Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Bertemu Rima


__ADS_3

Setelah lama berbincang Sean pun pergi bersama Revan karna ada kerjaan yang harus mereka lakukan.


"Mau kemana sih bang kok ngajak gue segala?" tanya Revan heran, sebab dia rasa hari ini tak ada pekerjaan pikir nya.


"Udah kamu ikut saja, ada yang ingin ku pastikan," ujar nya.


Revan pun menurut saja dia terpaksa meninggalkan Kaila bersama sepupu dan sahabat nya.


Di sisi lain Cerry mengajak mereka ke rumah tante nya.


"Cerr bilang sama tante loe jangan mahal-mahal ya bayar nya gue gak punya duit banyak soal nya," bisik Kaila, dia tak mau Naura mendengar nya.


"Loe tinggal minta ke suami loe bukannya kailan sudah baikan," canda nya sambil menaik turun kan alis nya.


"Ayolah gue serius," ujar Kaila mengerucutkan bibir nya.


"Oke-oke gue cuma becanda nanti gue bilang ke tante deh loe kan sahabat baik gue, apa sih yang engga buat loe," jawab nya membuat Kaila tersenyum.


Naura pun keluar dari kamar dia sudah cantik dan rapi, Cerry sengaja membelikan beberapa stel baju untuk Naura.


"Wah kakak cantik banget," puji Cerry tersenyum.


"Makasih ya Cerry kamu udah repot-repot beliin baju buat Kakak," ucap Naura tulus, jujur saja dia sangat malu karna terus merepotkan Cerry.


"Udah ah jangan di bahas, ayo berangkat udah siang nih," jawab Cerry.


Mereka pun mengangguk dan segera pergi ke rumah tante nya Cerry yang seorang pengacara.


Tiga puluh menit mereka pun akhir nya sampai di depan rumah tante nya Cerry.


Rumah nya besar sama seperti rumah Cerry dan begitu klasik.


"Kai apa kamu ada uang buat nyewa pengacara Kakak gak mau bebanin kamu," bisik Naura sendu.


"Udah kakak tenang aja ya yang penting Kakak bisa segera lepas dari pria itu," jawab nya.


"Hey ayo turun kenapa malah pada bisik-bisik gitu sih?" tanya Cerry heran.


"Ah iya ayo," jawab Kaila sedikit canggung.


Mereka pun turun dari mobil berjalan menuju pintu rumah.


"Asalamualaikum," sapa mereka.

__ADS_1


"Walaikumsalam," jawab wanita cantik langsung membuka pintu itu.


"Kalian sudah datang ayo masuk," ucap tante nya Cerry ramah.


"Lohh ini kan anak nya Icha, kamu Kaila kan?" tanya wanita itu tak menyangka sahabat Cerry itu adalah anak sahabat nya.


"Iya tante saya Kaila, ini tante Rima temen nya bunda Icha?" tanya Kaila mengingat-ngingat pernah bertemu tapi dimana pikir nya.


"Iya sayang ini tante masa kamu lupa baru minggu-minggu kemarin kan kita ketemu di Jogya," ucap nya memeluk Kaila.


Sedangkan Cerry dan Naura nampak diam memperhatikan Rima yang nampak heboh.


"Ayo- ayo masuk," ajak nya memeprsilahkan masuk ke dalam rumah.


Kaila pun menceritakan apa maksud nya ke sana, dia ingin meminta bantuan Rima agar Naura bisa secepat nya cerai dengan pria itu.


Sedangkan Cerry dia nampak mengobrol dengan sepupu nya yakni anak nya Rima.


"Asataga kasian banget kamu Na, aku tahu kamu dari kecil tapi aku gak tahu kalo kamu sudah manikah," ucap Rima, dia sangat mengenal kepanakan Icha itu dulu dia pernah bertemu beberapa kali.


"Aku menikah dua tahun lalu," jawab nya.


"Ya sudah kalian jangan pikirkan apa-apa biar tante yang urus semua nya," ucap Rima.


Dia berjanji akan menyelsesai kan masalah Naura sampai selesai.


"Bukannya dulu kamu juga kuliah jurusan hukum?" tanya Rima karna dulu Icha pernah mengatakan kalo Naura juga kukiah jurusan yang sama dengan dirinya.


"Iya aku udah lulus S2 Megister hukum dan aku juga udah dapet setifikat PKPA, pernah kerja juga di Firma hukum tapi cuma bentar setelah menikah aku di suruh berhenti kerja sama suami ku," jawab nya.


"Nanti biar aku cariin kerja mudah-mudahan kamu bisa kerja lagi, apa Icha tahu kamu seperti ini?"


"Tidak dan jangan kasih tahu dulu biar nanti aku yang ke Bandung kasih tahu mereka," ujar nya.


"Ya kamu tenang saja, oyah Kai apa kamu udah nyiapin bukti KDRT itu?" tanya Rima penasaran.


Kaila pun memberikan beberapa bukti visum yang dia ambil bersama Remon saat di rumasakit.


"Oke baik lah, ini seperti nya sudah cukup," ucap Rima.


"Makasih banyak ya tante tapi masalah uang nya gimana?" tanya Kaila sedikit cemas.


"Uang apa jangan bilang kamu mau bayar tante?" ujar nya dan Kaila pun mengangguk.

__ADS_1


Rima malah tertawa."Apa sih kamu tante akan melakukan nya dengan sukarela kalian adalah keluarga tante jangan pikirkan itu," ucap nya.


"Tante serius?" tanya Kaila masih belum percaya.


"Tentu saja kalian tenang selama ada tante dan Om semua baik-baik saja," ujar nya karna suami nya pun bekerja menjadi seorang Jaksa.


Saat sedang berbincang tiba-tiba suami rima datang bersama Mico kakak nya Cerry.


"Pantas ramai ternyata ada tamu," ucap Om Anggara.


"Siang Om," ucap Kaila canggung.


"Siang juga silahkan lanjut saya ke belakang dulu," ujar nya membawa satu ember ikan di bantu Miko.


"Dari mana kak kok bawa ikan banyak?" tanya Cerry.


"Habis mancing nih dapet ikan banyak kita bakar-bakar," ucap nya.


"Tante tinggal bentar ya kalian anggap saja rumah sendiri," ucap nya dan Rima pun menghampiri suami nya.


Naura pun merasa tidak enak menggangu hari libur mereka jadi dia memutuskan mengajak Kaila pulang.


"Loh kok pulang sih," ucap Rima yang kembali lagi menghampiri mereka.


"Iya Mba kami ada urusan nanti saling kabaran lewat ponsel aja ya," ucap nya merasa tak enak.


"Yah padahal aku mau ajak kalian bakar-bakar ikan tuh Mas Anggara bawa ikan banyak," ucap nya namun Naura bersikeras ingin pulang Rima pun tak bisa memaksa.


Dan cerry pun ikut pulang bersama mereka."Nanti aja tan bakar-bakar nya malem gimana sekarang masih panas di luar nya juga," saran Cerry.


"Ya sudah kalo gitu nanti malam kalian kesini lagi yah awas jangan sampai tak datang tante tungguin kalian," ucap Rima.


"Iya tante tenang aja nanti aku paksa mereka kalo gak mau ikut," ucap Cerry sedangkan Kaila dan Naura saling melirik sambil tersenyum.


Setelah itu mereka pamit namun sebelum pulang mereka menyempatkan makan siang di salah satu Restoran.


"Duduk di pojokan saja deh kaya nya nyaman," ucap Kaila dan mereka pun mengangguk.


Mereka pun memesan makanan masing-masing, namun saat mereka sedang berbincang terdengar dua orang wanita yang tak jauh dari sana sedang mengobrol namun Kaila tak bisa melihat wajah nya karna mereka membelakangi nya.


"Dasar emang bodoh ya si Clarisa itu mau aja kita kibulin, kalo gak kaya udah gue lempar dia ke laut," ucap Marta.


"Iya gue juga udah cape di suruh suruh terus kalo bukan karna duinya gue gak mau temenan sama si mulut mercon itu,"

__ADS_1


Kaila pun membelalakan mata nya dia mendengar jelas perkataan mereka.


"Apa Clarisa adik nya Mas Revan ya yang mereka bahas?" batinnya.


__ADS_2