
Kaila pun mengerjakan tugas nya dengan baik di bantu oleh ketiga teman nya yaitu Sindy, Rudy dan juga Malik.
"Makasih ya teman-teman kalian baik banget sama gue," ujar nya tersenyum dan dia juga memeluk tubuh Sindy dengan erat membuat sang empunya tersenyum senang dia sepertinya menemukan teman yang pas untuk dirinya.
Karna Kaila sangat menghargai nya tidak seperti teman-teman yang lain yang hanya memandang nya sebelah mata, bahkan mereka terang-terangan tak menyukai Sindy yang hanya seorang tukang laundy dan dia bisa masuk kesana dengan bantuan beasiswa.
"Sama-sama Kai," jawab mereka serempak mereka pun langsung masuk kedalam kelas.
Terlihat Cerry memanyunkan bibir nya kesal karna sejak tadi dia tidak bisa menghubungi Kaila bahkan ponsel nya pun tak bisa di hubungi.
"Kenapa?" tanya Kaila benar-benar tidak tahu apa-apa.
Cerry pun akhirnya membuka suara setelah beberapa saat diam dan menatap kesal ke arah Kaila.
"Lo dari mana aja sih dari kemarin gak bisa di hubungi?" tanya Cerry sedikit membentaknya karna kesal.
Namun saat Kaila ingin membuka mulut Pak Yusuf sudah masuk kekelas, mereka pun mengumpulkan tugas meteka ke depan kelas.
Setelah itu mereka kembali hening karna pelajaran sudah di mulai, begitu juga dengan Kaila yang nampak biasa aja seperti tidak punya masalah membuat Cerry kesal ingin tahu semua nya.
Setelah beberapa waktu berlalu kelas pun selesai akhinya mereka bisa istirahat, Kaila menarik Cerry agar mengikutinya ke kantin, dia sangat lapar sekali karna tadi pagi belum sarapan.
"Lo kenapa sih Kai?" tanya Cerry yang duduk di sebelah nya memperhatikan Kaila bingung.
Sedangkan Kaila tidak menjawab malah berjalan memesan bakso untuk makan siang mereka,tak lupa dia memesan minuman dingin untuk mereka.
Dari kemarin Cerry benar-benar khawatir sekali dengan sahabatnya itu takut terjadi apa-apa padanya apalagi Revan kemarin menelpon nya menanyakan Kaila berkali-kali.
Cerry pun akhirnya ikut mencari keberadaan Kaila di rumah Widya namun Naura bilang kalo dia gak main kesna.
"Terus dimana dong Kaila nya kok sampai kabur gitu?" tanya Cerry membuat Naura bingung karna tadi Revan pun kesana menanyakan keberadaan Kaila.
__ADS_1
"Nanti kita tanya kan kepada Revan apa yang sebenar nya terjadi, tidak mungkin Kaila hilang begitu saja," ujar nya Naura sedih.
Mereka memilih beranya kepada Revan sebenar nya apa yang terjadi dengan Kaila sehingga pergi dari rumah.
Namun Revan tidak bisa di hubungi kemarin mungkin saja ponsel nya mati karna Revan kan memang begitu, dia selalu saja buat kesal Naura dan Cerry.
Untung saja Mama Widya gak tahu masalah tentang Kaila yang demen banget kabur-kaburan kaya anak kecil yang nangis minta di kasih permen.
Cerry nampak bingung saat Naura membicarakan Kaila yang tak jadi main ke rumah karna kerja kelompok alasan nya.
.
Kaila pun menepuk tangan Cerry pelan dia tahu Cerry sedang melamun mengingat kejadian kemarin.
"Lu dari mana aja sih Kai bikin gua khawatir tahu gak," ucap nya benar-benar kesal.
"Gua habis dari perpus ngerjain tugas dari pak Yusuf, untung aja semua nya udah kelar jadi bisa santai," jawab nya tersenyum namun saat melihat Kaila tersenyum dia baru menyadari kalo wajah Kaila sedikit memar.
"Loh ini kenapa Kai cerita sama gue " ucap nya menekan sedikt luka nya membuat Kaila kaget dan sedikit meringis untung saja sudah tidak terlalu bengkak.
Cerry mengepalkan tangan nya dia benar benar kesal dengan Clara apa sebenar nya yang di inginkan nya.
"Loe tahu dari mana kalo mereka suruhan Clara?" tanya Cerry benar-benar marah, dia harus balas apa yang di lakukan nya ini sudah keterlaluan.
Lantas Kaila pun menceritakan kalo dia mendengar percakapan Clara di telpon terus dia kabur karna ingin menghindari Revan.
"Gue gak sengaja dengar dia yang sedang teleponan dengan seseorang, gue benar-benar marah sama dia dan nampar dia tanpa sadar," ucap nya menunduk dia merasa bersalah karna sudah menampar adik ipar nya yang kurang ajar itu.
Cerry pun tercengang mendengar Kaila berani menampar adik ipar nya itu namun dia senang Kaila bisa kuat dan seberani itu pada Clara jempol dua lah buat sahabat nya itu.
"Terus loe tinggal dimana, gue denger loe gak pulang ke aparteman gue?" tanya Cerry bingung karna tak mungkin kan Kaila diam diapartemant nya sedangkan Revan sudah tahu pin nya.
__ADS_1
"Gue nginep di rumah nya Sindy dia benar-benar nyelamatin gue kemarin," ujar nya melirik kiri kanan tidak ada Sindy disana, pasti Sindy sudah pulang duluan sebelum kelas berikut nya karna sudah dari dulu dia seperti itu.
Cerry pun mengangguk dia bersyukur Kaila tidak kenapa-napa dan bertemu dengan Sindy wanita yang baik yang tidak pernah kepo dengan urusan orang bahkan dia jarang bertanya dan terbilang cuek dengan sekeliling nya.
"Biar nanti gue yang bilang sama laki loe kalo loe gak mau di ganggu dulu sebelum pikiran loe tenang," usul nya dan Kaila pun mengangguk seraya memakan bakso nya.
Jujur saja dia benar-benar sangat lapar hari ini, mereka pun berbincang hingga bakso mereka pun habis tak tersisa.
Di tempat lain Revan terus menghubungi Kaila namun masih tidak aktip, Revan pun hanya diam bagaimana dia menemukan nya sedangkan ponsel nya saja tidak aktip.
"Apa lo lagi ada masalah serius?" tanya Sena melihat Revan dari tadi melamun.
Revan pun nampak diam ingin bercerita namun dia takut Sean akan memarahinya seperti semalam pikirnya.
"Ya sudah kamu selesaikan pekerjaan kamu dulu nanti kamu cerita padaku apa masalah mu, mungkin saja aku bisa membantu mu menyelesaikan masalah yang sedang kamu hadapi," ujar nya menepuk pundak Revan pelan.
Revan pun mengangguk dan Sean pun keluar dari ruangan kerja nya hingga jam makan siang pun Revan lewati begitu saja, dia benar-benar kehilangan nafsu makan nya.
Yang ada di pikiran nya saat ini adalah dimana istri nya sekarang, jangan sampai orang tua nya tahu kalo Kaila kabur pasti mama nya akan menghukum nya.
Dia pun menanyakan kepada Cerry apa Kaila hari ini masuk kuliah atau tidak
Dan Cerry pun langsung membalas pesan nya, mungkin mood nya sedang baik hari ini kalo mood nya buruk dia tidak akan membalas nya.
[Revan:"Apa Kaila hari ini ada masuk kulah] tanya Revan dan langsung centang dua biru.
[Cerry:"Ada dia baru selesai makan siang bareng gue, apa loe udah merindukan nya bukan kah kalian tadi pagi juga ketemu masa udah kangen aja] canda nya padahal dia sudah tahu semua nya.
Cerry hanya ingin tahu bagaimana respon nya saat Cerry berkata seperti itu.
[Revan:" Ya sudah kalo gitu nanti anterin dia ke apaartement kasihan dia pasti lelah mengerjakan semua tugas kampus nya]
__ADS_1
[Cerry:"👌]
Setelah mendapat kabar Kaila sudah masuk kampus pun Revan pun bisa nernafas lega sekarang karna Kaila baik-baik saja.