
Akhinya Icha pun sampai di depan rumah Irma, sedangkan Abang menunggunya di mobil Dia pun mengetuk pintu dan di mengucap salam,dan pintu pun terbuka.
"Asamualaikum,teteh " teriaknya.
"Walaikum salam,Eh teh Icha "seru bi ipah membuka pintu.
"Bi titip ini ya buat teteh, Icha buru-buru, bilangin dari Ibu yaa. " Memberikan paper bag pada bibi.
"Siap teh, gak mau masuk dulu?
"Udah telat, langsung pamit ya, Asamulaikum. "
"Walaikum salam. " Jawab Bibi sambil geleng-geleng kepala melihat anak majikannya yang berjalan tergesa.
Icha pun masuk ke dalam mobil " Ayo berangkat. " ucapnya sambil memasang sabuk pengaman.
"Ko cepet " Seru Abang melajukan mobilnya.
"Iya, di titipin sama bibi aja, takut telat soalnya udah jam 7 lebih " ujarnya dan di angguki Abang.
Lima belas menit berlalu akhirnya sampai di kantor Icha,mobil pun berhenti di depan kantor.
"Aku langsung turun, makasaih sayang." Ucap Icha sambil tersenyum dan mencium tangan Abang.
"Iya,nanti aku jemput awas jangan kemana-mana sebelum aku datang,jangan ganjen awaw jaga mata jaga hati " Serunya seraya mencium kening Icha.
"Siap bos. " Jawab nya terkekeh.
Abang pun tersenyum seraya mengusap kepala Icha, Icha pun segera turun dan melambaikan tangannya.
Icha pun segera masuk ke dalam kantor dan menaiki lif ke ruangannya.
Suasana kantor sudah mulai ramai, Icha langsung duduk di ruangannya memriksa kembali data-data untuk meting hari ini.
Saat Icha sedang serius dengan berkas-berkas tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan Ivan yang sudah berdiri dekat meja kerja nya membawa dua cup kopi.
"Serius amat Cha, masih pagi juga" serunya.
"Astagfiruloh, Ka Ivan ihh ngagetin aja, untung aku gak jantungan " Ujarnya seraya mengusap dada, sedangkan Ivan hanya terkekeh.
"Aduh calon kakak ipar bikin gemes deh. " ujarnya masih terkekeh sambil geleng-geleng kepala.
Icha pun diam memcerna apa yang dikatakan Ivan, siapa yang di bilang kakak iparnya.
Icha pun mendonggakan kepalanya melihat Ivan yang terus tersenyum.
"Bentar dehh, siapa kakak Ipar?? " Ucapnya sedikit bingung.
"Ya kamu lah Cha, siapa lagi ,nih minum ." Jawabnya.
"apa jangan-jangan Ifa yang di maksud Ivan, ahh masa sih, bukannya Ifa gak punya pacar ya. " batinnya seraya geleng-geleng kepala.
"Kamu kenapa Cha sakit. "Ucap Ivan bingung melihat tingkah Icha.
"Ehh, enggaklahh cuma bingung aja siapa pacar nya ka Ivan?? "
"Ya Rita lah, bukannya Dia adik sepupu mu. "
"Apa??? " Icha sedikit beriak "Eh maaf-maaf ka. " lamgsung menutup mulutnya.
"Ko kaget gitu sih,kamu belum tau ya??
__ADS_1
"Belum " jawabnya sambil menggelengkan kepala.
"Nah sekarang udah tau kan, jadi gak usah sungkan oke. "
"Oke " Jawab Icha sambil tersenyum kaku.
"Ya udah selamat bekerja." ucapnya sambil beranjak meninggalkan Icha.
Icha pun melanjutkan lagi pekerjaannya ,mungkin nanti Icha akan tanyakan pada Rita yang sebenarnya.
Icha pun membawa berkas itu ke ruangan Hermawan.Icha pun mengetuk pintu.
Tok-tok tok
Dan terdengar jawaban dari dalam.
"Masuk. " Ucap Hermawan.
Icha pun membuka pintu dan masuk "Permisi pak ini berkas yang Anda minta. " Seru Icha menyimpan nya di atas meja.
"Iya terimakasih, oh ya Cha jangan lupa nanti siang saya ada meting di luar kamu atur ya, sekalian nanti kamu ikut sama Ivan. " ucapnya seraya memeriksa berkas yang Icha berikan.
"Baik, kalo tidak ada lagi saya permisi. "
"Ya silahakan. "
Icha pun kembali ke ruangannya,sungguh begitu lelah nya baru dua hari kerja udah terasa aja otak bekerja keras.
Setelah makan siang Icha pun Ikut Meting di luar kantor bersama Hermawan dan Ivan,meting pun berjalan lancar hingga selesai jam 4 sore mereka pun kembali ke kantor.
"Hadehhh lelah nya" Guman Icha menyenderkan kepalanya di kursi.
Icha pun membuka lagi komputernya dan segera memeriksa beberapa file yang Ivan kirimkan pada nya, hingga tak terasa waktu pulang pun tiba.
"Ko gak angkat telpon ku sih yang." Seru Abang yang melihat Icha duduk di sebelahnya,dan segera melajukan mobilnya.
"Maaf aku sibuk banget, ini baru pegang ponsel. " jawabnya dan di angguki Icha.
"Mau makan dulu apa langsung pulang?"
"Kita mampir ke mesjid dulu lah, bentar lagi magrib ,nanti kita makan kalo udah sholat. "
"Oke kalo gitu, kasian banget kamu yang pasti cape ya kerja di kantor. " ujarnya seraya mengelap kening Icha yang berkeringat dengan tisu.
"Apa sihh yang. " seru Icha tersipu sambil meraih tisu itu.
"Udah kalo cape gak usah kerja, mendingan jadi Istri aja di rumah yah. " Canda Abang.
"Hmm nanti deh pikir-pikir dulu. "
"Ya ya selalu begitu. "
Mereka pun sampai di sebuah masjid setelah mendengar Adzan mereka segera masuk mengikuti sholat berjamaah. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan pulang.
"Jadi makan dulu gak, atau mau langsung pulang??" seru Abang, melirik Icha yang terdiam mungkin cape pikirnya.
"Langsung pulang aja ya, gak papa kan. " Ucapnya merasa bersalah.
"Gak papa,bisa besok-besok lagi kita kan bareng terus. " Jawabnya seraya mengusap kepala Icha dengan lembut.
"Makasih ya sayang ,selalu ngertiin aku." ujarnya seraya menyenderkan kepalanya pada tangan Abang, dan Abang pun hanya tersenyum.
__ADS_1
Tak berapa lama mereka pun sampai.
Icha pun keluar mobil setelah berpamitan pada Abang, dan Abang pun memasukan mobilnya ke halaman rumahnya.
"Asamulaikum. " ucapnya seraya membuka pintu rumah.
"Walaikum salam. " Jawab Ibu keluar dari ruang makan. " Baru pulang nak, ayo makan dulu kita baru saja mau mulai. "
"Iya bu. " Icha pun mengikuti Ibu ke ruang makan.
Setelah menyalami orang tuanya Icha pun duduk di sebelah Ifa.
"Maaf ya Icha laper banget gak mandi dulu. " serunya.
"Alah biasanya juga gitu. " Seru Ifa terkekeh di sela makannya.
"Hehe.. tau aja kamu dek. "
"Udah ayo lanjutkan makan kalian, jangan banyak bicara. " Seru Bapa menengahi.
"Bu besok bangunin Icha lebih pagi ya, besok Icha mau bawa bekal ke kantor. "
"Biar Ibu aja yang masakin kamu. " Tawar Ibu.
"Gak usah Bu biar Icha aja, udah lama gak main di dapur. "
"Ya udah besok Ibu bangunin lebih pagi. " Serunya dan diangguki Icha.
Setelah selesai makan Icha pun masuk kamr segera membersihkan diri dan ganti baju. Saat sedang menyisir rambut Dia pun teringat dengan ucapan Ivan tadi.
Icha pun bergegas menggedor kamar adiknya.
"Dek buka bentar. " Serunya di depn pintu.
"Masuk teh gak di kunci. " Jawabnya dari dalam,Icha pun segera masuk dan duduk di sebelah Ifa yang sedang duduk di kasur memangku leptopnya.
"Ada apa sih teh, rusuh amatt. " Ucapnya yang masih serius mengerjakan tugas.
"Kamu masih lama gak, teteh mau ngomong sesuatu. "
"Tinggal ngomong aja teh, aku dengerin,sebenarnya mau tanya apa sih. " serunya melirik Icha yang sedang mode serius.
"Kamu tau gak, pacarnya Rita siapa?? "
"Hedehhh ya tau atuh teh, kan tiap libur juga suka ke rumah nya, Ifa aja sering ketemu kalo ke rumah bibi,emang kenapa sih teh kayanya serius gitu??
"Jadi cuma aku doang dong yang gak tau, hisss tega nyaa" Serunya mendrama.
"Hhaaa lebay, bukanya teteh udah di kasih tau, kalo pacarnya teh Ita itu sodara nya Mas Hermawan. "
"Iya kan cuma tau itu doang, gak tau orangnya yang mana sama namanya juga gak tau. "
"Namanya kak Ivan selain sodaranya nya Mas Hermawan Dia juga bekerja jadi Sekertarisnya,Udah puas ya nanya nya. "
"Oh pantesan Ka Ivan tadi panggil aku kakak ipar, jadi gitu yah. "
"Iya tetehku yang manis, udah ya jangan kepo terus mendingan tidur sudah malam ya. "Ucapnya seraya menyimpan leptopnya di atas meja.
"Tidur sini lah, boleh kan dek " sambil terkekeh.
"Gak yah ngapain, Aku pengen bangun siang kalo ada teteh kan nanti pagi-pagi udah rusuh. " Seraya menarik selimut menutup semua tubuhnya.
__ADS_1
"Hhaaa masa sihh, jam segini udah mau tidur, jangan pura-pura ya teteh tau kamu gak mau teteh temenin tidur karna mau pergi iya kan ayo ngaku. "
Degg