu di sini mana Icha tadi Mama liat ada mobil Icha kirain Icha ke sini eh tau nya Ifa yang bawa ke sini," tanya Bunda yang melihat Abang keluar dari mobil nya.


"Maksud Bunda Icha gak kesini?" Abang pun semakin bersalah kemana sebenarnya Icha.


"Loh bukanya kamu suaminya, kenapa kamu tanya Bunda aneh kamu mah," ucap Bunda.


Abang pun masuk ke halaman rumah Icha mencari adik ipar nya itu, untung saja Ifa keluar rumah jadi Dia tidak perlu bertemu orang tua Icha.


"Fa, kamu mau kemana?" tanya Abang.


"Gue ada pemotretan, emang kenapa mana teteh loe udah bawa Dia ke dokter kan?" tanya Ifa.


"Maksud loe apa?" tanya Abang penasaran.


"Tadi gue ketemu teteh di Cafe Xx, Dia nyuruh gue bawa mobil nya, pas Dia peluk gue badannya panas banget gue kira loe tau," ycapnya.


"Kalian gak ada masalah kan? gue liat teteh kaya habis nangis," selidik Ifa.


"Ya Engga lah kita baik-baik saja, cuma tadi pagi Icha pengen ke sini gitu makanya gue tanya loe,"


"Terus Teteh nya mana sekarang? "


"Oh anu itu.. itu Dia di rumah katanya, nih Dia Wa gue, ya udah gue balik dulu kasian kakak loe sendiri," ucapnya meninggalkan Ifa yang masih kebingungan.

__ADS_1


"Gak jelas banget Dia mah," guman Ifa.


__ADS_2