
Icha pun sampai di rumah sungguh hari ini Dia sangat kesal,Dia pun segera masuk kamar dan memebersihkan diri sungguh Dia sangat lelah.
Pagi harinya Dia pun bergegas meninggalkan rumah setelah pamit kepada orang tuanya, karna hari ini ada metting karna akan di adakan acara Ulang tahun perusahan yang tinggal menghitung hari.
Dari mulai Dekorasi sampai undangan Icha ikut serta di dalam nya, karna hari itu adalah hari yang sangat di nanti oleh keluarga besar nya.
Setelah kejadian yang menimpa Icha di kantor keluarga Hermawan semakin waspada dan memperketat penjagaan, Hermawan pun melaporkan Ibu nya Asti ke kantor polisi karna penganiyaaan yang di berikan kepada Icha.
Setelah beberapa hari lembur Icha bisa pulang cepat sekarang, Dia mengendarai mobilnya dengan sedang agar segera sampai di rumah karena nanti malam Dia harus menghadiri acara Ulang tahun perusahaan di salah satu gedung.
Icha pun sampai di rumah sebelum magrib namun rumah terlihat sangat sepi, Icha pun masuk kamar nya dan segera mandi.
15 Menit berlalu Icha pun selesai ganti baju dan menunaikan sholat magrib.
Tok tok tok..
Bunyi pintu kamar di ketuk.
"Teteh, ini Ifa buka pintunya. " ucap Ifa, karna tidak biasanya Icha mengunci pintu kamar.
Icha pun membuka pintu dan tersenyum melihat adik nya yang cemberut menahan kesal,seraya menenteng papar Bag.
"Kamu kenapa dek, muka mu jelak amat. "ucap Icha,dan Ifa pun duduk di atas kasur.
"Aku lagi kesel teh, pengennya di rumah aja eh teh Irma malah maksa nyuruh ikut ke pesta peke beliin gaun segala. " membuka gaun di dalam paper bag yang di bawanya.
"Udah gak usah kesal nanti bareng teteh ke sana nya, Ibu sama yang lain udah berangkat kan? "
"Udah, tadi sama Bude dan Mas Febri juga Kak Nadia"
"Jam berapa mereka sampai dari Jogya? "
"Siang kata nya, Ifa juga gak tau soalnya pulang dari kampus udah ada. "
"Oh gitu ya,Ayo ganti baju takut nya telat. " ujar Icha yang sedang memeoles wajahnya.
Ifa pun akhirnya meneruti Icha, Dia bergegas ganti baju dengan sebuah Dres selutut tanpa lengan membuatnya berbeda malam ini, karna biasanya selalu memakai celana jeans
Icha pun membantu Ifa berdandan dan menata rambut Ifa dengan rapi sungguh sipa pun yang melihat nya akan terkesima dengan kecantikannya, setelah membantu Ifa, Dia pun segera bersiap memakai hijabnya dan gaun senada, sungguh sangat anggun dan elegan.
Mereka pun naik mobil dan bergegas pergi ke gedung itu karna waktu sudah jam 7 lebih.
"Teh gimana kabar nya Abang, apa suka telpon? "
"Jarang, mungkin Dia tau teteh sibuk? " jawqb Icha sambil mengemudikan mobilnya.
"Dia udah jelasin siapa wanita yang bersamanya malam itu? "
"Udah sih, katanya tante nya dari Padang. "
"Teteh percaya?"
__ADS_1
"Ya percaya lah, emang nya kenapa sih. "Tanya Icha heran.
"Nama nya Nur dia adalah adik angkat nya om Edi, Nur sangat terobsesi dengan Abang malah Dia meminta tante Cici buat jodohin mereka. "
"Whatt?? " Icha pun mengerem mobil nya hingga membuat kepala IFa kepentok.
"Aduh teteh kira-kira dong, untung kepala ku gak benjol. "
"Hehee.. maaf ya dek teteh reflek aja. " ujar nya melanjutkan kembali.
"Kamu tau dari siapa dek, kalau tante nya Abang itu suka sama Dia?"
"Aku kan sengaja kepoin Adit, biar jelas aja infonya. "
"Emang kapan kamu ketemu Adit? "
"Kemarin pagi-pagi aku sengaja kerumahnya, dan mereka lagi sarapan bareng tapi Adit masih tidur, aku bangunin aja sekalian. "
"Kamu bangunin Adit di kamarnya? "
"Iya lah, emang udah biasa dari dulu juga gitu, malah udah gak aneh tante Cici malah sering nyuruh bangunin. " jawabanya.
"Jangan kaya gitu lagi ya, gak pantes anak cewek masuk kamar cowok sembarangan. "Ujar Icha dan Ifa pun mengangguk.
"Terus gimana, Adit bilang apa saat kamu tanya? "
"Ya bilang gitu, kalo Dia gak suka Nur tinggal di sana apalagi satu kampus sama Adit, Nur juga sering caper sama Abang, masa saru kampus sama Adit malah minta anter nya sama Abang, apa coba kalo modus,malah Dia suka ikut ke kantor Abang alasannya bosan di rumah. "
"Iya, Dia maksa katanya pingin kuliah di sini jadi om Edi terpaksa menyetujuinya,teteh gak marah liat Abang sama Nur dekat? "
"Ya marah lah, kan teteh gak tau kalo Nur itu suka sama Abang, jadi teteh biasa aja. "
"Terus rencana na nya mau gimana? "
"Besok teteh mau ajak Abang jalan sekaligus omongin ini. "Ifa pun mengangguk menyetujujuinya.
Akhirnya mereka sampai di sana bergabung dengan kelurga nya terutama Bude, Icha sangat merindukannya.
Banyak juga awak media yang mengabadikan momen itu karna perusahan Hermawan lumayan besar dan mempunyai banyak cabang.
Banyak pengusaha yang menghadiri pesta itu, Icha pun duduk dengan Ifa setelah meninggalkan keluarga nya.
Terdengar sambutan dari Hermawan dan juga dari Ayahnya selaku pimpinan perusahaan di dampingi dengan istrinya.
"Terimakasih kepada kalian semua yang sudah hadir, dan saya juga akan mengenalkan menantu saya ."Ujarnya menggandeng Irma.
"Ini Irma Windasari, sudah menikah dengan anak saya Hermawan dan mereka sudah memiliki seorang putra, kalian pasti banyak yang sudah mengenalnya." Ucapnya.
Suara tepuk tangan pun terdengar, kini giliran Hermawan yang berbicara panjang lebar di sana mengenai perusahaan di temani Ivan di sampingnya, sedangkan Irma dan Orang tua Hermawan sudah turun dari panggung.
Icha sendiri menyaksikan dari bawah, sungguh Dia sangat senang akhirnya semua orang bisa tau kalo Hermawan sudah menikah dan tidak ada lagi yang mengganggunya.
__ADS_1
Sebelum Acara ini tidak ada yang tau,karna mereka hanya tau Hermawan hanya seorang duda, dan Icha yang sering kena imbasnya karna dekat dengan Bos sekaligus kakak iparnya itu.
Karyawan disana menyangka Icha adalah orang yang dekat dengan Hermawan.
"Akhirnya gw bebas dari gosip. "Batinya tersenyum senang.
"Teh itu bukanya kak Desta ya sama Orang tuanya? " tanya Ifa melihat Desta di pesta itu.
"Masa sih, O iya mereka rekan bisnis Mas Awan,ko teteh sampai lupa ya. "
'Udah gak usah di pikirin, kita enjoy aja lah pura-pura gak kenal. "
Mereka pun menyantap hidangan yang di sediakan, Ifa pamit ketoilet sebantar meninggalkan Icha yang masih makan.
"Sayang kamu di sini juga?" Seru wanita paruh baya memeluk Icha tiba-tiba.
"Eh iya tante. " Jawab Icha canggung, saat tau wanita yang memeluknya itu ibunya Desta.
"Kok ga pernah main lagi ke rumah nak, tante kangen masak bareng kamu. " ujarnya melepas pelukan dan duduk di samping Icha.
"Ahh maaf tante Icha sekarang tinggal di sini sama orang tua,tante sama siapa ke sini? "
"Sama om dan Desta juga."
"Maafin Desta ya Cha, sungguh tante sangat malu mendengar apa yang terjadi dari om, hingga membuat kesahatan tante drop, semoga kamu bisa dapetin yang lebih dari anak tante. " sesalnya.
"Gak apa-apa,Icha udah lupain ko semoga silaturahmi kita selalu terjaga,kita bisa jadi saudara dan pintu rumah juga selalu terbuka untuk kalian. "
"Makasih banyak Cha, kamu anak yang baik tante sudah anggap kamu anak sendiri. "ujar nya dan Icha pu tersenyum.
Datang lah Desta dan juga Ayahnya, Icha pun berdiri dan memberi salam kepada Ayahnya Desta dengan mencium tangannya.
"Apa kabar om? "
"Baik nak, kamu sendiri gimana? "
"Icha juga baik, Kak Desta bagaimana kabarmu? "Ucap Icha basa basi.
"Aku baik, seperti yang kamu lihat. " jawabna sendu.
"Ya udah Icha Om sama tante ke sana duku ya."pamit Orang tua Desta dan Icha pun mengangguk.
Kini tinggal Icha dan Desta di sana, suasana canggung pun tak terhindarkan.
"Ifa mana sih lama banget. "batinnya.
"Maaf untuk semua nya Cha, andai waktu bisa di ulang. "
"Udah lupain aja kak, kita sama-sama buka lembaran baru semoga kita bahagia dengan jalan masing-masing. " Ujarnya.
Desta pun menyesal dengan keadaan sungguh Dia tidak bisa melupakan Icha wanita yang selalu baik dan sabar terhadapnya,namun apa boleh buat semua telah terjadi Dia pun harus bisa menerimanya.
__ADS_1