Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
demam


__ADS_3

Kaila pun segera menyelesai kan makan malam nya dia pun keluar mengambil ponsel nya yang ada di jok motor.


Setelah itu dia pun segera menghidupkan nya,terlihat puluhan pesan masuk ke dalam ponsel nya itu dan banyak juga panggilan tak terjawab dari Revan.


"Asataga kok gue sampai lupa ya," gumannya sambil menepuk jidat nya.


Kaila pun melihat sudah jam 8.15 menit, dia melihat Revan menelpon nya 15 menit yang lalu.


[Kai gue udah nyampe di Cafe Anggur] ~ 7.50


[Loe jadi kesini kan, apa loe kejebak hujan di sini hujan deras] ~8.00


[Kai loe gak lupa kan mau ketemu di sini malam ini]~ 8.02


Dan banyak lagi pesan yang masuk Kaila pun pamit keluar sebentar kepada orang tua nya yang ada di ruang tv, Abang pun mengizinkan namun jangan lama-lama.


[Otw] ~ balas Kaila dan langsung centang biru.


Kaila pun lantas berlari dan segera melajukan motor nya menuju Cafe tersebut, untung saja Cafe itu tak terlalu jauh dari rumah nya hanya butuh 10 menit dia sampai di sana.


Gerimis pun tak terhindarkan."Ah sial kenapa gue lupa gak pake jaket," gerutu nya kesal rasa dingin menerpa kulit nya.


Dia juga lupa membawa jas hujan karna terburu-buru untung saja saat hujan mulai deras dia sudah sampai di Cafe itu.


Cafe terlihat sepi hanya ada beberapa pengunjung saja, mungkin karna hujan Cafe tak seramai biasa nya.


Kaila pun mengusap wajah nya yang basah, walau pun memakai helm tapi tetap saja air hujan membasahi wajah nya.


"Benar-benar sial nih gue udah tadi kehujanan sekarang kehujanan lagi," gumannya sambil mengantungkan helm di atas motor nya rambut nya pun nampak sedikit berantakan dia hanya menyisir nya dengan jari dan membiarkan rambut nya tergerai.


Bodo amat lah dia gak mikirin penampilan nya, setelah itu dia masuk kedalam mencari meja yang di pesan Revan.


Tak sulit menemukan Revan di sana karna hanya ada beberapa pengunjung saja di sana.


"Hay sorry gue telat," ujar nya.


Revan yang sedang asyik memainkan ponsel pun meloleh, menatap gadis manis yang selama ini di rindukan nya.


Kaila hanya memakai kaos pendek dan juga celana trening panjang.

__ADS_1


Melihat reaksi Revan yang diam saja Kaila pun menjentikan jari di depan wajah nya."Hey kok malah bengong sih,"


Revan pun tersadar dan mengerjapakan mata nya, Revan sempat berpikir kalo itu hanya halusinasi nya saja namun itu nyata.


"Sorry gue kira loe gak jadi kesini,"


"Loe mau ngomong apa?" tanya Kaila to the poin.Kaila langsung duduk di depan Revan.


"Kita pesan makan dulu ya, gue belum makan malam soal nya," ucap Revan memelas.


Kaila pun hanya mengangguk dia hanya memesan minuman dan terpaksa menemani Revan makan sampai selesai.


"Gue gak bisa lama-lama udah malem juga kan, sekarang loe mau ngomong apa?"


Revan pun berusaha menertalkan perasaan nya."Gue ehmm apa loe masih berhubungan dengan Andra?" tanya Revan.


"Hah..," Kaila melongo kaget dari mana dia tahu hubungan nya dengan Andra.


"Jawab jujur Kai," pinta Revan.


"Apa hubungan nya sama loe mau gue sama siapa pun bukan urusan loe," ucap nya ketus.


Revan pun menghela nafas dia tahu ini bukan urusan nya namun Kaila juga harus tahu kalo Andra sudah di jodohkan dengan wanita lain.


Kaila pun nampak bingung harus menjawab apa, namun dia juga seharus nya segera memutuskan hubungan nya dengan Andra itu lebih baik pikir nya.


"Gue masih ada hubungan sama Kak Andra tapi gue udah niat buat putusin dia saat dia sembuh nanti," jawab nya.


Revan pun bernafas lega setidak nya Kaila mau memutuskan hubungan nya dengan Andra dan sepertinya Kaila baik-baik saja.


Kaila pun pamit karna di rasa tidak ada lagi yang harus di bicarakan."Ya sudah gue pamit ya,"


"Apa gak nunggu hujan nya reda dulu?"


Kaila pun melirik keluar Cafe hujan masih saja deras lalu bagaimana dia bisa keluar dari sana.


Di rumah Icha nampak khawatir karna sudah jam 9 lebih Kaila belum juga kembali.


"Yah susul sana bukannya tadi Kaila mau keluar sebentar?" ujar Icha.

__ADS_1


"Telpon aja bun, Ayah kan gak tahu Kaila kemana tadi kan cuma bilang keluar sebentar," ujar nya.


Icha sampai lupa kalo ada ponsel dia pun segera menelpon anak nya itu, karna di luar hujan semakin deras dia akan menjemput Kaila dengan mobil.


Kaila yang nampak bingung di buat kaget dengan bunyi ponsel nya tertera nama Bunda di sana, Kaila pun segera mengangkat nya namun dia bingung harus beralasan hingga Revan yang membatu menjelaskan kalo Kaila sedang ada bersama nya.


Setelah itu Kaila pun mematikan telpon nya, sambil melirik ke arah Revan sungguh dia merasa tidak nyaman berada di sana.


"Loe tenang aja tante Icha gak bakalan marah kok sama loe dia nyuruh gue anterin loe pulang," ujar nya.


Tiba-tiba Kaila merasa tidak enak dengan badan nya, dia merasa kedinginan dan terus bersin.


Revan pun langsung panik melihat itu dia membuka jaket nya dan memakaikan ke tubuh Kaila yang terlihat menggigil.


Revan pun menyentuh kening Kaila yang terasa panas."Loe gak papa kan,badan loe panas seperti nya loe deman,"


Kaila pun menggelengkan kepalanya."Gue gak papa kok mungkin cuma masuk angin tadi gue kehujanan,"


Revan pun semakin khawatir."Gue anter loe pulang yah, atau mau gue anter ke rumasakit." bujuk nya.


"Tapi motor gue gimana?"


Revan pun tersenyum dengan kandisi nya kaya gini pun Kaila masih memikirkan motor nya."Nanti biar temen gue yang anterin ke rumah loe,"


Kaila pun akhirnya mau di antar pulang oleh Revan, untung saja hujan nya sudah tidak terlalu deras.


Disisi lain Icha bernafas lega karna Kaila bersama Revan di luar sana."Gimana bun dimana katanya?" tanya Abang suami nya.


Icha pun menceritakan semua nya kalo Kaila tak sengaja bertemu Revan di sana dan menunggu hujan yang masih deras.


Abang pun mengangguk."Emang Revan kapan datang ke Bandung bun?" tanya Abanh heran karna biasa nya kalo dia ada di Bandung pasti akan main ke rumah nya.


Icha pun menepuk jidat lupa memberitahukan suaminya."Kemarin dia datang maaf bunda lupa kasih tahu Ayah,"


Abang pun menggelengkan kepala nya sambil mengusap kepala istrinya itu."Kebiasaan emang kamu mah,"


Icha pun hanya terseyum, sebenar nya Icha ingin sekali bicara tentang Kaila yang akan membawa pacar nya kerumah.


"Yah, apa kita bilang ke Dini kalo Kaila sudah punya pacar," ucap Icha.

__ADS_1


"Nanti kita omongin kalo Dini sampe di Bandung mereka akan datang kemari satu minggu lagi setelah Kaila selesai ujain," ujar nya.


Icha pun hanya menaggukan kepala nya, semoga saja apa yang mereka ambil adalah yang terbaik dan hubungan persahabatan mereka masih terjalin walau pun anak mereka tidak berjodoh.


__ADS_2