
Icha pun nampak menyimak cerita dari Amanda dia nampak diam mencerna apa yang sebenar nya terjadi.
"Waktu SMA aku sempat hamil anak nya Mas Putra, itu terjadi karna kamu nolak dia jadi pacar nya, aku sama dia bekerja sama agar dia bisa dekat dengan kamu dan aku bisa dekat dengan Iqbal namun semua tidak sesuai harapan, tadi nya aku melakukan itu agar bisa menjebak Iqbal dan meminta nya bertanggung jawab atas kehamilan ku namun semu gagal karna aku keguguran,"
Icha pun melotot tak percaya sambil membekap mulut nya, Dia benar-benar baru tahu akan hal itu.
Icha ingat dulu Iqbal pernah bilang pernah melihat Amanda bersama Putra di gudang berdua entah apa yang di lakukan mereka Icha tidak bertanya lebih jauh pada Iqbal dulu.
Memang Putra sempat nyatain Cinta padanya dan Icha menolak karna pergaulan Putra yang terbilang nakal kala itu, sering kali Putra mabuk-mabukan dan ikut geng motor membuat Abang murka dan berkelahi kala itu.
"Aku dendam dan benci sekali sama kamu kala itu, dan saat aku di Jogja liat kamu sama Desta aku merencanakan ide itu agar bisa membuat kamu hancur,"
"Dan kamu beneran sukses bikin aku hancur, apa Kak Desta bener-bener gak nyentuk kamu?" tanya Icha, dan Manda pun menggeleng.
"Aku hanya menjebak nya saja memberi nya obat tidur aku tidak benar-benar di sentuh oleh nya, aku hanya pura-pura saja. Aku bener-bener minta maaf Cha, gara-gara aku hubungan kalian berakhir,"
"Terus kamu hamil anak siapa?" Icha pun masih bingung.
"Anak dari mantan pacar aku Dia orang Singapura, dia tidak tahu kalo aku hamil karna saat itu dia sudah kembali ke negara asal nya," jawab nya.
"Ya Tuhan ini terlalu rumit, aku benar-benar merasa bersalah sama Kak Desta sampe-sampe bikin dia sakit hati," ujar nya mengingat kejadian itu air mata nya mengalir.
"Aku minta maaf Cha, aku tahu aku salah kamu pantas membenciku," ujar Amanda menggenggam tangan Icha erat sambil terisak.
Icha menggelengkan kepalanya."Aku sudah melupakan nya kalo tidak ada kejadian itu aku tidak tahu akan bagaimana sekarang dan aku juga tidak akan tahu kalo ada seseorang yang jauh mencintaiku dari pada Kak Desta, kamu jangan merasa bersalah kita bisa berteman mulai sekarang," ujar nya tersenyum.
"Terimakasih banyak Cha,"
"Udah jangan pikirkan tentang masalalu semua sudah berakhir kita ambil hikmah nya saja, biar kamu cepet sembuh dan bisa liat anak anak kita sukses," ujar nya.
Di dalam kamar Kaila nampak bingung ingin sekali dia keluar mendengar pembicaraan mereka namun Shovia melarang nya.
"Ngapain sih loe mondar-mandir kaya setrikaan?" tanya Desi bingung sedangkan Shovia nampak terkekeh.
__ADS_1
"Gue pengen keluar pengen denger mereka bicara apa," ujar nya.
"Udahlah Kai nanti kamu tanya di rumah aja, atau kamu tanya Ayah kamu saja takut nya Bunda kamu gak mau cerita," ujar Shovia.
"Ide bagus tuh, ehh papa kamu manggil tuh ayo keluar," ujar nya terdebar sura Putra memanggil, karna sudah hampir satu jam mereka berada di sana.
Mereka pun segera keluar menghampiri Putra yang berdiri di depan pintu kamar.
"Ayo makan siang dulu, papa udah selesai masak," ujar nya.
"Baik Pah, ayo Kai,Desi masakan Papa enal banget loh di jamin kalian ketagihan," ujar nya.
Putra pun lanjut memanggil Icha dan istrinya yang masih asyik bercerita masalalu mereka.
"Ayo kita makan siang dulu nanti lanjut lagi cerita nya," ujar Putra mengajak mereka semua ke ruang makan.
Saat mereka sedang di ruang makan terdengar bel berbunyi.
"Biar aku aja yang buka itu pasti Satria yang datang," ujar nya.
"Loh Papa ikut juga?" tany Kaila heran.
"Ini Satria tadi motor nya mogok jadi Papa anterin dia kesini, tadi nya mau langsung pulang ehh dia malah ngajak masuk," ujar nya.
"Ya udah ayo masuk Bunda juga ada di sini," ujar nya.
Mereka pun mengikuti Kaila ke ruang makan, menghampiri yang lain.
"Loh Satria sama siapa ayo gabung makan siang bareng kita," ujar Putra.
"Aku udah makan ko om, oyah kenalkan ini Papa aku," ujar nya.
Iqbal pun maju sedikit agar bisa terlihat karna dari tadi terhalang oleh badan Satria.
__ADS_1
"Lohh Putra, Amanda," ujar nya nampak kaget.
"Ohh jadi Satria anak kamu Iqbal, senang bertemu denganmu aku gak nyangka kita bisa bertemu lagi," ujar Putra.
Sedangkan Amanda nampak menunduk menahan malu, namun Icha mengusap bahu nya pelan seolah mengatakan semua baik-baik saja.
Tak ada kata nya keluar dari mulut mereka, Satria dan Iqbal menunggu di ruang tamu karna mereka sudah makan di rumah, sedangkan Icha dan yang lain baru selesai makan siang.
Mereka pun nampak berbincang walau pun ada kecanggungan antara mereka.
Amanda meminta maaf kepada Iqbal. atas apa yang pernah di lakukan nya di masa lalu.
Dan Iqbal pun tak mempermasalah kan nya karna dia juga sudah lupa kejadian nya sudah puluhan tahun yang lalu.
"Papa pulang nya sama Bunda ya, aku mau anterin Desi pulang sekalian Kaila ikut sama kita," ucap Satria.
"Lohh kamu ini ada-ada mau kena marah Ayah kamu kalo Papa anterin Icha pulang?"
Abang masih sama seperti dulu dia selalu posesif dan tidak percaya walau kepada Iqbal sekali pun.
"Loh bukannya Satria dan Kaila anak kalian lalu siapa Ayah?" tanya Amanda heran.
Karna mendengar Satria dan Kaila memanggil Iqbal Papa, Dia beransumsi kalo Iqbal suami Icha dan itu anak-anak mereka.
"Kaila anak aku sama Abang, kalo Satria anak Iqbal sama istrinya," ujar Icha menjelaskan.
"Tapi kenapa mereka memanggil kamu sama, aku kira mereka adik kakak,"
"Aku dan istrinya Iqbal hampir barengan saat melahirkan jadi kami membiarkan anak kami memanggil nama yang sama, Kaila dan Satria memanggil aku Bunda dan Abang Ayah sedangkan Papa Mama pangilan mereka pada Iqbal dan istri nya,"
Amanda pun mengangguk saking dekat nya persahabatan mereka sudah seperti keluarga saja.
Amanda pun iri kepada mereka yang masih mempunyai sahabat dan juga orang tua, sedangkan diri nya sebatang kara, Ayah nya meninggal karna bunuh diri dan Ibu nya masuk rumasakit jiwa.
__ADS_1
Namun dia bersyukur mempunyai suami yang sabar seperti Putra, dan Anak yang baik seperti shovia.