
Abang segera membuka pintu kamar nya melihat Kaila sudah berdiri di sana sambil menampakan senyum dengan deretan gigi putih nya.
"Apa sih Kai ganggu aja kamu," ujar Abang sedikit kesal.
"Kaila izin ya mau beli buku sama Satria sekalian malam ini mau nginep di rumah nya besok sekalian berangkat dari sana," ujar nya.
"Gak usah nginep pulang aja tadi jangan malem-malem," ujar Icha sambil merapihkan kerudung nya.
"Yah bunda kenapa sih kan bunda tahu di sana juga aku punya kamar boleh ya bun," ujar nya memelas.
"Ya udah boleh sana, nih uang jajan kamu Ayah tambahin," ujarnya mengeluarkan 2 lembar merah dari saku celana nya.
"Yehh makasih yah, ya udah Kaila pamit sekarang," mencium tangan kedua orang tua nya dan berlari menghampiri Satria di ruang tamu.
"Tapi sayang kamu mah suka gitu ihh Kaila kan anak gadis gak baik nginep-nginep terus di rumah laki-laki," ucap Icha cemberut.
"Udah jangan ngambek ayo masuk," ujar nya menarik tangan Icha agar masuk kamar dan segera menutup pintu dan mengunci nya.
"Ngapain sih yah, aku mau keluar mau nyiramin bunga takut nya mati," alasan nya.
Abang pun malah tersenyum dan terus mendekati istri nya itu membawa nya ke atas tempat tidur percintaan pun di mulai.
Di sisi lain Kaila nampak senang di izinkan menginap di rumah Satria karna tujuan nya ingin ngepoin Papa Iqbal.
"Kita ke toko buku bentar ya aku ada buku yang mau di beli," ujar nya dan Satria pun mengangguk.
Mereka pun tiba di salah satu toko buku terlengkap, Kaila turun dari motor.
"Kamu gak ikut masuk?" tanya Kaila.
"Gue tunggu di sana saja gue haus mau cari minum dulu," ujar nya menunjuk tempat duduk di depan toko.
"Ya udah tunggu yah gue juga gak lama kok," ujar nya.
Kaila pun masuk ke dalam toko buku mencari apa yang dia mau, namun mata nya tak sengaja melihat pria yang sedari dari tak membalas chat nya.
"Loh itu kan Kak Andra sama siapa yah?" Kaila pun mengendap-ngendap ingin tahu siapa yang ada di samping Andra.
Wanita itu nampak membekangi Kaila jadi tak terlihat wajah nya.
"Mesra banget apa jangan-jangan pacar baru nya ka Andra yah?" pikiran negatif pun nermunculan dalam dirinya.
Dia pun terus memperhatikan Andra yang sedang tertawa dengan wanita itu, Kaila pun kesal ingin sekali dia menghampiri mereka apalagi tangan wanita itu terus bergelanjut manja di tangan Andra.
__ADS_1
"Siapa sih wanita itu bikin kesel aja," ujarnya namun Kaila tidak ingin membuat keributan di sana.
Dia segera membayar buku itu ke kasir dan segera keluar dari toko buku.
"Udah?" tanya Satria heran karna Kaila biasanya akan lama kalo membeli sesuatu, alasan nya harus pas lah ini lah itu lah tapi ini tumben.
"Udah ayo pulang," ujar nya mengambil heml dan memakai nya.
Satria pun mengangguk dan segera menyalakan motor nya meninggalkan tempat itu.
Di sini lain Andra nampak risi sekali dengan wanita di sebelah nya, ya wanita itu adalah Gladis anak dari rekan bisnis Papa nya, Andra tak bisa menolak keinginan Papa nya dia harus baik pada Gladis demi kemajuan perusahaan.
Kaila pun sampai di rumah Satria, namun dia seperti nya tak semangat.
"Kai loe gak papa kan?" tanya Satria melepas helm nya.
"Kai.. Kaila," ujar Satria menjentikan tangan nya di depan wajah Kaila.
"Ehh apa?" tanya Kaila balik tanya.
"Loe kenapa sih ko malah bengong ayo masuk," ujar nya menarik tangan Kaila agar mengikuti nya karna sudah Adzan magrib.
"Asalamualaikum," sapa mereka lansung masuk ke dalam rumah.
"Lohh kalian kirain nginep di rumah kamu Kai, ayo masuk cepetan wudhu kami tunggu di musola," ujar nya.
"Iya Ma," jawab mereka serempak dan segera masuk kamar masing masing.
Setelah itu langsung menyusul Mega dan Iqbal yang sudah siap sholat,mereka seperti biasa akan sholat berjamaah dan ikut berdzikir sambil menunggu isya.
Mereka pun lanjut makan malam setelah itu mereka bersantai di depan tv.
"Kai bukannya loe mau tanya sesuatu sama Papa?" bisik Satria yang duduk di belakang nya.
Kaila pun baru ingat alasan nya menginap di sana, ingin menanyakan masalalu bunda nya.Kaila duduk di tengah Mega dan Iqbal.
"Aduh anak siapa sih ini ganggu aja kalo kita mau berduaan," ujar Iqbal.
"Hehe.. biarin ini kan Mama aku, Papa sama Satria aja sana," ujarnya malah menyandarkan kepala nya di paha Mega.
Sudah biasa seperti itu Kaila akan berebut Mega jika bertengkar, dan itu membuat Mega senang seperti mempunyai anak kembar.
"Huhh dasar manja," ujar Satria meledek.
__ADS_1
"Biarin wle.. " Kaila pun membalas nya dengan menjulurkan lidah nya.
"Sudah gak usah bertengkar sini Tria kalo kamu mau di peluk," ujar Mega menggoda nya.
Satria hanya mengangkat bahu nya malas, sedangkan Iqbal hanya terkekeh melihat nya.
"Kalo kalian bertengkar terus Papa nikah kan kalian," ujar Iqbal.
"ENGGAK," jawab mereka serempak.
Mega dan Iqbal pun terbahak mendengar mereka tampak kompak.
"Mama sama bunda udah lama ya temenan nya?" tanya Kaila memulai pembicaraan.
"Awal nya kami kerja bareng di Rerto nya kak Febri, Mama sama bunda Icha gak satu kampus saat kuliah dulu namun kami sangat dekat, Icha juga suka nginep di kosan kadang Mama yang nginep di rumah Bude Yati," ucap nya panjang lebar.
"Kalo gitu Mama tahu dong mantan pacar nya bunda?" tanya Kaila.
"Kamu tanya Papa kamu," jawab nya tersenyum.
"Loh kok tanya Papa sih apa Papa juga pernah suka sama bunda?" selidik Kaila.
"Enggak sayang kamu jangan pitnah dong Papa cuma sahabatan sama bunda kamu, tahu sendiri Ayah kamu kaya gimana," jawab nya melirik Mega yang sedang terbahak.
"Ohh kirain, kalo Om Desta siapa?" tanya Satria memancing.
"Uhuk uhukk..," tiba-tiba Mega tersedak.
"Sayang kamu gak apa-apa kan," tanya Iqbal mengusap punggung istri nya itu.
Satria dengan sigap mengambilkan minum untuk ibu nya.
"Ini Ma, minum dulu," ujar nya.
"Makasih sayang," ucap Mega tersenyum.
"Kalian tahu dari mana tahu soal Kak Desta?" tanya Mega heran.
"Aku sempet denger tadi saat di rumah Via, mamanya Via minta maaf sama bunda soal Om Desta," ujar nya.
"Mas kamu tadi bukannya anter Satria ke rumah Via sebenar nya apa yang terjadi?" tanya Mega penasaran.
"Itu...
__ADS_1