
Kaila melihat ada sambal seblak masih banyak di atas meja makan Dia mengambil mangkuk baru, dan mengambil 2 sendok sambal setelah itu Dia memindahkan seblak itu ke dalam mangkuk baru.
"Rasain loe emang enak gue kerjain," ujar nya menyeringkai.Kaila pun segera membawa seblak tersebut.
"Ini bun seblak nya," ujar nya menyerahkan satu mangkuk kepada Aldian yang duduk tak jauh dari orang tuan nya.
"Ini bun satu lagi," Kaila pun menyerahkan satu lagi kepada Bunda nya.
"Sini sayang berikan pada Kak Revan," ucap Dini mengambil mengkuk tersebut menyerahkan kepada Revan.
Seblak milik Kaila terlihat sangat merah menyala sudah pasti sangat pedas sama separti milik Dini dan Icha.
Revan pun bergidik ngeri melihat nya sudah pasti itu sangat pedas pikirnya.
Revan mulai menyendok seblak tersebut dan megunyah nya ternyata sangat enak, namun lama kelamaan rasanya menjadi berbeda.
"Kamu kenapa sayang kok berkeringat gitu?" tanya Dini heran, padahal makanan itu tidak teralu pedas.
Sedang kan Kaila yang duduk tak jauh dari sana menahan tawanya.
"Rasain loe emang enak,"batinnya.
"Gak papa kok Ma," jawab nya menahan pedas dalam mulut nya.Revan pun meneguk jus jeruk nya hingga tandas.
"Kamu haus banget ya," ujar Adam melihat kelakuan anak nya itu.
"Iya Ma, aku ngerasa kepanasan." jawabnya.
"Kai ambilin minum lagi buat Revan," ucap Icha.
"Iya Bun," jawab nya.untung saja Kaila sudah menghabis kan makanan nya.
Dia pun bergegas ke dapur sambil tersenyum mengingat tampang Revan yang kepedesan.
"Rasain loe," gumannya.
Kaila pun membuat lagi jus jeruk untuk mereka, Dia sambil bernyanyi.
"Kai.. kaya nya lagi bahagia banget loe?"
"Hey sejak kapan loe di sini, bikin kaget aja," ujar nya menepuk pundak Satria yang tiba-tiba ada di belakang tubuhnya.
"Baru aja, gue tanya loe malah senyum-senyum sendiri kaya orang gila," ujar nya menyimpan paperbag yang di bawa nya di atas meja.
Kaila sendiri sibuk menyajikan jus di menjadi beberapa gelas.
"Wihh kebetulan banget gue haus," ujar nya mengambil satu gelas jus yang di buat Kiala.
"Isst... loe itu kebiasaan deh, ini buat tamu nya Bunda," ujarnya untung saja minuman itu banyak.
"Alah pelit amat loe sama gue," ucap Satria mencapit hidung mandung Kaila.
__ADS_1
"Ihhh.. sakit tahu," ujarnya mengerucutkan bibir nya.
"Gue beneran gemes banget sama loe pengen bawa pulang," ujar nya mencubit kedua pipi Kaila gemas.
"Loe_
"Ehmmm...,
Belum sempat menjawab terdengar deheman dari belakang mereka.
"Ehh ada tamu rupa nya," ujar Satria canggung, menggaruk belakang kepalanya.
"Gue mau ke toilet sebelah mana ya?" tanya Revan.
Ternyata Revan sudah dari tadi memparhatikan Kaila dan Satria yang nampak sangat akrab.
"Loe lurus aja nanti belok kiri," jawab Kaila.
Revan pun hanya berdehem, dan pergi meninggalkan mereka.
"Siapa?" bisik Satria.
"Kak Revan," jawabnya.
"Whatt?" Satria pun melotot tak percaya,dia baru ingat nama itu adalah orang yang di gadang-gadang akan di jodohkan dengan sahabat nya itu.
"Loe gak salah, kaya nya Dmdia udah dewasa deh," lanjut nya.
"Siang bun," ucap Satria menyalami Icha dan suaminya.tak lupa dia menyalami Dini dan Adam yang ada di sana.
"Siang juga Satria gimana kabar mu sayang?" tanya Icha ramah.
"Baik Bun, aku di suruh Mama anterin Bakpia kebetulan Papa sama Mama baru pulang dari Jogya," ujar nya.
"Aduh ko repot-repot sih nak, makasih banyak ya," ujarnya tersenyum.
Satria pun duduk di sebelah Kaila tak lupa mereka bercanda, Satria selalu saja membuat lulucon lucu di hadapan Kaila dan Aldian.
"Siapa?" tanya Dini heran melihat Satria sangat dekat dengan Kaila.
"Dia anak nya Iqbal, masa kamu lupa dulu waktu di khitan bukannya kamu hadir ya," jawab Icha.
"Iya gue baru inget, dia seumuran sama anak loe ya,"
"Iya mereka satu sekolah, gue sengaja titipin Kaila sama Satria biar gak macem-macem di sekolah takut nya Kaila punya pacar, Satria jadi mata-mata gue di sekolah apa pun yang Kiala lakukan pasti Satria cerita ke gue," bisik Icha.
"Hebat banget loe bisa punya ide kaya gitu,"
"Ya kan gue harus jaga-jaga takut nya dia punya pacar terus gak mau di jodohin lagi," ujar nya dan Dini pun mengangguk.
Revan pun kembali bergabung dengan mereka, Dia melirik Kaila yang nampak sedang tertawa bersama Satria.
__ADS_1
Dia pun pura-pura mengotak ngatik ponsel nya padahal mata nya tak lepas dari Kaila yang duduk tak juah dari sana.
"Cha gue minta no Kaila dong,kirimin ke no gue," bisik Dini. Icha pun mengambil ponselnya di saku baju gamis nya.
"Dah tuh no nya ada dua loe simpan aja dua-duanya," ucap Icha memasukan lagi ponsel nya.
"Oke thank you," ucap Dini tersenyum.
"Revan sini bentar," ucap Dini, Revan yang tak jauh dari sana pun langsung mendekat.
"Apa Ma?"
"Pinjem ponsel kamu benar ya,"
"Buat apa sih Ma?"
"Bentar doang," ujar nya. Mau tak mau Revan pun memberikan nya.
"Pin nya berapa?" tanya Dini.
"Ultah Mama," jawab nya sambil terus memperhatikan Kaila.
Dini pun langsung memasukan no ponsel Kaila dengan nama My Wife Cute, tak lupa Dia mengirim pesan pada Kaila.
[Kaila ini no ponsel aku Revan]
[Iya]
Setelah mendapat jawaban dari Kaila, Dini pun langsung menghapusnya lagi dan mengembalikan ponsel Revan.
"Sebenar nya Mama ngapain sih pake ponsel aku segala?"
"Gak papa sayang lupain aja," jawab nya.
Waktu pun tak terasa hari mulai gelap. mereka pun pamit pulang.
"Kita pamit dulu ya, makasih banyak jamuan nya, kita seneng banget," ucap Dini memeluk sahabatnya itu.
"Kenapa gak nginep di sini aja sih Din gue masih kangen," ucap Icha.
"Iya nanti kapan-kapan, liat nih Mba Rindi udah chat gue dari tadi nanyain dimana," ucap nya.
Rindi adalah kakak ipar nya Dia istri dari dari Arif kakak dari Adam.
"Ya udah kalian hati-hati ya," ujar Icha.
Setelah berpelukan mereka pun pergi, Icha memberikan beberapa kotak Bakpia untuk mereka yang tadi di bawa Satria.
Icha memang sengaja memesan banyak dari Mega sebelum Mega pulang dari Jogya, ada sekitar 20 kotak Bakpia yang di barikan Satria.
Icha memberikan sebagian untuk Dini dan keluarga nya, ngomong-ngomong soal Satria dia sudah pulang dari tadi karna Mama nya menyuruh cepat pulang.
__ADS_1